kisah

Life Begins at….

If life begins at 40, so I am at Y-1 now. Happy birthday to me 😀

Dibesarkan dalam keluarga yang tidak ‘mengagungkan’ hari ulang tahun, so aku merasa biasa saja ketika Mamak dan saudaraku tidak mengingat hari ulang tahunku kemaren. Selain itu, notifikasi tanggal lahir di fesbuk juga non-aktif, jadi no ‘happy bday’ di wall fesbuk-ku. Pun begitu, ternyata tetap ada yang masih ingat ultahku di hari yang sama. Thanks Aga, Effe, Rimna, Irma, Novi, Dian 😉

Di hari Minggu itu aku bangun jam 6.30 pagi karena jam 7 mau mengantarkan kakakku  ke halte ALS Bandara. Pagi itu dia terbang ke Jakarta dan sore harinya bersama dengan rombongan akan mengikuti tur 6 hari ke Dubai. Jam 10.30 aku ibadah di GKI dan setelahnya bareng Aga (sekaligus disupiri Aga naik mobil barunya) bertemu dengan teman-teman Nav Single Medan di Cepo. Traktir mereka ngopi 😀

among the lovely gals

Di edisi ultah tahun ini ada hal baru yang aku dengar terkait dengan kelahiranku. Aku bertanya ke Mamak aku lahir di pagi/siang atau malam. Jawab mamak ‘aku lupa’.*** Hahaha.. Kalo kata Bi Uda, aku lahirnya pagi, matahari sudah bersinar 🙂

Nah, dari pertanyaan di atas, Mamak malah ‘nostalgia’ tentang kelahiran anak-anaknya. Dari kami bertiga, ternyata yang paling lama/susah lahirnya itu si sulung. ‘Masuk  hari ini ke bidan, besok baru lahir. Capek kali nahan sakitnya’, kata Mamak. Tiba-tiba Bi Uda ketawa kecil karena teringat moment kakakku dilahirkan: ‘karena susah lahir, jadi Mamak ditanyai apa ada makanan yang pengen dia makan tapi belum kesampaian. Ternyata ada.. mamak pengen makanan yang bahannya dari imput (pan**t) ayam, hahhaha.. Jadilah waktu itu ada orang disuruh untuk mencari makanan itu’. Aku ngakak juga dengarnya.

Lagi Mamak cerita tentang nama anak-anaknya. Selama ini aku berpikir Bapak yang memberi nama kepada ketiga anaknya, mengingat nama kami semua kehindu2an. Ternyata ada peraturan dari Bapak: kalau anak perempuan, harus ada penggalan nama Bapak, kalau anak laki-laki, harus ada penggalan nama Mamak. Oalaa..

Dua huruf akhir nama kakak sama dengan dua huruf akhir nama Bapak. (ty)

Dua huruf di tengah nama Abang sama dengan dua huruf pertama nama Mamak. (te)

Dua huruf pertama namaku sama dengan dua huruf pertama nama Bapak. (ni)

Yang memberikan namaku adalah Mamak.  Kata beliau dia masih ingat dari mana nama itu diambil.

‘Dari mana?’ tanyaku.

Dari salah satu film India yang tayang di tv waktu itu. Jadi salah satu peran yang ada di film itu bernama Nirmala. Adegannya si Nirmala disuruh orangtua nya mengantarkan minuman untuk tamu mereka. Adanya sebenarnya pembantu mereka, tapi orangtuanya lebih senang meminta Nirmala ini yang mengantarkan minuman itu.

Oh baiklah… berarti mamak berharap aku menjadi anak yang suka membantu orangtua 😀 Moga sudah aku jalankan ya Mak..

Thank you God for everything in my life.

For everything  YOU have done.

For everything YOU are doing in my life.

For everything YOU will do in my life.

———–

*** Tadi sebelum menuliskan postingan ini, iseng bertanya kepada seorang Bapak dosen di kampus (yang punya anak 4 orang), apakah dia ingat kapan anak-anaknya lahir (subuh/pagi/siang/malam)? Dia menjawab dengan lancar dan terdiam agak lama ketika tiba di anak bungsu. Lalu teman ini bilang ‘ya ampun, kok aku ga ingat boru pudanku itu lahirnya kapan ya?’. *tertawa bareng-bareng*

Mengingat Bapak dosen ini masih berumur 40-an tahun dan dia juga agak lupa tentang kelahiran salah satu anaknya, jadi sangat wajarlah mamakku yang 74 tahun tidak mengingat posisi waktu saat aku dilahirkan, hihihi..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s