It’s only between me and God

Standard

Libur Jumat Agung kemaren aku mudik lagi ke Medan, kali ini mudik abidin alias atas biaya dinas🙂. Tanggal 25-26 April kebetulan aku harus ke Medan untuk mengurus NPWP Kantor cabang di Medan, jadi aku putuskan berangkat ke Medan lebih awal.

Selama 5 hari di Medan, setiap malam aku tidur di tempat yang berbeda-beda. Malam pertama di RS. Bina Kasih, malam kedua di RS. Adam Malik, malam ketiga di rumah kakak dan malam terakhir di hotel yang jadi fasilitas dinas. Pengalaman yang unik!

Menginap di rumah sakit jadi pilihan karena aku ingin menjaga Bapak dan ’membebastugaskan’ Mamak sementara dari kewajiban menemani Bapak selama 2 malam. Pada malam-malam ‘ronda’ itu, aku tidak bisa tidur karena setiap jam Bapak terbangun dan ke toilet karena diare. Kami sama-sama ’lelah’ menantikan munculnya matahari😦

Di dua malam itu, saat Bapak kembali berbaring di tempat tidur setelah dari toilet, maka aku akan memastikan selimut sudah menutupi badan dan kakinya agar Bapak jangan kedinginan. Sering aku memandang wajah Bapak saat dia tidur dan berkata dalam hati ’he is so old and weak now’. Kekuatannya di masa muda tertelan waktu.

Dalam kondisi yang seperti ini, kondisi sakit (susah), dalam perenungan singkat yang sering aku pikirkan, aku sampai pada satu kesimpulan. Pada akhirnya semua urusan hanyalah antara antara satu pribadi manusia dan Tuhan. Antara Bapak dan Tuhan. Antara aku dan Tuhan.

Lihat keadaan Bapak. Tidak seorang pun yang bisa diandalkan. Tidak istrinya, tidak anak-anaknya. Mamak punya keterbatasan dengan usianya yang hampir sama dengan Bapak, mulai lamban berpikir dan bergerak. Anak-anaknya, termasuk aku, tidak bisa 24 jam mendampingi karena keterbatasan jarak dan juga punya urusan lain yang tidak kalah pentingnya. Saudara-saudara Bapak (tante dan paman) juga bisa tidak selalu mendampingi karena mereka pun punya kehidupan sendiri yang harus diurus dan dijalani.

Di dalam keadaan seperti ini, betapa mengerikan bila kita tidak punya Tuhan. Sama parahnya bila kita merasa punya Tuhan tapi tidak punya hubungan yang dekat dengan Dia. Betapa pentingnya punya hubungan yang dekat dengan Tuhan, dalam segala keadaan!

Aku menyampaikan pemikiran ini kepada seorang teman single yang sama-sama punya pergumulan mengenai pasangan hidup. Temanku cerita betapa dia down dengan keadaannya seperti sekarang, for still being single. Dia ’marah’ sama Tuhan karena merasa keadaan single-nya membuat orangtuanya tidak bahagia. Dia merasa tidak dekat dengan Tuhan, bahkan secara sengaja menjauhi Tuhan. Aku sih tidak beda jauh dengan dia, jatuh bangun dalam menjalin hubungan dekat dengan Tuhan.

Pas saat ibadah minggu kemaren, Pdt. Charles Kamasih menyampaikan Firman yang bertemakan hubungan dengan Tuhan. Ini bukan suatu kebetulan.

Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.” (Matius 26:40-41)

Dalam waktu 24 jam sehari, berapa menit waktu yang dialokasikan untuk diam dalam hadiratNya? 5 menit, 10 menit, 20 menit? Tuhan minta minimal 1 jam! Satu jam bersama Tuhan di awal hari akan mempengaruhi suasana hatimu di 23 jam berikutnya.

Aku membaca ulang buku ’the Purpose Driven Life’ saat mudik abidin kemarin. Kembali aku disegarkan dengan tujuan aku dihadirkan di dunia ini. Aku ada karena Allah yang merencanakan keberadaanku. Aku ada untuk kesenanganNya dan Dia senang bila aku memiliki hubungan yang dekat dengan dia.

Well, at last, it’s only between me and God.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s