Kesabaran

Standard

Selasa malam kemaren, sebagaimana yang sudah disepakati, K2 kembali bertemu di Bellagio. Kami akan melanjutkan PA tentang kesabaran menurut Alkitab dengan menggunakan buku dari RBC sebagai bahan PA kami.

Selama ini, sudah 4x pertemuan, yang hadir semuanya wanita single😀 Kalo para wanita sudah berkumpul, bisa dipastikan sharing-nya akan sangat banyak dan seru. Maka dapat dipastikan juga waktu 3 jam itu sebenarnya tidak cukup untuk satu kali pertemuan. Namun, mengingat keesokan harinya masih harus ke kantor dan jam operasional busway juga akan segera berakhir, maka mau tidak mau setiap pertemuan harus berakhir paling telat jam 21.30 wib🙂

Aku percaya, tidak kebetulan aku berada dalam komunitas ini, mengingat apa yang aku alami sekarang. Rata-rata kami punya pengalaman/pergumulan yang sama – selain pergumulan klasik sepanjang masa ituhh –   yaitu kesabaran merawat anggota keluarga yang sakit. Di pertemuan semalam aku mendapatkan penguatan yang sangat berarti dari sharing para teman tentang kesabaran merawat orang sakit.

Apa saja itu?

Pertama, kita tidak pernah tahu rasa sakit yang dirasakan oleh mereka yang sakit. Jadi, jangan mengira-ngira apalagi sampai membandingkan. Temanku cerita, bagaimana adik laki-lakinya merasa tawar hati ketika perawat merespon kesakitan adiknya saat disuntik dengan berkata ’masa sih sakit banget..? Masih lebih sakit melahirkan loh…’. Mungkin ketika melihat seseorang, kita berpikir: ’kayaknya nih orang dah baikan deh, masa sih nelan makanan lembut kayak bubur gini aja ga bisa? Manja kali pun..’ Mungkin kita pernah mengalami penyakit yang sama, perawatan yang sama. Namun, respon tubuh manusia tidak pernah selalu sama satu dengan yang lainnya. Jadi, tahanlah lidah untuk mengucapkan hal-hal yang mungkin akan menyakitkan hati yang mendengarnya. Lagian, kita juga pasti ga mau bertukar posisi/keadaan dengan yang sakit kan?

Kedua, kita bersabar untuk sesuatu yang berharga. Kita tidak mungkin bersabar untuk sesuatu yang murahan. Jadi, saat orang yang kita rawat bukannya berterima kasih dengan ’kebaikan’ kita malah justru memaki-maki kita, ingat kembali apa yang kita inginkan dari kesabaran kita itu, yaitu kesembuhan/kesehatan mereka yang sakit, hidup mereka yang lebih baik. Sesuatu yang berharga. Mungkin tanpa kita sadari, kesabaran kita menjadi teladan yang dilihat banyak orang yang akhirnya menolong orang tersebut melihat kebaikan Tuhan. Bahkan bukan hal yang mustahil akan terjadi suatu pertobatan! Malaikat di surga bertepuk tangan. Ajaib Tuhan bekerja.

Tuhan bukan saja menyembuhkan/menjamah yang sakit, Dia juga memberikan pemulihan kepada mereka yang bersabar merawat orang yang sakit.

Untuk teman-teman K2, kalian salah satu bukti nyata Tuhan mengasihiku. Lopyupul!

2 responses »

  1. Yup,… betul KK,… membacanya saja aku sudah merasa terberkati, apalagi kalau aku dengar langsung sharing-nya KK. Sepertinya aku kehilangan moment berharga waktu PA K2 kemarin.

    Tetap semangat KK. JBu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s