Kupikir Hemat

Standard

SmoovlatteTadi malam (27.Peb.2014) sepulang dari beli nasi padang as dinner *panteslah badan lo makin bengkak, Ndepur*, iseng aku melangkahkan kaki ke Ind**aret. Saat berkeliling, aku melihat di dalam lemari es pajang ada Nescafe Smoovlatte yaitu kopi latte siap minum dalam kemasan botol. Aku sudah pernah beberapa kali lihat produk ini di toko yang sama di Medan, tapi ngga pernah beli karena menurutku harganya mahal (Rp7.500,- per botol) dibanding dengan produk sejenis seperti Go*dday (Rp4.200 – Rp5.100,- per botol) atau favorit aku sejauh ini Ko*iko 78o (Rp5.000,- s.d Rp6.000,- per botol). Lalu aku membaca promo di situ bahwa belanja dengan menggunakan debit Ma**iri maka harga Smoovlatte menjadi Rp 5.000,- per botol.

Dari pelayan toko aku dapat info minimal belanja dengan debit adalah Rp20.000,-. Langsung hitung cepat, berarti aku bisa beli 4 botol smoovlatte. Hmmm, tapi bagaimana kalo aku ga suka dengan rasanya? Jadi kuputuskan beli 2 botol saja. Berarti harus beli barang lain senilai Rp10.000,- lagi biar bisa bayarnya menggunakan debit. Mau beli buah potong, duilee mahalnya.. Kalo makanan ringan seperti keripik atau kacang, kurang doyan. Lalu aku menemukan promo yang lain. Beli 2 gratis 1 untuk Ta*go Waffle Crunchox 70gr. Harganya Rp 5.000,- per bungkus. Pas donk Rp10.000,- dapat 2 bungkus gratis 1 bungkus. Antri di kasir, bayar dan keluar dari toko dengan senang karena aku merasa telah belanja dengan hemat. Total belanja seharusnya Rp30.000,- namun aku hanya membayar Rp20.000,-, diskon Rp10.000,-. Ini baru hemat.

Benarkah hemat?🙂

Apa yang aku alami di atas mungkin juga telah dan akan dialami oleh banyak orang lain. Membeli barang dalam jumlah yang sebenarnya tidak diperlukan. Benarkah aku membutuhkan 2 botol kopi susu dan 3 bungkus waffle? Lebih dalam lagi, benarkah aku membutuhkan produk ini?

Well, untuk smoovlatte mungkin aku perlu beli untuk memuaskan rasa ingin tahu (apalagi sampai tulisan ini dibuat aku tidak pernah menemukan produk ini di toko selain Ind**aret), tapi tak perlu beli 2 botol. Kalau waffle mungkin sama sekali ga perlu aku beli karena itu cuma makanan ringan.

Pintar sekali memang sistem yang dibuat oleh penjual sekarang ini, dibuat semenarik mungkin sehingga kita terpikat (dan terpaksa) untuk membeli ‘kebutuhan’ yang mereka ciptakan bagi pembeli. Seandainya aku tidak terpikat, aku hanya perlu keluar uang sebesar Rp 7.500,- untuk sebotol minuman demi memuaskan rasa ingin tahuku. Jumlah itu bahkan lebih kecil dari jumlah diskon yang aku dapatkan.

Bila dihitung-hitung, program beli 2 gratis 1 itu sama dengan diskon sekitar 33.3%. Misal waffle yang kubeli tadi itu. Dengan Rp10.000,- aku mendapatkan 3 bungkus waffle, itu berarti harganya Rp3.333,- per bungkus, diskon 33% dari harga normal Rp5.000,- per bungkus. Dengan metode ini (beli 2 gratis 1) maka penjual bisa lebih banyak meraih omset karena pembeli harus mengeluarkan uang untuk membeli 3 barang demi mendapatkan diskon 33%.

Untunglah rasa smoovlatte ini enak, namun akan dibeli kalo lagi ada promo aja. Ahhh.. aku memang suka terpikat kalo urusan lidah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s