Trip KL 11-14 Feb 2011: Part 3

Standard

13Feb2011, mulai keluar dari apartemen jam 9 pagi, heheh… semuanya kelelahan karena trip sehari sebelumnya. Trip hari ini dipandu oleh Dina, karena Mbak Toots harus bertemu dengan temannya yang lain sehingga pisah sementara dengan kami.

Dari hari pertama Vonny sudah bilang ingin makan nasi hainam yang direkomendasi oleh temannya. Jadi, tempat pertama yang akan dikunjungi adalah kedai nasi hainam yang menurut info temannya berada di daerah Bukit Bintang juga. Cukup lama juga kami mencari kedai tersebut, melewati KL Plaza (mampir sebentar ke toko sepatu Vinci), berfoto-foto disetiap tempat yang layak untuk dijadikan background, dan setelah hampir 45 menit mencari-cari, ketemu deh kedainya. Dan tutup! Ternyata bukanya ga dari pagi.

 

otw ke Menara Petronas🙂

Kami putuskan untuk langsung ke Menara kembar Petronas dengan berjalan kaki. Ajakan Dina untuk naik Monorail kami tolak, karena kami pikir dekat dari KL Plaza, secara menaranya sudah kelihatan. Ternyata kami salah sodara-sodara, kami berjalan kaki lebih dari satu jam. Peluh bercucuran. Tapi ada efek baiknya kok, ya foto-foto yang tiada henti itu😀

Akhirnya sampai juga kami di Suria KLCC (Mall) tempat Menara Petronas itu berada. Ternyata orang-orang sudah rame di luar mall, memilih spot masing-masing untuk mengambil foto terbaik dengan menara Petronas sebagai latarnya. Teriknya matahari tidak menghalangi niat pengunjung untuk berfoto. Suara arahan sering terdengar dari mulut pemotret dan sesekali diselingi suara ’peringatan’ dari petugas/security yang menegur pengunjung yang berdiri/berfoto di tempat yang dilarang.

 

Menara kembar Petronas

Puas berfoto-foto, kami kembali ke dalam mall untuk mengademkan diri. Efek berjalan kaki tadi sudah mulai terasa, kami kelelahan, hhehehe.. Setelah istirahat sejenak kami pun melanjutkan perjalanan ke tujuan berikutnya, yaitu Pasar Seni. Kali ini kami menggunakan Rapid KL yang stasiunnya ya dari Suria KLCC ini.

Pasar Seni tidak begitu besar tempatnya, hanya sebuah bangunan berlantai 3 yang menjual beragam pernak pernik cinderamata dan oleh-oleh khas Malaysia. Ada kerajinan yang terbuat dari kayu dan perak, baju/sepatu khas, tempelan kulkas, dan tentu saja tempat makan, hehehe.. Demi mengakomodir kepentingan masing-masing orang, maka kami memutuskan untuk berpencar dan bertemu kembali di pintu depan 2 jam kemudian.

Tidak sampai 1 jam, aku sudah selesai mengelilingi Pasar tersebut. Aku cuma membeli dua tempelan kulkas untuk koleksi sendiri. Lalu aku dan Vonny memutuskan makan siang di Old Town Coffee resto yang berada di lantai 2. Tak lama Lusi menyusul.

Dilihat dari daftar menu yang ada, harga makan minumnya tidak terlalu mahal. Aku memesan Nasi + Kari Ayam yang sangat bersantan. Untuk minumannya, kami memesan kopi yang memang merupakan menu utama resto ini dan cukup terkenal di Malaysia. Mungkin bukan hanya terkenal, tapi juga merupakan produk lokal yang mewakili Malaysia. Aku jadi ingat, minuman kopi yang ditawarkan di AA saat terbang ke KL kemaren adalah kopi dengan merk Old Town Coffee ini.

Selesai makan, kami pun menuju pintu utama. Banyak orang yang berdiri di luar. Ohh.. ternyata sebentar lagi ada pertunjukan barongsai yang akan dibawakan beberapa remaja putra. Pelatih/Ketua pertunjukan membagi-bagikan jeruk ke penonton, sementara para remaja tersebut bersiap-siap. Ada satu remaja keturunan India yang bermain barongsai. Dia langsung terlihat kontras (karena warna kulitnya) di antara pemain lainnya yang keturunan Chinese. Perbedaan yang indah🙂

Sayang sekali posisi tempat aku berdiri tidak terlalu ok, sehingga aku memutuskan untuk menikmati pertunjukan saja dibanding mengambil foto. Di dekat aku ada turis bule dengan kamera dslr canggihnya yang marah-marah, karena ada penonton lain (orang india kalo ga salah) yang berdiri di depannya dan menghalangi nih bule mengambil foto yang oke. Si bule merasa si India menyerobot tempatnya karena nih bule sudah mengantri dari 1 jam sebelumnya untuk mendapat posisi yang strategis untuk memotret. Si India cuek aja ketika si bule menyebutnya monster, dan si bule pun pergi saking kesalnya padahal pertunjukannya belum selesai.

