Trip Cirebon: Part-2

Standard

Minggu 17 Juli 2011. Jam 5.30 aku dan Irma naik becak menuju GKI Pengampon. Surprise melihat jumlah jemaat yang cukup banyak hadir di ibadah jam 6 pagi. Sudah lama ga merasakan suasana ibadah di GKI. Khotbah saat itu bertemakan mengenai kesabaran dalam menjalani hidup. Jadi ingat dengan PA Kesabaran-nya K2, hehehe..

Jam 7.15 ibadah selesai dan kami dijemput oleh Pak Rani.

Kembali ke hotel untuk sarapan dan bersiap-siap check out. Novi keluar sebentar beli kopi di Dunkin Donat sebelah hotel. Ketika urusan administrasi penginapan selesai, tas-tas dibawa masuk ke dalam mobil. Tiba-tiba Novi ingat kopi yang dia beli ketinggalan di kamar dan balik lagi ke kamar. Ternyata kopi tersebut sudah dibuka dan diminum oleh pegawai hotel yang bersih-bersih. Ya ampun… padahal kami belum ada 5 menit check out dan masih juga ada di parkiran hotel. Seharusnya mereka masih bisa mengejar kami untuk bilang ada barang yang ketinggalan. Ck..ck..ck..

Destinasi kesembilan: Berburu oleh-oleh di Pasar Kanoman. Toko yang didatangi adalah toko oleh-oleh ’Shinta’ yang sepertinya cukup terkenal di Cirebon. Ada berbagai jenis manisan dan sirup yang diproduksi sendiri oleh toko ini, selain berbagai cemilan seperti rengginang, sambal petis, rempeyek, dan lain-lain. Aku sempat mencicipi sirup jeruk nipis buatan toko ini. Rasanya tidak seperti air jeruk nipis yang biasanya aku minum. Mungkin mereka menggunakan jenis jeruk yang berbeda. Aku tidak membeli apapun di toko ini.

Setelah dari toko Shinta, kami jalan-jalan sebentar melihat dagangan yang dijual di Pasar Kanoman ini. Aku malah beli jajanan pasar Serabi Pisang dan bolang-bolang. Murah dan enak, wkwkwk..

Destinasi kesepuluh: Kawasan Batik Trusmi. Ini adalah tujuan utama trip kali ini yaitu berburu batik di desa Trusmi. Kami tiba di kawasan belanja ini jam 10 pagi. Langsung deh ngubek-ngubek berbagai toko yang berjejer di sepanjang jalan. Setiap masuk toko, kami harus melepas alas kaki. Ternyata, konsep yang diusung di sini adalah belanja santai seperti berada di rumah. Jadi, di dalam toko pasti ada tempat di mana kita bisa duduk santai di atas karpet/tikar sambil melihat berbagai jenis batik yang ada di toko itu.

Kami cukup lama berada di rumah batik Ibu Masrini yang letaknya agak masuk gang. Di rumah ini si pemilik maupun pelayan sangat ramah dan menjawab semua pertanyaan terkait dengan batik. Di depan rumah ada ‘bale’ yang dijadikan tempat untuk mencanting. Di rumah ini kami baru tahu juga kalo mereka melayani penjahitan kain batik yang dibeli dengan ongkos jahit yang (sangat) murah. Misal harga kainnya 50rb, maka kita cukup menambah ongkos jahit 20rb, maka jadilah satu baju. Bila kita sudah punya sketsa pakaiannya, lebih baik lagi. Kain yang selesai dijahit akan dikirim ke alamat yang kita berikan. Tentu saja biaya kirim menjadi tanggungan pembeli. Ongkos jahit baju 20rb, mana ada di Jakarta, hehehhe…

Waktu tak terasa berlalu. Ada sekitar 5 jam kami masuk keluar toko dan Novi jadi juara dengan beli 6 buah baju terusan ^_^  Ternyata jarak toko pertama dengan toko terakhir tidak sampai 200 meter tapi rasanya kok kaki ya pegel amat ya..

Jam empat sore kami meninggalkan kawasan batik trusmi menuju Stasiun Cirebon. Kereta berangkat jam 5 sore. Masih sempat membeli oleh-oleh untuk teman-teman kantor dari sisa urunan trip. Pak Rani membawakan beberapa tas kami dan mengantarkan sampai ke dalam kereta. Gerah sekali, baju basah dengan keringat.

Kereta berangkat ontime, namun kali ini banyak penumpang yang tidak dapat tempat duduk, dan akhirnya duduk di lorong pas di samping tempat duduk kami. Dan yang mengesalkan, ada beberapa pria yang merokok di dalam kereta. Menyebalkan😦

Sepanjang perjalanan kembali ke Jakarta, cuma Novi yang tidak tidur. Yang lainnya tewas. Saat agak terjaga aku mendengar salah satu penumpang ada yang mau turun di Stasiun Bekasi, padahal tadi Ita dapat info di bagian informasi stasiun Cirebon bahwa kereta CirEx yang berangkat jam 5 sore dari Cirebon tidak akan berhenti di Stasiun Bekasi. Konfirmasi ulang ke petugas yang cek tiket dan ternyata kereta kami berhenti di Stasiun Bekasi. Oalaahh.. kok bisa beda-beda gini informasinya. Padahal tadi Ita dah pusing memikirkan berbagai alternatif bagaimana cara suaminya menjemput dia ke Gambir.

Jam 8 malam kereta tiba di Gambir, perjalanan trip pun berakhir.

Berikut itenerary dan biaya trip kali ini:

Waktu Kegiatan  Biaya (Rp)
Hari Sabtu:
6:00 AM Berangkat dengan Cirebon Express (Business Class)         280,000
9:30 AM Tiba di Cirebon
10:00 AM Breakfast: Serabi Cirebon          26,000
11:00 AM Keraton Cirebon / Gua Sunyaragi          75,000
12:00 AM Lunch: Empal Gentong          68,000
1:00 PM Menuju Kuningan
– Rumah Perjanjian Linggar jati          30,000
– Curug Sidomba          27,000
5:00 PM Kembali dari Kuningan
6:00 PM Check in (Hotel Priangan)         315,000
7:00 PM Dinner: Mie Koclok Cirebon          72,000
Hang Out di Alun-Alun Cirebon
9:00 PM istirahat
Hari Minggu:
7:00 AM Breakfast: Disediakan Hotel
8:00 AM Check Out
8:30 AM Pasar Kanoman: Berburu oleh-oleh Cirebon  40,000
10:00 AM Berburu Batik Trusmi
12:00 AM Lunch: Nasi Lengko dan Satai Ayam          78,500
1:00 PM Melanjutkan berburu batik
4:00 PM Menuju stasiun kereta
5:00 PM Kembali ke Jakarta (Cirex Business Class)         280,000
Sewa Mobil 2 hari         795,000
Lain-lain (Parkir, Minuman, Snack, Tip)         163,500
Foto-Foto  Priceless
Total     2,250,000
Urunan Per orang       562,500

-Selesai-

One response »

  1. Pingback: Kilas Sebentar Trip 2011 « Ndepurba

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s