Trip Lombok 17-20 Mei 2013 – part 4 (end)

Standard

19 Mei 2013 Hari ini akan melihat dua air terjun di Lombok Utara.  Tidak seperti kemaren, kami akan berangkat jam 9 pagi dari penginapan, jadi agak sedikit santai.

Rahma duluan turun ke resto untuk sarapan, sementara aku dan Irma menyusul kemudian. Menu sarapan masih sama kayak kemaren. Selesai sarapan, foto-foto sebentar di pinggir pantai.

for blog - transit inn

Jam 9 Mas Aziz dan Mas Sabri tiba menjemput. Perjalanan ke Air Terjun sekitar 3 jam. Di awal perjalanan kami sempat berhenti untuk mengambil foto dengan hamparan pantai sebagai background nya di Malibu Point. Cakep!

for blog - Malibu Point

Hampir jam 11.30 siang kami tiba di tempat tujuan yaitu di desa Senaru. Tempat ini bisa menjadi titik awal pendakian Gunung Rinjani, bisa juga jadi titik akhirnya. Kami parkir di ‘terminal’ yang mengingatkan aku akan terminal di Green Canyon, Pangandaran.

Untuk mencapai air terjun, kami dibantu oleh guide lokal. Mas Aziz ga ikut trekking. Stock cemilan kami bawa serta, lebih tepatnya Pak guide lokal yang membawanya. Jaga-jaga kalo ternyata trekking-nya menguras tenaga. Aku juga sempatkan untuk beli pisang goreng di salah satu warung dekat situ. Beli 5rb dapat 10 buah😀

Tangga dengan 300-an anak-nya sudah menanti kami. Udara cukup sejuk karena banyak pepohonan. Pada hakikatnya kami berjalan di dalam hutan yang masih dalam kawasan Taman Nasional Rinjani🙂

for blog - menuju air terjunYang akan didatangi pertama adalah Air Terjun Sendang Gila. Debit airnya cukup deras dan ada juga yang mandi di bawah air terjun ini. Yang unik dari air terjun ini adalah sering muncul ‘pelangi’ yang terbantuk ketika sinar matahari ‘menyentuh’ air tersebut.

for blog - sendang gila

Kami hanya mengambil gambar seadanya di tempat ini dan langsung melanjutkan perjalanan menuju air terjun Tiu Kelep. Secara tak langsung aku sudah mentahbiskan Mas Sabri sebagai photographer ketika menyerahkan kameraku untuk dipegang olehnya.  Kami bertiga sekarang bisa fokus untuk menikmati air terjun, hehehe..

Aku tak menyangka bahwa medan dari Air Terjun Sendang Gila ke Air Terjun Tiu Kelep cukup berat. Naik turun tangga, melewati sungai berbatu yang cukup deras airnya, menapak jalanan yang basah akibat hujan semalam. Kira-kira sekitar 45 menit termasuk acara foto-foto di sepanjang perjalanan, heheheh..

for blog - menuju tiu kelep

Akhirnya sampailah kami di Air terjun Tiu Kelep yang lebih besar dari Sendang Gila. Ada 5 air terjun di sini. Airnya deras banget. Air terjunnya cantik deh. Perjalanan yang melelahkan untuk sampai ke tempat ini hilang sudah.

for blog - tiu kelep 1

Di area kolam di bawah curahan air terjun sudah ada sepasang bule (yang perempuannya pake bikini 2 potong) dan dari jauh guide mereka memotret. Sepertinya mereka mau bikin foto yang kayak di kalender gitu, hihihi… Sebelum ‘terjun’ ke kolam, kami bertiga tentu foto keluarga dulu dengan air terjun Tiu Kelep sebagai latarnya. Aku minta Mas Sabri untuk memastikan sepasang bule itu tidak nongol sebagai background tambahan di foto kami, hahahha…

Untuk bisa sampai ke kolam kita harus jalan dengan hati-hati. Jangan sampai terjatuh karena banyak batu yang bisa membuat kita luka. Air di kolam itu dingin sekali. Katanya air tersebut berasal dari Gunung Rinjani. Aku ga berani sih mandi langsung di bawah air terjunnya, takut di situ ada pusaran air. Ada juga pengunjung yang naik ke tebing untuk merasakan sensasi air terjun tersebut.

