Trip Akhir Tahun 2011 – Kuala Lumpur

Standard

28 Des 2011 Jam 9 pagi aku sudah duduk manis di dalam Damri menuju Bandara. Lalu lintas lancar. Satu jam lebih dikit sampai di Soekarno Hatta. Bandara cukup ramai. Agak lama antri di proses check in. Pas mau giliranku, ada satu penumpang yang tidak bisa check in karena petugasnya minta si Mbak penumpang menunjukkan bukti bahwa dia bekerja di Malaysia. Kalo ga ada, diminta mengurus dulu Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri di salah satu counter di Bandara. Penumpangnya protes karena sebelumnya kartu ini tidak pernah diminta. Petugas check in keukeuh minta KTKLN itu. Mbak penumpang sampai telepon majikannya di Malaysia dan akhirnya dihubungkan ke petugas check in. Kembali petugas check in menerangkan tentang KTKLN itu, yang bisa diurus resmi dengan harga 220 ribu rupiah. Mahal juga.

Selesai urusan check in, aku langsung ke counter imigrasi. Di sini antri lagi sekitar 15 menit. Selesai proses imigrasi, aku berkeliling mencari lounge gratis dengan kekuatan kartu kredit, hehehe…  Akhirnya masuk ke salah satu lounge. Pas menandatangani struk, pelayan lounge-nya tanya kode penerbanganku. Saat aku kasih tahu, si pelayan bilang ‘wah Bu, dah mulai naik pesawat tuh’ sambil menunjuk layar di dinding berisi daftar  Airlines saat itu. Aku baca status kode penerbanganku  di  layar tersebut:  naik pesawat. Padahal boarding time menurut boarding pass adalah jam 11.10 wib, sedangkan saat itu masih jam 10.45 wib.  Seharusnya aku masih punya waktu 20 menit untuk ngopi-ngopi *bingung* Ga mau ambil resiko ketinggalan pesawat, akhirnya aku cuma minum segelas jus jeruk dan langsung menuju ruang tunggu. Dan benar ternyata, jam 11.10 itu baru masuk ruang tunggu, jam 11.30 baru masuk pesawat. Bettteeee..😦

Penerbangan ke Malaysia sekitar 2 jam dan tiba di KLIA hampir jam 3 sore waktu KL. Sesuai dengan petunjuk yang aku dapat sebelumnya, aku mencari stasiun bis untuk menaiki bis tujuan Puduraya. Hujan deras menyambut ketika sampe di Puduraya. Aku menunjukkan brosur hotel Cititel yang aku miliki dan supir taxi bilang ongkosnya RM35. Dia bilang macet di rute kawasan hotel tersebut. Dia bilang kalo ga percaya, pake argo aja. Tapi kan aku ga tau jalan, bisa aja dia ambil jalan yang panjang *negative thinking*. Akhirnya, setelah tawar menawar disepakati RM25 biaya taxi sampai ke Cititel Hotel.

Ternyata tidak ada macet yang diprediksi supir. Ga nyampe 15 menit aku sudah sampe di Hotel Cititel. Hmm.. kok hotelnya bagus gini ya, ada mal besar pula di sebelahnya. Bisa juga nih ntar sore jalan-jalan ke mall tersebut, batinku. Aku mendatangi resepsionis, memberikan copy voucher hotel, dan beginilah responnya ‘Mam, I think your voucher is not for this hotel, but for Cititel Express. You can see in this brochure that Cititel Express is in Jl. Bla..bla…. it’s about 20 minutes from here by taxi. You can take hotel taxi to get there’.  Dan aku harus bayar RM20 lagi untuk naik taxi ke Cititel Express yang sebenarnya. RM55 untuk biaya taxi yang sebenarnya jaraknya sangat dekat dari Puduraya. Damn!

Finally, nyampe juga di Cititel Express. Meski hotel kecil, kamar yang aku tempati cukup besar. Apalagi aku cuma sendirian. Sepertinya rombongan trip belum balik dari jalan-jalan mereka. Aku pun akhirnya mandi, dan tak lama kemudian keluar dari hotel untuk jalan-jalan sekitar hotel menikmati malam di KL. Saat ke KL Februari kemaren aku sempat menikmati kopi dan Kari di salah satu kafe Old Town White Coffee (OTWC) di Pasar Seni, dan aku cocok dengan rasanya. Makanya aku pengen dinner di OTWC lagi, yang sempat aku lihat cabangnya saat menuju hotel.

