Orang Dunia

Standard

Di pengujung February yang lalu, aku diminta berbagi kisah bagaimana kehidupanku di tahun 2014 dalam acara Bona Taon Nav Medan. Iya, memang (sangat) telat ya Bona Taon nya diadakan. Better late than never😀

Inti cerita-ku adalah tentang adaptasiku sejak pindah ke Medan dan beralih kerja menjadi pengelola toko. Suasana bekerja yang sangat berbeda saat di Jakarta dulu. Sangat berbeda hampir dari semua sisi. Ruang kerja, jenis pekerjaan, jam kerja dan orang-orang yang dihadapi. Untuk yang terakhir ini, yang paling susah dihadapi adalah preman dengan segala pungutan liarnya. Aku bahkan berencana untuk bertanya kepada pemimpin rohani: apa kata Alkitab tentang preman dan bagaimana seharusnya anak Tuhan menghadapi preman?

Tuhan menjawab apa yang kupertanyakan itu dalam khotbah Bona Taon. Salah satu perikop yang dibacakan adalah ‘Doa Yesus untuk murid-muridNya’ (Yohanes 17), dan ayat yang diminta untuk didiskusikan dalam kelompok kecil adalah Yohanes 17: 14-15.

Apa kata Alkitab tentang preman (orang jahat)?

(Yesus berdoa) ‘Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat’.

Mereka dalam perikop ini merujuk pada murid-murid Tuhan Yesus. Jadi, selama kita berada di dunia ini jangan terlalu heran kalau kita akan sering berhadapan dengan orang-orang dunia yang memiliki prinsip hidup yang tidak benar. Sebagai pengikut Tuhan, kita harus selalu ingat bahwa kita tidak berasal dari dunia ini. Nilai hidup kita berbeda, wajar kalau terjadi bentrokan. Tapi, jangan takut. Tuhan Yesus sudah meminta kita dijagai dari yang jahat, artinya pun kalau kita diganggu tidak sampai membahayakan nyawa kita.

Aku jadi berpikir, mengingat preman di sekitarku ini adalah penduduk setempat, kemungkinan besar mereka juga adalah yang sering hadir di gereja pada hari Minggu, fasih mengucapkan Doa Bapa Kami, bahkan mungkin kami pernah menghadiri ibadah yang sama. Tapi kesamaan ini tidaklah menjamin bahwa mereka tidak berasal dari dunia ini. Karena mereka membenci orang-orang yang memiliki nilai hidup yang benar.

Bagaimana menghadapi preman?

Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati (Matius 10:16)

Bila kita terpaksa berurusan dengan orang yang jahat hatinya, kita juga tidak boleh berdiam diri saja menerima perlakuan jahat mereka. Yes, kita harus berdoa minta pertolongan Tuhan. Namun tidak cukup sampai di situ. Kita harus melakukan tindakan yang cerdik. Kita tidak boleh membalas mereka dengan hal yang jahat karena kita berpegang pada ajaran kasih.

Misal bila kita dipungut iuran dengan jumlah yang tidak semestinya, kita harus mencari peraturan/hukum Negara yang mengatur hal tersebut. Saat kita berhadapan dengan mereka kita sudah mempunyai pengetahuan yang cukup untuk berdiskusi. Tetap pertahankan intonasi suara yang tenang walaupun rasanya emosi sudah naik ke ubun-ubun🙂

Semoga Roh Kudus memampukan bila aku berada dalam situasi seperti ini.

Rasanya lega mengetahui bahwa Tuhan Yesus telah berdoa untuk keselamatan murid-muridNya, berdoa untukku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s