Ujian Jam Karet

Standard

Bulan Agustus yang baru saja berlalu merupakan bulan ujian kesabaran bagiku. Bukan karena Agustus kemaren lagi bulan Ramadhan, toh aku juga tidak puasa. Namun karena tiga minggu terakhir, aku menghadapi beberapa situasi yang menguji kesabaranku. Tema situasinya sama: tidak menghargai waktu dan janji.

Hasilnya? Aku gagal😦

Setelah berkali-kali mendapatkan ingkar janji dan jam karet, kesabaranku bobol. Aku ‘ngamuk’ dan Je menjadi korban amukanku. Diskusi PA K2 tentang ‘Kesabaran’ sebanyak 5 bab menguap entah kemana. Sorry Je.

Sudah sering aku mendengar istilah ‘orang sabar disayang Tuhan’. Aku pikir-pikir, seharusnya kalimat tersebut itu ada lanjutannya. Terlalu indah bila hanya berhenti sampai situ. Mungkin lebih tepat begini:

orang sabar disayang Tuhan dan (mungkin) sering dikecewakan manusia.

Inilah realita kehidupan. Semakin kita mengerti kebenaran semakin sering kita dihadapkan pada situasi yang menguji pemahaman kita tentang kebenaran itu. Tuhan itu baik. Dia tidak hanya mengajarkan kebenaran, namun Dia juga mengijinkan situasi-situasi terjadi sehingga kebenaran itu bukan cuma sekedar teori, namun kebenaran itu menjadi kenyataan yang memerdekakan hidup kita.

Sekarang sudah memasuki bulan September 2011. Masih panjang hari-hari di depanku. Masih akan banyak ujian kesabaran menanti untuk dilewati. Hanya bisa bersandar pada kekuatanNya. Have a blessed September, Nde!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s