9-12 Maret 2012

Standard

9 Mar 2012. Aku mudik ke Medan bermodal tiket murah dari Citilink (cuma 278rb PP) yang aku beli sebulan sebelumnya. Mumpung dapat tiket murah, aku gunakan kesempatan mudik kali ini untuk ngurus e-ktp. Delay 1 jam. Sampai di Polonia aku dijemput ama Abang dan Ghia. Wah… Ghia beda sekali tingkahnya dibandingkan terakhir kali aku bertemu dengannya Lebaran tahun lalu🙂 Ga perlu waktu lama bagi kami untuk bisa bernyanyi bareng sambil tertawa-tawa sepanjang perjalanan menuju rumah. ‘Bi Uda..Bi Uda…ayo kita nyanyi lagi’ gitu kata Ghia. Hmm.. Ghia punya hobi nyanyi sama kayak aku.. ^_^

Hampir jam 10 malam sampai di rumah ortu. Peluk Mamak dan Bapak. Rasanya dah lama banget ga ketemu. Mamak cerita bahwa hari ini Bapak tampak sangat sehat, padahal beberapa hari sebelumnya batuk Bapak sangat hebat. Apa Bapak merasa baikan karena akan bertemu dengan anak bungsunya? Aku melihat mata Bapak yang berkaca-kaca usai memelukku.

10 Maret 2012. Kami (aku, Mamak, Bapak dan Abang) pergi ke Peceren mumpung stamina Bapak lagi baik. Kami mau ziarah ke kuburan orangtua Bapak dan Mamak. Seusai ziarah, saat mau makan siang, Bapak tiba-tiba menangis dan bilang sambil sesugukan ‘megogo kel ateku..megogo  kel ateku..’. Aku elus bahu Bapak , tanya apakah Bapak sedih karena kangen sama Nek Biring. Baru kali itu aku lihat Bapak menangis sesugukan😦

Menjelang sore kami putuskan kembali ke Medan. Seharusnya aku bertemu sama Mami, tapi karena beliau belum balik dari pesta, akhirnya aku cuma ambil makanan yang sudah dia siapkan di dapurnya untuk dibawa pulang ke Medan.

11 Maret 2012. Pagi sampai siang di rumah saja, mengisi SPT PPh tahunan milikku. Bapak masih batuk terus. Medan panas sekali.  Jam 4 sore gereja ke GBI Medan Plaza, berdua saja dengan Abang. Hari itu yang khotbah ialah Pdt. Samuel Kusuma, pendeta tamu dari Jember. Dia cerita bahwa subuh jam 2 subuh tadi papanya meninggal di Jember. Dia memutuskan untuk menyelesaikan tugas pelayanannya hari itu baru kemudian terbang ke Jawa. Inti khotbahnya adalah di balik kehidupan manusia sekarang di dunia ini menanti kehidupan kekal atau kematian kekal. Pilih mana?

Selesai gereja kami kembali ke rumah Abang untuk menjemput Ghia dan mamaknya. Mereka sudah janji sama Ghia untuk main bola-bola di carefour. Jadilah malam itu aku melihat bagaimana Ghia mencobai berbagai permainan di tempat itu. Capek ya punya anak kecil😀

Menemani Ghia bermain🙂

12 Maret 2012. Jam 9 pagi dijemput Abang dan Ghia. Hari ini aku akan mengurus e-ktp di kantor kecamatan. Tapi sebelumnya kami mengantarkan Ghia dulu ke play grup-nya yang dekat dari rumah ortu. Ini sekolah alam. Senang lihat Ghia maen perosotan dan ayunan, dan ngomong terus menjelaskan apa yang dia lakukan.😀 Sempat juga ngobrol sebentar dengan Miss Eva, guru kepala di tempat itu.

Setelah mengantar Ghia, aku lanjut perjalanan ke kantor kecamatan. Hanya sekitar 45 menit, beres deh urusan foto dan  scanning retina mata. Lanjut ke kantor developer di dekat Medan Plaza dan setelah itu ke bank di kawasan kampung keling. Jam 12 siang kurang selesai semua urusan. Pengen makan siang tapi ga ada teman. Akhirnya kontak Vic. Ternyata dia ga bisa juga nemani lunch karena ajakannya mendadak. Akhirnya aku putuskan untuk nonton Hugo 3D aja di mall dekat situ.

Selesai nonton, ada sms dari Vic. Akhirnya kami ketemuan juga. Dia traktir aku makan bakso di dekat USU. Senang bisa ngobrol dengan Vic, update berbagai berita. Sayang kami cuma punya waktu sebentar karena aku harus segera pulang untuk bersiap-siap ke Polonia.

Jam 3 sore aku kembali ke rumah dengan membawa orong-orong sebagai oleh-oleh dan BPK 2 kilo pesanan teman😉 Bersiap-siap ke Bandara untuk kembali ke Jakarta. Penerbanganku jam 8 malam.

Jam 6 sore aku pamit sama Bapak dan Mamak. Kali ini Bapak peluk aku erat-erat dan menangis lagi. Tangisan yang sama seperti Sabtu kemaren😦 Aku peluk Bapak sekali lagi dan bilang kalo Bapak udah ga kuat lagi dengan batuknya, periksa ke rumah sakit. Bapak cuma mengangguk sambil terisak.

Di mobil menuju Bandara, Abang cerita. Tadi dia ngobrol dengan Bapak saat menunggu aku siap beberes. Bapak kasih wejangan agar kami anak-anaknya  (yang cuma 3 orang ini) selalu kompak, seperti kekompakan yang diklaim Bapak terjadi antara dia dan adik-adiknya. ‘Kok Bapak kayak mau pergi aja ya kasih nasehat seperti itu?’ tanya Abangku heran.

Jam 8 malam lebih Citilink kembali membawaku ke Jakarta. Tiba di Bandara Soetta lewat jam 10 malam. Ketika aku nyalakan HP di ruang pengambilan bagasi, ada sms  masuk yang memberitahukan ada miscall dari nomor Bapak. Ahh.. ini selalu terjadi setiap aku landing. Miscall dari Bapak. Aku telpon Bapak bilang aku sudah tiba di Bandara Soetta.

Hampir jam 12 malam aku tiba di kediamanku. Kembali telpon Bapak bilang aku sudah tiba di rumah dengan selamat. Bapak ternyata masih terjaga karena menanti telpon dari aku sementara Mamak sudah tidur.  Aku pun dengan cepat beberes. Besok sudah ngantor lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s