buku

Berburu Buku

Bulan Mei merupakan bulan baca nasional dan secara kebetulan di bulan ini aku banyak berurusan dengan buku. Dimulai dengan ‘detox’ buku dari lemari dan kardus.

Sejak beberapa bulan yang lalu aku berniat untuk mendonasikan buku ke perpustakaan kampus WBI dan Yayasan Alusi Tao Toba. Hambatannya cuma satu: aku malas banget bongkar-bongkar kardus. Puji Tuhan, di bulan ini aku ‘berhasil’ membuang mood malas untuk beberapa jam, sehingga bisa bongkar-bongkar dan hampir 40 buah buku telah diberikan ke perpustakaan kampus WBI. Moment bongkar-bongkar membuat aku sadar kalau kardus-kardus  buku itu tidak pernah berpindah temapat selama lebih dari 2 tahun ini.

Masih ada banyak buku yang bisa aku sumbangkan. Namun, ada juga buku yang belum rela untuk aku berikan. Misal novel terjemahan karya Paulo Coelho (ada sekitar 10 buku). Meskipun aku tahu novel-novel itu kemungkinan besar tidak akan aku baca lagi, hehehe..  Sabar ya Alusi Tao Toba. Segera ketika mood malasku off, buku-buku itu akan segera berpindah tempat.

Di awal bulan ini, ketika lagi berada di Plaza Medan Fair, tetiba pengen beli buku obral di Gramedia. Dapat 3 buah novel yang terbit lebih dari 5 tahun yang lalu. Harganya cuma Rp20.000,- per novel. Murah ya.

Novel yang dibeli di awal bulan

Pertengahan Mei mendapat oinfo kalau ada promo diskon 30% semua buku di seluruh Gramedia bila membayar dengan menggunakan kartu kredit atau kartu debit BNI. Ini promo yang sangat menarik mengingat harga buku sekarang cukup mahal, menurutku. Misal novel terjemahan yang terbit tahun ini minimal harganya Rp100.000,-. Jadi lumayan banget kan kalau bisa dapat diskon 30%.

Aku nggak punya kartu apapun berlogo BNI, but lucky me, temanku Aga punya dan dia mau kartunya ditebengi. Aku googling mencari tahu buku bermutu apa yang layak dibeli, dan pilihan jatuh kepada buku seri (tetralogi) karangan Pramoedya Ananta Tour. Aga mendukung hasil googling-ku karena dia sudah selesai membaca seluruh buku tetralogi itu. Semangat mencari, namun sayangnya buku pertama (Bumi Manusia) dari seri tetralogi ini habis stoknya di Gramedia Sun Plaza. Kata Aga, sebaiknya membaca dari buku yang pertama biar nyambung. Agak sedih, tapi mungkin akan berjodoh dengan Tetralogi ini di promo Gramedia berikutnya.

Malam itu perburuan buku dengan kartu BNI membuatku membawa pulang 4 buah novel (lagi) dengan biaya total sekitar Rp250.000,-. Senang hatiku bisa membaui ‘aroma buku’ di toko buku ini. Meski juga merasa agak aneh toko buku ini terasa sepi dari pengunjung. Padahal beberapa tahun yang lalu ketika masih tinggal di Jakarta, kalau ada promo diskon seperti ini, toko Gramedia pasti disesaki orang. Menurut Aga, mungkin karena bukan saat akhir pekan. Menurutku, mungkin memang minat membaca buku turun drastis dan tergantikan oleh media sosial atau pun media elektronik.

Buku yang dibeli saat promo

Esok harinya setelah perburuan buku di toko Gramedia, aku masih penasaran dengan buku ‘Bumi Manusia’ Pramodya itu. Kebetulan hari itu jadwalku belanja di Pusat Pasar, maka aku sempatkan mampir ke Gramedia Medan Mall. Kaget aku karena tidak menemukan Gramedia di sana. Ternyata sudah tutup dari Desember 2016. Beuh, kok aku ketinggalan info ini ya?

Aku melihat ada toko buku yang lain yang buka di sebelah toko ex Gramedia. Info diskon besar-besaran yang tampak dari luar menarik aku untuk masuk ke dalam toko. Okay, buku-buku yang diobral itu ya buku-buku lama. Banyak yang sampul plastiknya tampak berdebu ataupun kertasnya menguning.

Aku menemukan buku ‘Bumi Manusia’ di toko ini dan harganya miring benar, cuma Rp40.000,-. Ini membuatku ragu akan keaslian buku ini, jangan-jangan cuma fotokopi yang tidak memberikan royalti kepada penulisnya. Jadi, aku tunda lagi membeli buku ‘Bumi Manusia’ ini. Niat ga sih sebenarnya, Nde? Banyak kali alasannya 😀

Pantang rasanya keluar dari toko buku tanpa buku, hehehe.. Dari toko ini (aku lupa nama tokonya) aku membeli 3 buah buku dan harga yang harus kubayar hanya Rp100.000,-. Murah kata Aga. Muraaaah banget menurutku karena buku-buku itu ga jadul-jadul amat tahun terbitnya 😀

Buku murah lainnya

Bila disimpulkan maka di bulan baca nasional 2017 ini aku mengirimkan ke luar sekitar 40 buku dan memasukkan 10 buku baru. Dari 10 buku tersebut sudah selesai dibaca 3 buku. Ada 7 lagi plus belasan buku lainnya yang sudah lama dibeli namun belum selesai dibaca.

Mengingat masih banyak koleksi buku yang kumiliki tapi belum dibaca dan masih terbuka kemungkinan membeli buku-buku lagi, sepertinya ide yang bagus kalau aku inventaris  lagi buku yang aku punya, buat page-nya di blog ini dan di-update semampunya.

Mari membaca!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s