Trip Jepang: Juni 2013 (1)

Standard

13 Jun 2013 Hari yang dinanti pun tiba. Pas booking dulu, jadwal terbang kami adalah jam 23.30 wib. Tanggal 9 Juni aku dapat telepon dari Garuda kalo penerbangannya dimajukan ke jam 23.15. Siang hari di  tanggal 13 Juni aku dapat telepon lagi kalo jadwalnya jadi jam 12 malam karena alasan teknis. Mbak yang telepon minta maaf atas info mendadak ini karena mereka juga baru dapat info-nya dari lapangan. Atas dasar info ini aku memutuskan janjian dengan Ria jam 10 malam di terminal 2 Bandara Soekarno Hatta.

Jam 3 sore aku ijin ke bos untuk pulang lebih awal. Aku ke ITC Kuningan untuk tukar yen dulu, setelah itu naik busway menuju rumah. Sebelum ke rumah aku mampir dulu potong rambut karena panjang rambutku yang tanggung bikin ujung rambut keluar-keluar, jelek banget. Jam 7.30 malam aku baru nyampe rumah. Masih beberes ruangan dulu karena pengen meninggalkan rumah dalam keadaan rapi.

Rencananya mau naik Damri. Tapi ternyata waktunya ga terkejar. Akhirnya aku pesan Taxiku, biar irit uang tol, hehehe… Dalam taxi menuju bandara, Ria sms kalo dia sudah sampai di Bandara dan menunggu di Solaria bersama suami dan anaknya. Saat itu jam 21.15. Entah kenapa, aku merasa ragu dengan jadwal terbang jam 12 malam. Aku telpon ke call center Garuda untuk memastikan lagi, tapi Mas yang terima telpon bilang kalo penerbanganku jam 23.15, bukan jam 12 malam. Belum sempat aku selesai menjelaskan info yang aku terima siang tadi, tiba-tiba ilang sinyal😦 Aku kontak Ria, minta tolong dia juga cek ke Garuda. Beberapa menit kemudian Ria bilang confirmed penerbangannya adalah jam 23.15. Whaaatt? *tip: konfirmasi ulang jam penerbangan 4 jam sebelum jam terbang*

Sudah hampir jam 10 malam dan aku masih di taxi. Aku suruh Ria check in aja duluan dan minta tolong reserve seat untuk aku biar bisa sebelahan dengan dia. Untunglah jalanan tidak macet, jadi aku dengan Ria masih bisa check in bareng. Setelah check in kami menemui suami dan anak perempuan Ria (Moza, 5 tahun) untuk pamitan. Ini kali pertama aku ketemu dengan mereka. Setelah pamitan, kami pun masuk ruang tunggu.

Di ruang tunggu aku bertanya kepada petugas Garuda apakah mereka mengenali nomor yang tadi siang menelepon aku tentang perubahan jam penerbangan ke jam 12 malam. Mereka bilang itu dari reservasi tiket. Aku kemudian protes dan bertanya kenapa aku tidak di-update lagi kalo jam terbangnya kembali menjadi jam 23.15. Gimana kalo seandainya aku datang telat dan counter check in dah tutup? Belum terbang aja dah bikin kesal😦

Ruang tunggu cukup ramai. Ada satu rombongan dalam jumlah cukup banyak. Sepertinya dari sekolah kejuruan yang (mungkin) mau training ke Jepang. Jam 23.30 kami dipanggil boarding. Telat 15 menit. Kami dapat seat di bagian belakang. Model seat-nya 2-4-2. Bagian 4 seat satu deret banyak yang tak terisi, sementara 2 seat dekat jendela hampir semuanya penuh. Ketika kami sudah lepas landas, pramugari masih membagikan snack  pengantar tidur *secara dah tengah malam gitu loh*.

Tidak bisa tidur dengan nyenyak sepanjang penerbangan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s