Trip KL 11-14 Feb 2011: Part 2

Standard

Ketika terjaga, dari dalam mobil aku melihat di sebelah kanan jalan ada sebuah patung berwarna kuning keemasan menjulang tinggi. Wah.. kami sudah sampai di Selangor, daerah di mana Cave Stone berada, tujuan kedua kami hari itu.

Cave Stone adalah salah satu tempat wisata yang sering didatangi para turis, merupakan kuil umat Hindu yang terletak dalam gua. Di bagian depan ditempatkan sebuah patung dewa hindu yang diklaim tertinggi di ASEAN. Untuk mencapai kuil tersebut kita harus menapaki 272 anak tangga. Hmm.. 272 anak tangga ini rasanya tidak seberapa berat dibanding saat menapaki anak tangga kawah gunung galunggung beberapa waktu yang silam, heheheh..

Di sepanjang anak tangga itu banyak terdapat monyet yang bebas berkeliaran dan sepertinya selalu terlihat lapar. Apa saja yang diberi pengunjung pasti diterima. Tidak jarang pengunjung yang sudah pernah memberi dibuntuti bahkan di’colek’ tuh monyet minta tambahan makanan, ehhehe..

Setelah sukses mencapai anak tangga teratas, tibalah kami di sebuah pelataran yang cukup luas. Di situ ada atraksi seseorang dengan dua ekor ular. Dengan membayar RM10 kita bisa ‘bermain’ dengan ular itu. Dina mencobanya. Berani sekali dia. Melihat ularnya saja aku takut, apalagi kalo sampai ular itu melilit badanku. Hiiii…

ular duo

Saat Dina berinteraksi dengan ular itu, maka aku mengabadikan moment itu dengan kamera Dina. Setelah Dina selesai, sudah ada pengunjung lain (perempuan juga!) yang ingin juga bermain dengan ular. Tidak hanya dengan satu ular, tapi dia ingin dengan dua ular. Beuh.. Mbak, makan apa sih kok sampai sebegitu beraninya?

Hari itu kebetulan di kuil lagi ada acara seperti cuci tombak. Ngga tau namanya apa. Intinya dua buah tombak dicuci berkali-kali dengan berbagai macam cairan. Dari kejauhan cairan itu terlihat seperti susu putih, coklat, ada juga yang berwarna keemasan. Berkali-kali diberi cairan tadi diselang-selingi dengan air bersih. Ada sekitar 30 menit acara pencucian itu berlangsung.

Selesai berfoto-foto di dalam kuil, kami pun kembali melanjutkan perjalanan . Di pelataran parkir kami sempat melihat banyak sekali burung, dan tampaknya mereka jinak. Berikan saja remahan roti, maka burung-burung itu akan mendekati. Cantik untuk dijadikan foto, hehehe…

masih sekitar cave stone

Tujuan berikutnya adalah Putrajaya, salah satu pusat pemerintahan Malaysia. Memasuki wilayah Putrajaya mengingatkanku pada wilayah BSD di Tangerang. Seperti perumahan luas yang asri nan mewah. Sayangnya saat itu hujan turun cukup deras, sehingga kami tidak bisa berhenti untuk mengambil foto di beberapa spot yang menarik. Akhirnya kami memutuskan untuk berhenti di Mesjid Putra, sebuah mesjid unik karena warnanya pink/merah muda🙂

Untuk berada di sekitar mesjid, para wanita diwajibkan untuk menggunakan jubah yang disediakan mesjid, yang warnanya juga pink😀 Sambil menunggu teman yang sholat, kami pun berkeliling di luar mesjid dan tentunya tak lupa foto-foto, hehehe..

pinky

Hingga senja menjelang cuaca tetap tak bersahabat, hujan tidak berhenti juga. Sedikit terpaksa kami pun meninggalkan Putrajaya karena toh kami tidak bisa mengeksplore lebih jauh wilayah ini. Mbak Toots menyarankan untuk dinner di Lookout Point, sebuah tempat hang out muda mudi Malaysia, yang konsepnya mirip dengan Valley di Bandung.

Dalam perjalanan menuju ke Lookout Point, kami berhenti di salah satu self service SPBU Shell. Mbak Toots mematikan mesin mobil dan Dina dengan sigap keluar dari mobil dan melakukan pengisian bensin. Setelah bensin diisi, Mbak Toots pun menyalakan mesin kembali. Mesinnya ga mau menyala. Dicoba berkali-kali, tetap aja mati total. Waduh.. kenapa ini? Akhirnya telepon ke car rental, dijanjikan teknisinya akan datang. Untung saja kami memilih self service SPBU, jadi tidak ada antrian di belakang kami.

Setelah dua jam menunggu, teknisi yang dijanjikan pun nongol. Selidik punya selidik aki keringnya rusak, sehingga harus diganti. Mau ga mau si teknisi terpaksa membelinya dari bengkel yang kebetulan ada dalam kawasan SPBU itu. Harga aki-nya itu RM250, lebih mahal dari sewa mobilnya.

Ada kejadian lucu, ketika si teknisi lagi nego harga dengan pemilik bengkel, seorang pelayan SPBU yang sedari tadi memperhatikan dari dalam mini market, menghampiri kami. Dengan logat melayu dia ’marah-marah’ bilang ke kita ’ga boleh lama berhenti di sini, sudah hampir 2 jam. Pinggirkan mobilnya’. Kita pun bengong. Emang dia pikir kita sengaja nongkrong di situ kayak ga punya kerjaan? Apa dia ga lihat kita kap mobil kita yang terbuka selama 2 jam itu? Argghhh… hahahah..

Setelah aki keringnya diganti, akhirnya mobil bisa dinyalakan lagi. Meskipun sudah menjelang jam 9 malam, kami tetap melanjutkan perjalanan ke Lookout Point. Ga seru kalo ga pake acara nyasar, hahaha.. Setelah bertanya beberapa kali dengan penduduk setempat, akhirnya kami pun berhasil berada di jalur yang benar.

Sampai di Lookout Point, kami masuk ke salah satu resto yang pencahayaannya (sangat) remang-remang dan ada terdengar lagu selamat ulang tahun dinyanyikan. Ooo.. ternyata ada yang lagi merayakan ulang tahun, makanya rada gelap. Saat kami duduk, lampu-lampu dinyalakan lagi sehingga suasananya lebih terang. Belum juga sempat melakukan order, lampu kembali dimatikan dan lagu ulang tahun kembali berkumandang. Ada yang ultah lagi, hehhehe..

Rasa makanan dan minuman di resto itu biasa aja, tapi view-nya lumayan lah. Melihat lampu-lampu yang menerangi Kuala Lumpur dari kejauhan memberikan keindahan tersendiri. Sayang sekali di tempat ini kami tidak bisa banyak mengambil foto karena terlalu gelap.

Tidak lama kami berada di Lookout Point. Sekitar jam 11 malam kami kembali turun dan menuju apartemen. What a trip!

 

Bersambung

One response »

  1. Pingback: Kilas Sebentar Trip 2011 « Ndepurba

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s