Dua Tahun

Standard

15.Mar.2013 Saat lagi jadi ‘mandor’ toko di Sabtu petang, aku melihat seorang anak perempuan, sepertinya masih duduk di kelas 7 atau 8, masuk ke toko ditemani Bapaknya. Anak ini sepertinya baru saja selesai latihan taekwondo, terlihat dari ‘seragam’ putih agak kotor yang dia kenakan. Sempat aku melayani anak ini sejenak yang sedang mencari peralatan tulis untuk ujian.

Setelah itu dia berkeliling toko bersama Bapaknya, mungkin mencari barang-barang lainnya. Aku bisa merasakan kedekatan Bapak dan anak ini. Aku bisa melihat pancaran bangga di mata Bapaknya terhadap anak perempuannya ini. Aku bisa melihat rasa sayang di mata anaknya ketika mereka mendiskusikan barang yang mau mereka beli.

Aku pernah merasakan apa yang ditunjukkan anak perempuan itu. Rasa kangenku menyeruak pada Bapak yang telah tiada. Aku jadi ingat betapa aku sangat senang mendapatkan Bapak di dalam mobil merah kami sedang menunggu aku keluar dari sekolah di Jl . Cut Meutia itu. Aku tersenyum mengingat berdua sama Bapak naik sudako pergi ke Medan Plaza untuk membeli buku bacaan apa saja yang aku suka. Aku masih sangat ingat pelukan terakhir Bapak untukku sebelum dia pergi 2 hari kemudian.

Jumat kemaren (14 Maret 2014) tepat sudah 2 tahun Bapak dipanggil pulang oleh Sang Pencipta. Hari Minggu kami sekeluarga ziarah ke ‘rumah’ Bapak di bawah rintik hujan yang membuat udara semakin dingin. Mamak kembali menangis dalam doa tapi kali ini lebih kepada ‘kelegaan’ karena sudah bisa move on dari kesedihan ditinggal Bapak.

Miss you always, Bapak.

Love the people

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s