enlightened, kisah

Hello 2017

Hello 2017.

I am so blessed. Sepuluh hari terakhir di tahun 2016 aku habiskan di Holyland, kesempatan dan pengalaman berharga yang Tuhan berikan untukku.

Aku memasuki tahun 2017 di dalam pesawat yang mendarat pas jam 00.00 di Kuala Lumpur International Airport, bagian dari perjalanan kembali ke Indonesia dari Holyland. So, ga ada donk ibadah tutup/buka tahun yang aku ikuti. But amazingly, aku mendapatkan ayat Alkitab pertama tahun 2017 justru dari film Korea yang ditonton kak Farida Ariani di pesawat, teman seperjalanan ke Holyland. Ada satu ayat alkitab yang disampaikan di scene terakhir film tersebut. Bayangkan, ayat Alkitab dari film Korea 😀

Yohanes 16:33 (Yesus berkata) “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”

Tanggal 3 Januari 2017 keluarga besar Sembiring Brahmana (keluarga mamak) berkumpul di rumah Gia, walaupun tuan rumah sebenarnya Bi Uda, acara rutin di setiap awal tahun. Semula direncanakan acara ini akan diadakan sambil rekreasi ke daerah Silalahi, namun karena banyak keluarga yang lagi mengalami masa duka (mertua meninggal, ada yang baru selesai operasi, paman masih sakit, dll) akhirnya diadakan di rumah Gia saja.

Dalam acara ini diadakan kebaktian sederhana dan Pdm. Kiprus membagikan Firman Tuhan yang cukup mudah untuk dipahami.

Apa yang menunjukkan bahwa kamu adalah anak Allah?

I Yohanes 4:7 Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi ,  sebab kasih itu berasal dari Allah ; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.

Yohanes 13:34 Aku memberikan perintah baru  kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi, sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. 13:35 Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.

Kasih adalah ciri utama dari Yesus Kristus, dan begitu juga seharusnya aku sebagai pengikutNya. Kasih itu tanda pengenalku sebagai anak Allah dan juga tanda pengenalku sebagai muridNya.

Kasih itu terdengar indah, namun sering perlu pengorbanan untuk melakukannya. Tetap harus mengasihi dalam keadaan tersulit sekalipun, kepada orang asing yang belum dikenal bahkan kepada orang yang mungkin menyakiti kita. Mengasihi adalah perintah dari Yesus Kristus, bukan himbauan, jadi mengasihi adalah satu kewajiban yang harus aku lakukan bila mengaku diriku sebagai muridNya.

Sebagaimana Tuhan tidak akan membiarkanku dicobai melampaui batas kekuatanku, DIA pasti juga memampukanku menjalankan perintahNya ini dengan sempurna.

Selamat Tahun Baru 2017. KasihNya menguatkan selalu.

@ Jerusalem
@ Jerusalem

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s