Trip Seoul Maret 2011 – 1

Standard

Kali ini aku mau menceritakan trip-ku ke Seoul (ibukota Korea Selatan) akhir Maret kemaren. Bagi aku yang bukan pecinta drama Korea, maka adalah sebuah anugerah (yang mungkin disiriki orang lain) bisa berada di Seoul selama 7 hari.

Yuk kita mulai. Cekidot!

Peserta.

ki-ka: yanti, ndepur, shinta, roma, titin @ NSeoul Tower

Trip kali ini dilakukan oleh 5 wanita manis yang sama sekali belum pernah ke Seoul, yaitu Shinta (leader), Yanti, Titin, Roma dan aku. Tiga nama pertama cinta banget dengan Korea sebagai efek samping nonton film/drama Korea, nama berikutnya ya so so lah dengan drama Korea, dan yang terakhir (aku) tidak tahu apa pun tentang Korea dan tidak suka nonton film/drama Korea. Sampai dengan H-1, aku hanya berhasil nonton satu film Korea sampai selesai dan makan 2 bungkus mie instant Korea, hehehe..
Thanks to Shinta, Yanti dan Titin yang sudah susun semua itinerary selama di Seoul dan mencari rute how to get to all those places.

Cuaca
Suhu udara di Seoul pada akhir Maret kemaren rata-rata 5 derajat celcius. Brrr..dingin.. Aku cukup cepat beradaptasi karena beberapa waktu sebelumnya pernah merasakan suhu udara di bawah nol derajat. Sampai dengan hari ke-3 aku masih menggunakan longjohn untuk menghangatkan badan, namun di hari seterusnya say goodbye to longjohn.

Mata Uang
Mata uang KorSel adalah won. Pada saat menukar rupiah ke won di Jakarta, aku dapat harga Rp.8/won. Temanku yang kehabisan won di Seoul, terpaksa menukarkan USD-nya di salah satu money changer di Myeong Dong dengan nilai tukar 1 USD = 1100 won. Kenapa terpaksa? Karena rupiah ga diterima di money changer tersebut😦

Transportasi
Kami terbang ke Seoul dengan Garuda Airlines dan membayar 4.5 juta rupiah untuk tiket pergi pulang. Murah? Dengar-dengar sih begitu karena harga normalnya bisa mencapai 9 juta rupiah. Kami bisa dapat harga promo karena membelinya pada saat Garuda Fair bulan November 2010 yang lalu. Jakarta – Seoul ditempuh kurang lebih dalam waktu 7 jam. Waktu Seoul lebih cepat 2 jam dibanding Jakarta.

Selama di Seoul kami kebanyakan menggunakan subway(kereta) dan jalan kaki. Kami memutuskan membeli T-Card yang bisa diisi ulang. Harga Tcard kosong sebesar 2000 won. Kami mengisi Tcard tersebut dengan pulsa sebanyak 12.500 won. Tcard tersebut juga bisa dipakai untuk membayar taksi dan bis.

Untuk subway, ketika masuk ke dalam stasiun keberangkatan, pulsa Tcard langsung dipotong 900won. Apabila stasiun tujuan kita cukup jauh, maka ketika keluar dari stasiun Tcard kita bisa jadi dipotong lagi sejumlah kekurangannya. Aku pernah perhatikan pulsaku dipotong 100 won ketika keluar dari stasiun.

Sistem subway di Seoul sedikit rumit karena banyak jalur dan interchange, namun bisa diikuti karena petunjuk jalannya cukup jelas dan banyak dalam stasiun. Usahakan jangan sampe ’tersesat’ karena sulit bertanya dengan petugas sekitar atau penumpang lain secara bahasa inggris mereka jauh dari level pas-pasan.

Bahasa
Mostly orang Korea tidak mengerti bahasa Inggris, jadi kami sering banget berbahasa tarzan karena kami juga tidak ada yang bisa berbahasa Korea😀 Kami pernah masuk rumah makan yang pelayannya bahkan tidak mengerti ’chicken’ or ’pork’ ketika kami menanyakan makanan yang ingin kami pesan terbuat dari apa. Padahal rumah makan tersebut terletak dekat di kawasan turis (Myeong Dong). Akibatnya ada teman yang tanpa sengaja mengecap kuah makanan yang ternyata di dalamnya ada daging babi.

Penginapan
Dua malam pertama kami menginap di Yoo’s Family Guest House, sebuah penginapan dengan konsep rumah tradisional Korea (Hanok). Kami membayar 68.000 won per orang untuk 2 malam. Di masing-masing kamar disediakan 2 kasur tipis, satu selimut dengan ketebalan yang sama dengan si kasur. Tidak ada lemari, tidak ada TV. Penghangat ruangan sepertinya di tanam di dalam lantai karena lantainya terasa agak panas (hangat). Untuk toiletries disediakan handuk kecil, sabun batangan, sampo sachet dan 5 gulungan tisu.

Untuk kami ber-5, di dapur sudah tersedia 2 botol air minum @ 2 liter, 3 botol jus @ 1 liter di dalam kulkas, toaster, microwave, gelas kertas, roti tawar (refill), selai, butter, kopi dan teh sachet. Lebih detail tentang Yoo’s Family Guest House silahkan klik: http://www.yoosfamily.com.

Untuk hari-hari berikutnya kami menginap di Zaza Hostel di daerah Myeong Dong. Biayanya 55.000 won/malam untuk dua orang. Fasilitas dalam kamar: double bed, TV dengan 24 channel (untung ada channel yang bahasa Inggris), penghangat ruangan (di lantai juga), hair dryer, gratis kopi, teh, air minum (ambil di ruang tamu hostel), gratis internet dan free wifi. Untuk toiletries disediakan handuk kecil dan tisu.

Lebih detail tentang Zaza Hostel silahkan klik: http://zazabackpackers.com

Toilet di Seoul tidak pake ‘pistol air’, namun aku menyaksikan semua toilet di tempat umum pasti bersih dan ga pernah kehabisan tisu, bahkan di pasar tradisional sekalipun. Jadi malu kalo dibandingkan dengan toilet bandara internasional Soetha, apalagi Polonia😦

Bersambung

2 responses »

  1. Pingback: Kilas Sebentar Trip 2011 « Ndepurba

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s