 

around KL

Setelah dari Pasar Seni, kami putuskan kembali ke apartment untuk beristrahat. Sore ntar acara bebas jadi masing-masing orang terserah mau ngapain.

Vonny dan Dina memutuskan untuk shopping, sedangkan yang lainnya memutuskan untuk hunting foto Menara Petronas di waktu malam. Jam 4 sore hujan turun dengan sangat derasnya. Untunglah sekitar jam 5 sudah agak reda, sehingga kami pun bisa menjalankan rencana berkunjung lagi ke Petronas.

Kami singgah dulu sebentar ke Pavilon Mall, sekedar lihat-lihat. Setelah itu mencicipi nasi hainam yang tadi pagi kami cari itu. Dan emang rasanya maknyus, apalagi acar mangga-nya yang dicampur dengan teri asin, top markotop😀

Jam 8 malam kami pun sampai di Suria KLCC lagi, kali ini Mbak Toots mengajak kami ke sisi yang berbeda dengan yang kami datangi siang tadi. Lebih ok lagi nih spot-nya. Pada saat itu aku baru menyadari kalo di sebelah Menara Petronas ada satu lagi menara yang hampir sama tinggi, yaitu Menara Maxis. Yaela.. akhirnya lihat juga aku tempat ini, setelah selama 5 tahun ini lihat alamatnya doank pas bikin SSP PPN JLN, hehhee..

Sayang sekali kameraku tidak bisa optimal dipakai saat malam hari. Bahkan external flash yang aku bawa juga tidak memberi efek yang berarti. Hikss.. Malah kamera poket Lusi sepertinya bisa menghasilkan gambar yang lebih oke.

Jam 9 malam petugas keamanan berkeliling memberitahu pengunjung untuk meninggalkan lokasi karena tempat tersebut akan ditutup. Kami pun beranjak kembali ke Apartment.

Vonny belanja sepatu Vinci sampe 4 pasang dan cuma abis RM200 karena lagi diskon. Kalo dilihat dari harganya, aku menyetarakan Vinci ini dengan sepatu Yongki Komaladi. Mungkin Vonny bakal protes kalo sampai tahu pendapatku ini, hehehe..

Selesai mandi dan packing, dengan mata yang mengantuk, kami bertujuh pun foto keluarga di atas tempat tidur. Setelah itu, mari kita tidur..

–//–

14Feb2011, jam 4 pagi mobil pengantar ke Bandara sudah standby di depan Apartemen. Mobil ini kami pesan di Mbak Riyani juga dan biaya sewanya sebesar RM180. Mbak Toots tidak ikut pulang dengan kami. Setelah memasukkan tas-tas ke bagasi mobil, kami pun melanjutkan tidur. Mr. David, sang supir yang kelihatan ramah, sepertinya memahami kondisi kami yang masih mengantuk, sehingga tidak mengajak kami ngobrol sepanjang perjalanan.

Satu jam kemudian kami sudah sampai di LCCT, lalu self check in. Tas Dina yang kelihatan ‘berat’ kena razia petugas dan ditimbang. Hmm.. lebih dari 7kg yang diijinkan. Dina terpaksa keluar lagi dan kami pun menunggu di dalam. Tak lama kemudian Dina sudah muncul lagi. Dia cuma membenahi tas-nya supaya jangan kelihatan besar, dengan mengeluarkan sepatu kets-nya, dan akhirnya lolos dari petugas, hehhehe..

Jam 7 waktu KL, kami pun terbang meninggalkan KL. Dua jam kemudian, kami pun tiba di Jakarta. Trip KL berakhir sudah.

–//–

Pengeluaran selama di over weekend trip ini:

Tiket AA PP Rp333.000,- Airport Tax Soetha Rp150.000,- Penginapan (utk 3 malam) Rp 272.000,- Sewa Mobil + bensin dan transportasi umum selama di KL Rp 308.000,- ; Makan Minum Rp 300.000,- ; Taxi Kantor – Soetha – Kantor (sharing cost): Rp100.000,- . Total Jendral Rp 1.463.000,-.

 

SELESAI

One response »

  1. Asyik sekali perjalanan weekendnya dan alamak….murah banget…..jadi kepincut. Hi..hi…kepengen maksudnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s