Hongkong – 1

Standard

Salah satu resolusi yang aku canang di 2012 adalah pergi ke Hongkong (HK). Sepertinya ini bukan resolusi ya, lebih tepat disebut dengan keinginan jasmani, hehehe.

Kemaren dapat tawaran trip ke HK saat libur lebaran selama 8D/7N dari Brilliant Tour. Cek harga trip-nya, sekitar 12 juta rupiah. Oh baiklah.. trip ini terpaksa aku tolak karena dua hal: aku ga bisa cuti selama itu dan sayang duitnya😀

Aku coba lempar usul ke beberapa teman untuk trip ke HK saat libur Lebaran tanpa pake tour.  Ada yang berminat. Namun minat langsung bubar ketika mendapati harga tiket pesawat yang duiilllle mahalnya pada saat lebaran😦

Ga putus asa, browsing tiket Garuda untuk tahun 2013. Eh nemu tiket ke HK ‘cuma’ USD290 pp. Garuda gitu lohhh.. harga net all in one. Ga perlu repot-repot mikir beli bagasi berapa kg, pesan makan apa ngga, hehehe.. dan yang terutama, Garuda milik Indonesia😀

Dari 4 orang teman yang ditanya, 3 orang menyatakan ok untuk trip ke HK tahun 2013. Jadi kami akan berempat. Harga tiket pun masih dapat dengan harga USD290/orang. Tanpa ditunjuk, aku pun mengangkat diriku menjadi pihak yang mengurus pembelian tiket😉

Ini kali pertama aku beli tiket Garuda rute internasional secara online. Ternyata, ada dua hal terpenting yang harus diketahui sebelum kita melakukan pembayaran tiket (kondisi 4 Mei 2012):

1. pembelian tiket rute internasional hanya bisa dibayar dengan kartu kredit.

2. Pemilik kartu kredit HARUS ikut terbang. Bila pada hari H pemilik kartu kredit berhalangan terbang (apapum alasannya), maka semua tiket yang dibeli dengan kartu kredit tersebut juga tidak boleh terbang.

Dua info penting (menurutku) di atas aku dapatkan via telepon dari petugas call center Garuda dan petugas di kantor penjualan tike Garuda. Aku sempat menanyakan mengapa semua penumpang batal terbang bila pemilik kartunya ga bisa terbang. Mengapa tidak tiket pemilik kartu aja yang hangus? Sementara bila kita beli tiket di kantor penjualan Garuda, kita bisa bayar pakai kartu kredit dan si pemilik kartu kredit tidak harus ikut terbang. Alasan mereka kalau transaksi terjadi di kantor penjualan, mereka bisa memverifikasi bahwa benar yang menggunakan kartu kredit tersebut adalah pemilik kartu kredit yang sebenarnya. Sedangkan bila pembelian online, sistem tidak bisa memverifikasi apakah benar yang melakukan transaksi adalah pemilik kartu yang sebenarnya, walaupun secara sistem sudah dibikin konfirmasi data multi lapis, mulai dari info detail kartu hingga secure code yang dikirim no hp pemilik kartu.

Aku sempat nanya juga mengapa tidak ada pilihan pembayaran secara debit/cash seperti hal-nya di pembelian tiket rute domestik. Petugasnya ga bisa beri jawaban yang memuaskan😦

Jadi, untuk menghindari resiko kami semua gagal terbang karena pemilik kartu berhalangan terbang pada hari H, akhirnya kami putuskan  untuk membeli tiket dengan kartu kredit masing-masing. Sebenarnya bisa beli di kantor penjualan Garuda, tapi harga yang diberikan adalah USD520/orang.

Well.. tiket sudah di tangan *dancing* Semoga Tuhan mengijinkan aku terbang ke HK di tahun 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s