Ironi

Standard

Beberapa waktu yang lalu ada yang menulis di milis kisah tentang teman kantornya yang meninggal karena pusing kepala yang tidak biasa. Setelah diperiksa oleh dokter, pusing kepala itu disebabkan karena ada parasit berbahaya di dalam otaknya. Bagaimana mungkin parasit itu bisa berada di otaknya? Menurut cerita rekannya yang lain, parasit pembunuh itu diduga berasal dari salad sayuran yang dia makan waktu dia ke Kuba. Parasit ini biasanya ada di tubuh tikus. Ketika tikus buang kotoran, kadang si parasit ikut keluar dalam kotoran itu. Salah satu pemakan kotoran tikus adalah keong. Nah, keong kecil ini suka nempel atau buang kotoran di sayuran. Saat sayuran diolah untuk salad, biasanya dipertahankan dalam kondisi segar, jadi kemungkinan besar sisa kotoran keong/siput di sayuran tidak terbuang bersih pas pencucian sayur. Tampaknya teman ini makan salad yang tidak dicuci bersih ini. Jadilah si parasit itu masuk ke tubuhnya dan parasit ini nebeng saluran darah lalu merasa nyaman berada di otak dia yang akhirnya membuat orang ini meninggal.

Menyeramkan bukan? Aku saja bergidik saat membacanya, apalagi beberapa jam sebelumnya makan lalapan timun saat dinner di salah satu warung makan.

Makan sayur selalu menjadi syarat kalau ingin hidup sehat dan salad adalah salah satu makanan sayur yang favorit. Jadi betapa ironisnya karena makan salad malah jadi cepat ke alam baka padahal tujuan awalnya agar hidup sehat hingga bisa panjang umur. Dan ini semua gara-gara tidak bersih saat mencuci sayur😦

Bila sabtu tiba, kadang pagi-pagi aku ke pasar untuk belanja persediaan bahan makanan selama satu minggu. Menuju ke pasar aku akan melewati rumah-rumah penduduk yang ada ada di tepi selokan. Di sepanjang perjalanan aku bisa melihat aktivitas pagi-pagi para penghuni rumah. Ada yang bakar ayam untuk dijual di warungnya, ada yang sudah siap dengan dagangan buah potongnya, ada yang menyuapi makan anak balitanya, ada yang masih tidur-tiduran. Semuanya terlihat biasa saja seharusnya, tapi tidak itu yang aku pikirkan.

Aroma udara tentu saja tidak segar karena selokan yang penuh sampah itu. Lalat-lalat beterbangan. Pemukiman yang kotor. Aku tidak bisa membayangkan air apa yang dipakai penjual buah potongan itu untuk mencuci buah-buah tersebut. Air apa yang dipakai para pemilik warung makanan dalam proses memasak makanan yang mereka jual. Apa para penjual tersebut memikirkan kesehatan para pembelinya? Rasanya itu harapan yang terlalu berlebihan ya.

Kita juga tidak pernah tahu bagaimana standar kebersihan di restoran-restoran yang terlihat mentereng. Zaman sekarang sudah banyak resto dengan konsep open kitchen, di mana kita bisa melihat sendiri proses para koki memasak makanan. Dengan konsep ini mungkin lebih memberikan rasa nyaman karena kita bisa lihat kehigienisan dalam proses membuat makanan. Walaupun itu juga tidak menjamin bahan makanan yang dipake sudah dicuci dengan bersih.

Pada akhirnya makanan dan minuman yang diolah sendiri oleh penghuni rumah kita (biasanya ibu kita) selalu lebih terjamin untuk kebersihan dan kesehatannya. Ada unsur kasih di dalam proses pembuatannya karena para Ibu pasti memikirkan kesehatan anggota keluarganya yang akan mengkonsumsi masakannya.

Jadi ingat juga dengan Ibu kost-ku lima tahun terakhir ini. Setiap hari dia memasak untuk anak-anak kostnya. Aku merasakan sungguh kasihnya disetiap masakannya yang aku santap. Walau sebagai anak kost sering aku bertingkah, menggerutu karena masakannya yang itu-itu saja atau makanan tadi pagi yang dihangatkan lagi saat malam hari (dan sebaliknya juga), namun aku menyadari makanan yang dibuat Ibu kost selalu lebih bersih dan sehat (walau belum tentu lebih enak) dari makanan di warung makanan.

Banyak jalan menuju kematian dan hanya satu jalan menuju keselamatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s