Setelah berjalan santai sekitar 30 menit, aku tiba di seberang OTWC. Ada seorang pria yang mau menyeberang dan kemudian menyapaku. Dia bertanya ‘orang batak ya?’. Eh.. ketemu orang sekampung ^_^ Dia kemudian nanya lagi ‘baru pulang kerja atau mau kerja?’. Aku jawab aku tidak bekerja di sini. Lebih banyak lagi pertanyaan, dan akhirnya aku bilang saja aku kerja di Medan. Sampai di seberang, aku langsung masuk ke OTWC dan pria itu jalan ke arah lain.

Sambil menunggu pesanan, aku berbalas-balasan BBM dengan Octa. Tiba-tiba pria itu nongol lagi dan langsung duduk di depanku tanpa diundang. Kayaknya dia tadi ga percaya waktu aku bilang mau dinner di OTWC. Jadi dia balik lagi, mungkin untuk memastikan aku memang tidak bekerja di OTWC, hahaha..

Bicara basa-basi, eh tiba-tiba dia bilang ‘kost saya dekat sini. Mau ke tempat saya?’. Ga tau ya, tapi bagiku itu ucapan melecehkan dibanding basa-basi ataupun satu bentuk keramahan. Jadi aku jawab aja ‘TIDAK’ dengan muka masam. Pas dia minta no hape, aku tolak dengan alasan males ribut dengan pacar di Medan. Akhirnya tuh cowok pergi juga sebelum makan malamku terhidang, hehehe..

Selesai makan, aku balik ke hotel dan memilih rute yang berbeda. Aku mampir sebentar di swalayan untuk membeli snack dan kopi sachet OTWC. Sampai di hotel langsung masuk kamar. Jam 10 malam di telepon Tour Leader, bilang besok check out hotel jam 8.30 pagi. Acara TV ga ada yang bagus, lagian juga sinyal nya jelek. Ada juga channel yang sedang menayangkan sinetron Indonesia, heheh.. Matikan TV. Tidur.

29 Desember 2011 Jam 7 pagi aku turun ke restoran hotel untuk sarapan. Aku masih belum melihat TL dan juga tidak bisa menebak mana peserta trip dari Brilliant Tour. Sarapan sendirian, aku pilih menu nasi goreng *standar banget*. Selesai sarapan, balik lagi ke kamar untuk mengambil tas dan check out.

Pas sampe di lobi lagi, sudah banyak orang dan beberapa aku kenali sebagai peserta tur BT karena tas-nya sama dengan punyaku. Warna oranye menyala😀 akhirnya ketemua juga dengan TL dan aku menyerahkan kunci kamar. Tas-tas dimasukkan ke bagasi bis, dan aku pun duduk di bangku nomor 4 dari depan.

City tour pun dimulai. Guide dari Malaysia pun memberitahu kalo ada peserta baru hari ini. Aku pun terpaksa berdiri menunjukkan muka ke seluruh peserta yang lain, hehhe.. Ternyata ya, mostly peserta tur lainnya mikir aku itu tinggal di KL, makanya ambil trip yang cuma ke Bangkok. Harus beberapa kali aku mengulang cerita untuk memberitahu mereka kalo aku itu tinggal di Jakarta, dan sehari sebelumnya terbang sendiri ke KL untuk menyusul mereka😀

Perhentian pertama adalah berfoto dengan latar belakang menara kembar. Sudah rame aja orang dari berbagai tur di sini padahal masih pagi. Ga pake acara masuk ke dalam mal. Ini salah satu ga asiknya ikut trip, belum puas foto-foto sudah harus berangkat lagi. Cuma dikasih waktu 15 menit aja loh. Foto bersama aja dah butuh waktu lebih dari 5 menit. Aku sih no problem, karena bulan Februari kemaren  sudah puas berjam-jam berada di kawasan Suria Mall itu. Siang hari dan malam hari, hehehe..