for blog - tiu kelep 2

Di sebelah kiri kolam aku melihat ada satu kelompok (sekitar 6 orang dewasa) yang sepertinya melakukan suatu ritual. Bapak tua yang sepertinya pemimpin kelompok, mengikat kepalanya dengan kain putih dan melarungkan sesajen di kolam itu sambil baca doa. Setelah itu anggota yang lain juga masuk ke kolam. Setelah semua anggota selesai masuk kolam, acara mereka pun juga selesai.

Kami bertiga ga lama-lama di kolam. Ga kuat dinginnya. Dari jauh Mas Sabri tetap mengambil foto kami. Pengunjung lain juga makin banyak yang datang. Dengan berbasah-basah ria kami pun kembali ke terminal. Perjalanan kembali ini terasa ringan dan cepat, hehehe.

Sekitar jam 2 siang lebih kami tiba kembali di terminal. Setelah mandi dan ganti pakaian kami pun pulang. Mas Aziz mengambil rute melalui monkey forest di mana sepanjang jalan tersebut banyak monyet di pinggir jalan menanti makanan dari orang-orang yang melewati tempat itu.

Di sepanjang perjalanan pulang setidaknya kami melihat 4 dajal alias dangdut jalanan. Menurut Mas Aziz, dangdut jalanan ini salah satu kebiasaan perayaan pernikahan, di mana rombongan pengantin pria mengantarkan pengantin wanita ke rumah ortu wanita. Kedua pengantin ini berjalan kaki, diikuti oleh teman-teman mereka dan juga para tetangga diiringi musik dan lagu dangdut dengan volume membahana. Arak-arakan inilah yang membuat jalanan macet, karena mereka mengambil separuh badan jalan.

for blog - dajal

Selain macet, menurutku Dajal juga menunjukkan betapa masih erat tali kekeluargaan di antara penduduk Lombok. Rombongan yang turut mengantarkan pengantin ini juga mengenakan pakaian khusus dan perempuannya berias. Mungkin juga sebagai tanda ikut bersukacita dengan kebahagiaan pengantin baru😀

Perut kami keroncongan belum makan siang. Kami pun di bawa ke salah satu rumah makan yang menyediakan nasi balap puyung. Menu kuliner terakhir kami di Lombok. Nasi Balap Puyung terdiri dari nasi putih, ayam suir pedas dan kacang kedelai goreng. Kita bisa minta sayur ataupun ayam goreng sebagai menu tambahan.  Di rumah makan ini, standar rasa pedas ayam suir-nya  dibilang sedang, jadi kalo kita minta pedas akan ditambahi sambal. Setelah aku cicip, pedas sedang menurut orang Lombok, pedas banget menurut aku😦

Nasi Balap puyung. Harga Rp 10rb - 12rb/porsi

Nasi Balap puyung. Harga Rp 10rb – 12rb/porsi

Setelah bersusah payah menghabiskan nasi balap puyung (karena pedas banget), kami pun kembali ke penginapan. Dan seperti biasa kami mampir-mampir dulu di mini market. Hari ini kami mampir ke J-Mart, salah satu mini market yang dimiliki pengusaha lokal Lombok dan cukup banyak cabangnya di kota Lombok. Ternyata di J-Mart ada jual dodol juga seperti yang pernah kami liat di toko oleh-oleh kemaren dan harganya minimal 30% lebih murah. Selain dodol, aku juga beli satu bungkus (100gr) kopi bubuk Lombok.

Jam  9 malam kurang akhirnya kami tiba di penginapan. Langsung menjemur pakaian yang basah, packing sebagian barang, mandi dan istirahat.

——-

20 Mei 2013 Jam 3 pagi alarm sudah berbunyi. Bangun dengan malas-malasan, badan rasanya pegal semua, efek ke air terjun kemaren. Sambil nunggu giliran mandi, ya menuntaskan packing. Jam 5 pagi kurang Mas Aziz sudah menjemput kami. Jalanan sangat  sepi. Melewati pusat kota kami melihat beberapa orang sudah ada yang jogging.

