Trip Tanah Minang: Padang-1

Standard

Puaaaassss!

Itulah kesimpulan yang bisa aku ambil atas trip Tanah Minang 6H/5M. Tanah Minang memberikan tempat wisata yang komplit. Lembah, Bukit, Danau, Air Terjun, Pasar, Peninggalan Sejarah dan kuliner tentunya. Berikut catatan perjalananku bersama dengan 4 teman kantor lainnya menjelajah Tanah Minang.

Peserta: Irma, Echi, Ndepur, Nopi dan Aida.

Periode Trip: 16-21 May 2012

Biaya: Sekitar Rp 2.9jt/orang all in (termasuk oleh-oleh sekardus untuk teman-teman kantor)

Transportasi: Jakarta – Padang – Jakarta by Garuda Airlines, jelajah tanah Minang dengan sewa Innova plus driver handal, dan kapal kayu untuk maen ke beberapa pulau.

——————–

16 May 2012. Jam 4 sore aku, Aida dan Nopi naik taksi bareng ke Bandara Soekarno Hatta. Sangat macet di kawasan Bandara sore itu, maklum menjelang long weekend. Untunglah kami ga ada yang telat. Malah Garuda yang delay hampir 1 jam. Ketika mendapati pesawat yang kami tumpangi memberikan tv entertainment bagi masing-masing penumpang, kekecewaan karena delay agak terobati😀 Aku memilih satu film mandarin berdurasi pendek tentang ketegaran hati saat kesulitan datang, mataku sempat berkaca-kaca.. *cengeng*

Menjelang jam 9 malam kami tiba di Bandara Minangkabau. Bang Aldi, driver merangkap guide kami selama di Tanah Minang sudah menanti. Kami pun langsung check in di Hotel Padang di Jl. Bagindo Aziz Chan, salah satu hotel tua yang tidak mengalami kerusakan berarti saat Padang diguncang gempa hebat tahun 2009 yang lalu. Hotel ini tidak bertingkat dan sedang menambah kapasitas kamar baru. Sayangnya standart room yang kami dapat malam itu adalah dari bangunan lama dan extra bed nya mirip tempat tidur di penjara *kata Echi*. Jadi agak kurang puas tapi mau apalagi. Aku sekamar dengan Aida dan Irma (tidur di extra bed), sedangkan Nopi dan Echi berdua di kamar lain. Formasi teman tidur ini bertahan sampai malam terakhir trip, hehehe…

Mandi lalu istrahat.

17 May 2012. Jam 6 pagi aku, Aida dan Irma sudah siap untuk jalan. Kami mau keliling pasar tradisional yang kebetulan dekat dengan hotel. Cuma jalan kaki 5 menit. Ternyata di depan hotel Padang ada gereja *lupa nama gereja-nya*.  Jalan Bagindo Aziz Chan ini cukup lebar. Kami melihat ada baliho AXIS yang cukup besar di perempatan jalan.

Pasar Baru adalah pasar yang kami datangi pagi itu. Pasar  ini tidak beda jauh dengan pasar di daerah lain, baik jenis dagangannya maupun suasananya. Ada becek-becek nya juga, hehehe.. Yang cukup mencolok adalah stock cabe merah yang cukup melimpah. Irma jadi terinspirasi membeli bawang goreng untuk dibawa ke Jakarta *emak-emak mode on*

Kami agak lama mampir di lapak yang menjual kue-kue basah khas Indonesia. Beberapa di antaranya malah mengingatkanku pada masa kecil di Medan. Pipilan jagung yang dikasih kelapa dan gula pasir, ongol-ongol, kelepon. Harganya rata-rata Rp1.000/buah, tapi kalo beli 10  buah cukup bayar Rp8.000,-. Akhirnya kami ‘memborong’ berbagai macam kue dan cukup membayar Rp 10.000,- saja😀

Dalam perjalanan kembali ke hotel, kami beberapa kali berhenti untuk foto. Pas pengen foto bertiga, minta tolong sama seorang cowok yang kebetulan ada dekat kami. Dan cowok itu menolak, hehehhe.. ternyata dia merasa ga bisa memfoto dengan menggunakan kamera poket, walaupun tinggal jepret-jepret aja. Untung ada teman cowok itu yang mau fotoin kita. Thanks ya Uda😀

Sampai di hotel, Echi dan Nopi lagi sarapan. Kita pun segera join. Menu yang ada lontong sayur dan bihun goreng. Rasanya standar aja. Sambil makan, kita perhatikan kamar yang paling dekat dengan tempat kita sarapan, cukup bagus. Sepertinya baru renovasi. Akhirnya kita sepakat untuk malam berikutnya kami akan pindah kamar. Harganya lebih mahal, tapi gapapa deh. Yang penting kasurnya lebih empuk dan nyaman, hehehe..

Jam 8.30 kami check out, membawa semua koper dan tas kami. Untuk 2 malam ke depan kami akan menginap di Bukit Tinggi. Kami sowan dulu ke Bang Junaidi, pemilik rental mobil yang kami gunakan. Beliau ini cukup kenal dekat dengan keluarga Echi. Briefing sejenak dengan beliau membahas itinerary yang kami susun. Bang Junaidi memberi beberapa masukan untuk mensukseskan trip kami ini🙂

Kami pun siap menjelajah Bukit Tinggi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s