Dari Menara Kembar, tur dilanjutkan ke toko coklat. Kalo ke sini aku belum pernah, heheh. Setelah mendengarkan penjelasan singkat berbagai jenis coklat yang dijual di toko tersebut, kami pun berkesempatan mencicipi sekitar 6 rasa coklat. Banyak juga peserta trip yang beli. Kalo aku mah tetap berhasil mengendalikan diri. Yang penting dah icip rasanya *turis kere*

Hampir  45 menit kami berada di toko Coklat. Setelah itu perjalanan  dilanjutkan ke gedung bekas Istana Negara yang lama dan ke Lapangan Merdeka yang di sekitarnya banyak bangunan pemerintahan dengan model yang indah. Lagi-lagi hanya sebentar di dua tempat terakhir, sekedar foto-foto seadanya. Aku yang ingin menyeberang saja agar bsa dapat angle foto yang lebih baik, tidak diijinkan ama tour guidenya.. ihhh.. bête deh…

Perut sudah lapar😀 kami pun dibawa makan siang di satu restaurant yang menyajikan makanan halal bercita rasa oriental. Rasanya lumayan lah. Selesai makan siang lanjut ke pemberhentian terakhir, yaitu Mall Sungai Wang di kawasan Bukit Bintang. Lagi ada sale sepatu Keith & Sales. Para wanita langsung menyerbu ke toko K&S, termasuk aku. Cuma sebentara aja, aku dah bosan. Akhirnya aku keliling sampai lantai ke-3 dan tidak menemukan hal yang menarik. Aku masuk ke starbucks yang ada di Mall itu, pengen cari tumbler SB yang bukan made in china. Ga ada. Semuanya made in china. Sempat ngelirik ke daftar harga, untuk frappucino ukuran tall seharga RM14. Lebih mahal dibanding harga di Indonesia😀

Aku lalu memutuskan keluar dari mall. Matahari bersinar maksimal, puanas poll… Aku jadi ingat apartemen milik Riyani Wong tempat kami menginap dulu ada di kawasan Bukit Bintang ini. Aku menyeberang dan menuju Pavilion Mall. Dari kejauhan aku melihat ada banyak patung di halaman depan Pavilion Mall. Setelah sampai, ternyata memang lagi ada pameran patung berbagai Negara. Sebenarnya bentuk patungnya sama, yaitu patung (seperti) beruang , tapi diberi lukisan yang mencerminkan Negara yang diwakili. Kalo dari Indonesia, diberi lukisan batik.

Jam 3 kurang aku kembali ke meeting point di lobi depan Mal Sungai Wang. Wah, ada peserta trip yang beli koper gede warna pink. Sepertinya pasti akan shopping besar-besaran di Thailand ntar, hehehe.. Aku tetap berjaya dengan tidak membeli barang apapun, heheheh..

Jam 3 sore bis pun bergerak menuju Bandara LCCT. Dalam bis, TL membagikan kartu imigrasi Thailand yang sudah diisi lengkap plus boarding pass. Sampai di LCCT, semua peserta siap-siap memasukkan koper ke bagasi. Sambil menunggu antrian, aku ngobrol dengan salah satu keluarga Batak yang ikut trip ini., keluarga Pak Tamba Mereka berlima terdiri dari Ayah, Ibu, dan 3 orang anak yang sudah cukup dewasa (1 anak laki-laki dan 2 anak perempuan).

Aku ngobrol dengan sang Ibu. Aku awali dengan keterangan kalo aku orang Batak juga, Batak Karo tepatnya. Eh, ternyata si Ibu beru Sembiring, kayak mamak-ku. ^_^ Dan aku menemukan kesamaan lainnya yaitu: Anak laki-lakinya alumni akuntansi UGM (sama dengan aku), anak perempuannya sedang kuliah di ITB dilayani pelayanan yang sama dengan aku pas di Yogya dulu, dan sang Ibu alumni Smansa Medan juga seperti aku. Sungguh kebetulan yang menakjubkan bagiku, hehehe…

Selesai drop bagasi, peserta trip mulai berpencar. Yang penting sudah harus masuk ruang tunggu 1 jam sebelum terbang. Aku berkeliling sebentar dan akhirnya menuju counter imigrasi. Lepas dari counter imigrasi aku masuk ke ruang tunggu ini. Saat pemeriksaan tas, aku baru sadar foot spray lupa aku masukkan ke dalam tas bagasi. Di sita deh😦 *padahal tuh foot spray baru dipake 3x*

Jam 18.45 waktu KL, Air Asia on time terbang menuju Bangkok. Goodbye Kuala Lumpur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s