Empat puluh lima menit kemudian kami tiba di Bandara. Jadwal terbang kami jam 6.50 wita. Setelah check in, dapat seat agak belakang juga, kami langsung masuk ruang tunggu.  Jam 6.30 kami pun dipanggil masuk pesawat. On time!

Liburan usai sudah.

———

Hampir jam 8 pagi ketika kami mendarat di Bandara Soekarno Hatta. Rahma dan Irma share taksi pulang ke rumah, sementara aku naik Damri menuju kantor. Tas-ku yang berisi pakaian aku titip ke Rahma. Untung aku segera mendapat Damri jurusan Blok M.

Saat lagi nunggu penumpang damri lain naik, ada seorang pria yang bertanya ke Supir turun di mana kalau dia ingin ke daerah Kuningan yang ada kedutaan Belanda. Pak Supir jawab bisa turun di Semanggi setelah itu bisa lanjut naik busway atau kendaraan umum lain. Mendengar jawaban itu, pria tersebut naik dan duduk di belakang tempat dudukku.

Merasa kami sama-sama menuju kawasan Mega Kuningan, aku menawarkan pria itu untuk nanti naik taksi bareng dari Semanggi. Dalam hati, aku ingin menolong pria itu jangan sampai tersesat, toh tempat yang dia mau datangi searah dan aku tahu letaknya.

Ketika hendak turun di Semanggi, pria itu menanyakan apakah tawaran naik taksi bareng masih berlaku. Aku mengiyakan. Kami langsung naik taksi yang kebetulan lagi ngetem di halte Semanggi.

Supir taksi menyarankan untuk mengambil rute Casablanca instead of Semanggi . Aku sih pengennya lewat Semanggi, tapi supirnya bilang macet banget di daerah tersebut. Bukannya Casablanca juga macet parah Pak? Tanyaku. Si Bapak Supir bilang ‘tapi tidak semacet Semanggi’.

Males debat aku akhirnya mengiyakan lewat Casablanca. Pria yang bersamaku tampaknya ga mau ikut campur. Sepanjang perjalanan akhirnya kami ngobrol. Ternyata pria ini mau mengurus visa bekerja ke kedutaan Nigeria, yang aku baru sadar kalo letaknya ada di belakang kedutaan Belanda. Pria ini tadi terbang dari Surabaya. Sepertinya dia sering bekerja sebagai teknisi di luar negeri, yang kadang tidak ada kedutaannya di Indonesia. Kalo kondisinya seperti itu, katanya, dia akan terbang ke Negara terdekat (misal Singapura) untuk mengurus ijin bekerja di Negara tersebut.

Ketika mau putar balik dekat gedung Cyber II, pria ini bilang sebaiknya aku yang duluan diantar. Tentu saja aku menolaknya. Aku merasa bertanggungjawab untuk memastikan pria ini sampai ke Kedutaan Nigeria, karena aku yang pertama mengajaknya naik taksi bareng.

Ketika dia sampai di kedutaan Nigeria, argo taksi menunjukkan angka hampir 20rb. Pria ini mengeluarkan selembar 20rb dan menyerahkannya padaku, yang langsung aku tolak. Aku bilang, ga usah bayar, toh emang kita searah. Tanpa kuduga, pria ini langsung kasih uang tersebut ke Bapak supir dan bilang bahwa aku cukup bayar selisih uang taksi yang masih ada ketika nanti sampai di kantor.  Aku hanya bisa bilang ‘thanks and good luck ya…’.

Ketika taksi akhirnya jalan kembali, supir bertanya pria itu siapa. Aku bilang baru kenal.  Si supir ngoceh terus tentang pria itu, aku ga ingat diomongin apa. Beberapa menit kemudian aku pun tiba di depan kantor, argo taksi menunjukkan angka 25rb rupiah lebih dikit. Aku menyerahkan uang 10rb ke Bapak Supir dan keluar dari taksi.

Dua orang asing ngobrol di Senin pagi. Tanpa pernah menyebut nama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s