Another Fine Day

Standard

22 Jan 2012 Pagi-pagi aku sms Irma, iseng ngajakin dia untuk jalan ke mana gitu. Alasanku: bosan juga long weekend ga kemana-mana. Seharusnya hari ini K2 berkunjung ke rumah Irma, tapi ternyata banyak yang ga bisa ikutan, jadi ditunda deh, untuk yang kesekian kali.

Irma ternyata mau jalan dan nanya mau maen ke mana. Aku mengusulkan Monas ^_^Irma sampai tanya 3x untuk memastikan aku serius atau bercanda doank mau ke Monas, hehhehe. Aku ajak Nana, tapi dia lagi on the way ke dokter. Aku tawarkan juga ke Grup Selingan, cuma Novi yang mau ikut, itupun juga karena dia belum pernah ke Monas, sama kayak aku. Pas benar nih, soale Novi punya kamera yang bagus, hehehe..

Sebelum ke Monas, aku ibadah ke GDI dulu. Pas nyanyi reffrain lagu ‘Sebab Kau Besar‘ aku teringat Kak Erni. Jadi sedih lagi.. Tuhan, tolong hiburkan suami Kak Erni dan keluarganya. Semoga mereka tetap bisa memuji Tuhan di masa kehilangan ini. Amin.

Novi nyusul ke Ambas dan kami berangkat bareng ke Monas, sedangkan Irma langsung ke TKP. Di taxi yang kami tumpangi, pak supir bilang kami adalah penumpang ke-3 yang diantarnya ke Monas hari itu. Tanpa sadar dia bilang yang datang ke Monas hari ini banyak yang dari kampung-kampung😀

Sampai di Monas jam 2 siang lebih, panas lumayan menyengat. Payung langsung di pasang. Kami ternyata masuk dari pintu yang cukup jauh untuk sampai ke terowongan masuk Monas. Harga tiket masuk Rp2.500/orang, kalo pelajar Rp1.000/orang. Sayang tiket untuk ke Puncak Monas sudah habis dari jam 11 siang. Menurut petugas, kuota 1.500 tiket ke Puncak Monas hari ini cepat terjual karena lagi long weekend.

Tempat yang pertama kami kunjungi adalah Museum yang terletak di lantai dasar. Seingat Irma, museum itu biasa saja dan agak gelap. Irma dah pernah masuk monas pas jaman dia kuliah. Ternyata kondisi museum masih sama dengan yang diingat Irma. Di dinding museum terpampang banyak replika yang menggambarkan beberapa sejarah kemerdekaan Indonesia. Yang cukup menyedihkan, museum ini dipakai oleh pengunjung hanya untuk ‘ngadem’. Bahkan banyak yang tidur-tiduran di lantai. Haiyaaa.. stress lihatnya..😦

Selesai melihat puluhan replika yang ada, kami pun naik tangga ke pelataran cawan. Di sini ambil beberapa foto dengan tugu Monas dan bangunan-bangunan di sekitar kawasan Monas sebagai latarnya. It’s fun.

Hampir jam 4 kami ke luar dari Monas. Tujuan berikutnya adalah makan es krim di Ragusa. Sempat dulu foto dengan ondel-ondel Jakarta yang ada di salah satu pintu keluar Monas. Bayar sumbangan seadanya.

Untunglah kami tidak salah pilih pintu keluar. Kami cukup jalan kaki dengan santai kurang dari 10 menit untuk mencapai Ragusa. Tempat itu lagi ramai. Dan lagi-lagi kami beruntung karena segera bisa dapat meja. Kami mengajak satu pasangan untuk gabung di meja kami daripada mereka harus nunggu lebih lama untuk mendapatkan meja. Dan mereka mau😀

Aku pesan es krim rum raisin, Novi pesan es krim berbagai rasa (lupa namanya), Irma lagi ga boleh minum es. Harga es krim-nya agak mahal ya, satu scope es krim rum raisin dibandrol seharga 15rb. Mungkin karena terkenal banyak pengunjung yang cicip berbagai menu es krim nya.

Di depan Ragusa ini ada yang berjualan makanan seperti asinan sayur/juhi, sate ayam, otak-otak dan kue cubit. Irma akhirnya pesan asinan sayur, Novi pesan sate ayam. Satu porsi sate ayam Rp20.000,-. Mahal sih menurutku😦

Puas mengisi perut kami pun ke Sarinah Thamrin. Lanjut acara dengan nonton ‘The Iron Lady’, sebuah film yang berkisah tentang Margareth Thatcher. Film yang bagus. Meryl Streep tampil bagus sebagai Margareth Tatcher, pantes deh dia menang Golden Globes Award.

Selesai nonton dapat info kalo ABS ngajak makan malam. Kami nyantai-nyantai di Starbucks sambil nunggu ABS datang. Pas datang, dia malah bilang sudah makan malam. Asem tenan.. gini nih, suka miskomunikasi😦 Kita akhirnya ngobrol-ngobrol aja deh, di SB, ga jadi makan malam. Aku, Irma dan Novi baru tau saat itu dari ABS tentang tabrakan maut di Halte Tugu Tani yang menyebabkan 9 nyawa melayang. Serem benar.

Jam 9 malam, kami pun bubaran. Meski besok libur imlek, ga pengen pulang lebih malam lagi. Badan dah capek seharian diajak jalan.

GDI. Monas. Ragusa. Djakarta Theatre. Starbucks: some nice places to spend the day.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s