Refreshing Dengan Reksadana

Standard

Seorang teman, kemaren itu di email nulis bahwa kegiatan cek saldo rekening menjadi salah satu cara dia refreshing ketika kepenatan bekerja melanda. Saat pertama baca, aku tersenyum dan ketawa dalam hati. Lucu juga caranya. Tapi setelah aku pikir-pikir lagi, eh..itu benar loh. Aku pun tanpa sadar telah melakukan refreshing dengan cara itu satu tahun terakhir ini. Sejak mengubah cara menabung.

Caraku dulu menabung: setelah terima gaji, transfer sejumlah tertentu ke rekening yang atm-nya disimpan di kost (biar ga bisa diambil-ambil). Sesudah mencapai jumlah yang cukup, tabungan tersebut didepositokan untuk kurun waktu tertentu. Pas ada pengeluaran cukup besar, misal mudik pas Natal/akhir tahun, maka deposito tersebut dicairkan.

Nah, bulan Juni 2010 aku mulai menabung dengan cara membeli reksadana. Kesannya aku kaya ya? Heheheh… Kesan yang sama yang aku pikirkan ketika dulu mendengar teman-temanku ada yang bisa beli reksadana. Setahu aku, waktu itu, untuk membeli reksadana setidaknya butuh duit sebanyak 10 juta rupiah. Beuh.. banyak amat.

Tapi ternyata bisa loh beli reksadana hanya dengan uang 100 ribu rupiah. Berdasar info dari teman yang sudah punya reksadana ’murah’ dan tanya-tanya di Om Gugel tentang apa dan bagaimana itu reksadana, akhirnya aku buka rekening di Commonwealth Bank. Prosedur-nya gampang, seperti prosedur buka rekening biasa. Plus-nya, nanti kita akan disuruh memilih jawaban dari pertanyaan pilihan berganda. Dari jawaban kita akan langsung bisa dianalisa kita termasuk tipe ’investor’ seperti apa. Lalu kemudian kita akan mendapatkan token untuk bisa bertransaksi membeli/menjual reksadana, cek saldo, transfer/melakukan pembayaran melalui internet banking. Jadi, kita ga perlu bolak balik ke bank. Sampai sekarang, aku baru sekali ke kantor Commbank, ya pas buka rekening itu. Setelah itu semua transaksi melalui internet banking dan ATM.

Sekarang aku punya beberapa jenis produk reksadana. Setiap bulan aku tambahkan saldonya sebagai bentuk komitmen menabungku. Hampir setiap minggu aku buka internet banking untuk mencek perkembangan saldo reksadana yang kupilih. Kadang nilainya turun, tapi lebih sering naik, hehehe.. Dan benar, ini menjadi salah satu cara yang baik untuk lepas sejenak dari keruwetan pekerjaan kantor😀

Dua bulan yang lalu aku mencairkan satu reksadana-ku yang telah aku cicil pembeliannya selama 12 bulan. Aku mendapatkan return 12% net. Bandingkan dengan bunga deposito yang rata-rata 5.5% gross dan minimal harus 8 juta rupiah. Not bad, huh?

So.. pengen refreshing? Buka reksadana dan rutin cek saldonya.. *mumpung sudah dapat te-ha-er*

2 responses »

  1. mbak, bole minta kontaknya ga ? saya ingin minta pencerahan ttg reksadana, lagi tertarik banget ikutan reksadana nih🙂 thanks

  2. Pingback: Tahun Investasi | Ndepurba

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s