Uang*

Standard

Apa yang dicari orang? UANG!

Apa yang dicari orang? UANG!

Apa yang dicari orang,

Pagi petang siang malam?

Bukan Tuhan Yesus UANG..UANG..UANG..

Merasa familiar dengan kata-kata di atas? Atau bahkan bisa kamu nyanyikan? Kalo bisa, waaa.. mungkin kita satu alumni sekolah minggu, hehehe.. Iya, kata-kata di atas itu lirik lagu sekolah minggu yang dulu sering dinyanyikan. Kalo dilihat dari liriknya, sepertinya lagu itu diciptakan untuk menyindir orang tua yang saking rajinnya kerja sampe lupa ke gereja ^-^

Berstatus sebagai pegawai swasta di belakang meja seperti aku tentunya berakibat hanya punya satu sumber penghasilan, yaitu dari gaji kantor yang jumlahnya samaaaaa terus setiap bulannya sampai ada penyesuaian dari manajemen kantor. Atau ada perubahan tarif pajak penghasilan. Ga pernah tuh dapat komisi apa gitu, karena emang ga ada target penjualan yang harus dikejar layaknya bagian sales. Mungkin ritme kerja ga bikin sering degdegan karena harus mencapai suatu target, tapi ya setiap bulan terpaksa nrimo terima segitu-segitu aja meskipun banyak hari dalam satu bulan harus lembur sampai malam.

Pengen deh rasanya punya penghasilan selain dari kantor. Apa ya pilihannya?

Well, ada teman yang menawarkan untuk jadi pengajar tidak tetap. Tertarik sih.. tapi mengingat jadwal mengajar di sore/malam hari selepas jam kerja, kayaknya berat ya. Pertimbangannya sih jalanan Jakarta yang gilaaaaa macet-nya, kadang macet sepanjang hari. Beruntung aku ga punya kendaraan pribadi, jadi ga harus berlelah di belakang kemudi menunggu dalam kemacetan. Ojek adalah pilihan terandal untuk mencapai satu lokasi dengan cepat di tengah kemacetan. Tapi ongkos-nya lumayan merogoh kantong.. belum lagi kalo hujan.

Gimana kalo ngajarnya pas wiken? Nah, ini aku lebih setuju.. Tapi, kalo ngajar pas wiken, brarti kesempatan trip yang biasanya dilakukan pas wiken harus rela dilewatkan. Tetap berat. Jadi mengajar, coret dulu lah ya.. hihhi..

Bagaimana kalo dari bunga deposito? Dengan tingkat bunga deposito yang cuma maksimal 7% setahun itu, manalah terasa return-nya kalo duitnya cuma 10 juta. Kalo ratusan juta, baru deh agak terasa. Masalahnya, aku ga punya duit ratusan juta, hihhihi…. So, deposito juga coret.

Belakangan ini sudah sangat banyak sekali tawaran untuk bisnis online, bisnis di dunia maya. Nah, aku mau cerita tentang bisnis online ini, tapi di tulisan berikutnya ya..

*satu pengantar yang terlalu panjang

One response »

  1. Nggak sabar dengan lanjutan ceritanya. He..he..bisnis online yang satu ini layak untuk dicoba, dek…Hm…hm…tapi perlu kerja keras dan ketekunan. Kami juga sedang dalam jalur kerja keras dan ketekunan itu….Amin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s