Klise

Standard

Mungkin kita adalah contoh sempurna untuk ungkapan klise ‘cinta tidak harus memiliki’.

Sekian tahun berlalu, kita masih bertahan dengan keadaan ini, cinta tanpa memiliki. Aku yang tak mungkin meninggalkannya dan kamu yang tidak mau meninggalkanku.

Berkali-kali kita sudah mencoba menjauh, namun berkali-kali juga kita kembali. Rasa ini terlalu kuat untuk diabaikan, bahkan sering menutupi rasa bersalah yang menyertainya.

Sampai kapan kita bertahan?

Ketika kelak kamu bertemu belahan jiwa yang bisa kamu miliki seutuhnya, mungkin itu saatnya kamu akan meninggalkan aku. Atau cinta yang sekarang kamu berikan utuh kepadaku, akankah kamu bagi untuknya? Persis seperti apa yang kulakukan sekarang.

Seandainya kita bisa berkata ’untuk apa mencintai bila tidak bisa memiliki’.

3 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s