Tempat Menarik di Medan

Standard

Belum lama ini, dalam rentang waktu 2 minggu,  aku mudik 2 kali ke Medan. Yang pertama, mudik abidin (atas biaya dinas) tanggal 22-24 September 2012, dan yang kedua tanggal 5-7 October 2012. Yang terakhir ini aku sudah beli tiketnya dari 9 bulan sebelumnya😀

Berikut ini adalah beberapa tempat baru yang aku kunjungi  di kesempatan dua kali mudik dalam waktu yang berdekatan ini:

Gereja Katolik Anna Velankanni

Bermula dari cerita seorang teman kantor tentang kakaknya yang pergi ke gereja unik ini. Unik karena bentuk bangunan gereja berupa kuil . Aku pun mengajak keluarga dan tante untuk mengunjungi tempat ini yang ternyata cukup dekat dari rumah kakak.

Kami datang ke gereja ini hari minggu siang. Cukup banyak orang yang datang ke sana saat itu dan sebagian besar dengan tujuan sama seperti kami: foto-foto. Kapel ada di lantai atas dan tidak diperbolehkan untuk mengambil foto di dalam kapel. Dari seorang petugas yang mengawasi pengunjung aku mendapatkan informasi bahwa gereja ini diresmikan tahun 2009. Bentuknya seperti kuil karena bangunan ini didirikan untuk mengenang penampakan bunda Maria di desa Velankanni , salah satu desa di Negara India. Gereja ini tidak masuk dalam paroki sehingga tidak ada misa umum pada hari minggu sebagaimana kegiatan ibadah gereja pada umumnya. Misa harian diadakan setiap sore dari Senin – Sabtu.

Ada satu keajaiban yang masih terjadi di tempat ini. Dari tanah di bawah kaki patung mengalir air yang tak pernah berhenti. Contoh air tersebut sudah dibawa ke kantor /lab PAM dan dinyatakan memiliki kualitas air minum seperti Aq*a. Oleh pengelola air tersebut disalurkan melalui pipa dan bisa dinikmati oleh pengunjung cukup dengan memutar beberapa keran yang sudah dipasang. Gratis. Pihak pengelola menyediakan botol plastic ukuran 600 ml dan diberi label Anna Velankanni. Di dekat pengambilan botol kosong ada himbauan agar satu orang cukup mengambil satu botol kosong. Juga disediakan kotak untuk menyumbang biaya botol seikhlasnya. Karena tidak ada harga yang dipatok atas air suci ini (no business purpose) maka aku pikir memang benar adanya keajaiban ini.

Pajak (pasar) Rame

Mie Belacan Udang ‘Ahai’

Menurut kakakku pasar ini sebagian besar menjual makanan dan (pasti) enak. Penjual dan pembelinya mostly Chinese. Harganya sih cukup mahal untuk ukuran pasar. Misalnya mie kangkung udang belacan yang dibandrol Rp28.000,-/porsi. Namun benar adanya istilah ada harga ada rupa. Ukuran udang yang dihidangkan cukup besar dan rasanya enak sangat.

Di kesempatan berikutnya aku mencoba Sate Padang dan lagi-lagi rasanya tidak mengecewakan. Biasanya pembeli di sini menemani satu porsi sate dengan segelas air tebu asli yang segar. Selain masakan ada juga bermacam snack yang menggiurkan missal aneka rupa asinan/manisan yang bisa dicampur pembeliannya, bakpia (ada yang pake minyak babi), dendeng babi yang tidak begitu mahal (aku beli 35rb/200gr), donat dengan beragam isi, dan lain sebagainya.  Info dari teman yang lain pecel di sini juga enak😀

Rumah Tjong A Fie

Ini adalah rumah peninggalan hartawan yang budiman: Tjong A Fie. Oleh generasinya rumah tersebut dijadikan museum dan dibuka tahun 2005. Saat aku mengunjungi tempat ini tangal 5 October 2012 dikenakan HTM Rp 35.000,-. Cukup mahal bila mengingat HTM Museum di Indonesia yang biasanya di bawah Rp 10.000,-. Melihat rumah yang masih terawat dengan barang-barang yang 80% masih asli dari zaman Tjong A Fie, aku merasa senang memasuki setiap ruangan yang ada di dalam rumah ini. Butuh waktu lebih dari 1 jam untuk menikmati setiap tempat yang ada. Aku terpaksa menyudahi tur juga karena batere kamera abis total😦

Rumah Tjong A Fie ini terletak di Jl. Ahmad Yani No. 105 Kesawan, berseberangan beberapa rumah dengan rumah makan legendaries ‘Tip Top’.  Pastikan batere kamera full ketika berkunjung ke tempat ini ya.

Medan Merdeka Walk

Dulu aku pernah ke tempat ini bertemu dengan Kamakris Medan, namun tidak memasuki lapangan/tamannya. Berdasar cerita teman yang bilang di dalam taman tersebut ada beragam alat ‘gym’ manual, aku jadi penasaran ingin melihat alat-alat tersebut. Sangat menarik dan baik menurutku di taman seluas ini diberi fasilitas olahraga seperti ini. Aku sempat mencoba 2-3 alat and it’s fun! Tapi sebaiknya ke tempat ini pagi hari atau sore hari. Jangan siang bolong seperti aku kemaren. Panas!

Pemandian Air Panas ‘Sibayak’

Kalau ini lokasinya di luar kota Medan, sekitar 1 jam perjalanan dari Medan (kalo ga macet), tepatnya di desa Doulu, Tanah Karo. Terakhir aku ke lokasi pemandian air panas ini (mungkin) saat aku masih duduk di SMP. Kala itu pengelola pemandian baru ada satu. Bau belerang yang tajam sangat mengganggu penciuman dan tinggal tetap di pakaian yang basah karena dipakai nyebur.

Namun sekarang sudah berbeda. Pengelola pemandian sudah cukup banyak, tinggal pilih. Bau belerangnya nyaris tidak tercium. Kolam dibuat banyak dengan tingkat panas air yang berbeda-beda. Tiket masuknya juga ga mahal, Cuma Rp5.000/orang. Satu lagi yang buat tempat ini juara adalah Gunung Sibayak yang menjadi latarnya. Foto menjadi sangat keren. Jangan lupa untuk membawa uang lebih untuk makan dan minum. Udara di tempat pemandian ini cukup dingin, sehingga cukup membuat perut keroncongan. Nikmat sungguh bisa menikmati sepiring mie rebus/goreng sambil dengan tubuh berendam did alam air panas. Seperti kata mamakku kemaren itu ‘ini mie goreng terenak yang pernah aku makan’. Padahal mamak Cuma makan mie goreng instant pake telur🙂

I love Medan🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s