Trip KL 11-14 Feb 2011: Part 1

Standard

Berawal dari keisengan membuka website AirAsia (AA) pada pertengahan November 2010, aku dan Olin menemukan tiket murah Jakarta-Kuala Lumpur (KL)-Jakarta. Cuma 333rb pulang pergi, ga pakai bagasi, tapi sudah termasuk airport tax Bandara KL. Setelah chat singkat dengan para kandidat trip, maka tanpa pertimbangan panjang, akhirnya dibelilah 6 tiket Jkt-KL-Jkt untuk tanggal 11-14 Feb 2011. Bahkan ada peserta yang belum punya paspor pada saat pembelian tiket. Untung AA agak fleksibel dalam mengubah tanda pengenal, sehingga belum punya paspor bukan menjadi alasan untuk tidak beli tiket penerbangan ke luar negeri.

Satu minggu setelah pembelian tiket, dua orang teman kost-ku, Lusi dan Renny ikut bergabung dan masih mendapatkan tiket dengan harga yang sama. Namun, menjelang bulan keberangkatan, Renny terpaksa membatalkan trip karena alasan kesehatan. Maka total yang berangkat adalah 7 orang yaitu aku, Vonny, Inunk, Olin, Dina, Mbak Toots dan Lusi.

11Feb2011, jam 5 sore Vonny bersama Taxiku datang menjemput aku dan Inunk di kantor. Walaupun penerbangannya jam 20.30 wib, seluruh peserta sudah diwanti-wanti untuk datang cepat ke Bandara mengantisipasi macetnya Jakarta di Jumat saat jam pulang kantor. Kami bertiga sampai di Terminal 3 Bandara Soetha jam 18.30 wib, dan di sana sudah menanti Olin dan Dina. Mbak Toots dan Lusi menyusul kemudian.

Kami melakukan self check-in karena tidak ada di antara kami yang  menggunakan bagasi. Kami mendapatkan tempat duduk yang berpencar-pencar, kecuali aku, Mbak Toots dan Vonny yang mendapat seat berdampingan di baris yang paling belakang, hehehe..

Penerbangan Jakarta – KL memakan waktu 2 jam. Waktu di KL lebih cepat 1 jam dibanding Jakarta. Kami tiba di LCCT KL jam 23.30 waktu KL. Tidak ada kendala ketika melewati imigrasi Bandara. Kami melihat skybus AA masih beroperasi, dan kami pun menggunakan bus ini untuk menuju KL Sentral. Setibanya di KL Sentral, setelah tawar menawar yang alot antara Mbak Toots dan supir taxi di situ, kami melanjutkan perjalanan ke Apartemen di daerah bukit bintang yang cuma berjarak sekitar 10 menit.

Selama di KL, kami menginap di apartemen milik orang Indonesia, namanya Mbak Riyani. Apartemennya cukup besar dengan 4 kamar tidur, ada ruang tamu untuk menonton tv, dan dapur yang cukup lega untuk memasak. Air minum isi ulang disediakan. Letak Apartemen ini sangat dekat dengan pusat perbelanjaan *lupa namanya*. Kami hanya menyewa 2 kamar untuk 7 orang, dan saat kami datang sudah ada orang lain yang menyewa dua kamar lainnya. Untuk 2 kamar selama 3 malam  itu kami membayar sebesar RM690. Apartemen ini cukup recommended dilihat dari lokasi, harga dan fasilitas. Info lengkap tentang apartemen ini bisa dilihat di: http://value4backpacker.com. Karena sudah lewat tengah malam, maka kamipun langsung sukses tidur setibanya di Apartemen.

12Feb2011, dengan dress code atasan berwarna merah, kami siap meng-explore Genting, Caves Stone dan Putrajaya. Kami menyewa mobil seharian dan membayar sekitar RM200. Secara Mbak Toots sudah sangat sering ke KL dan jago nyetir, maka pada hari itu Mbak Toots didapuk menjadi guide dan supir tanpa bayaran bahkan ikut saweran, hehehhe..

kika: Dina, Inunk, Vonny, Lusi, Mbak Toots dan Olin

Jam 8 pagi kami sudah bergerak menuju ke Genting Highland. Karena sudah menyewa mobil, maka kami tidak menggunakan cable car. Jalanannya mulus dan lebar, meskipun kadang-kadang berkelok-kelok. Bahkan satu ‘accident’ terjadi padaku dan Inunk yang duduk di kursi belakang di mana kepala kami terjedot ke langit-langit mobil ketika Mbak Toots lupa memberi peringatan ada ‘gundukan’ di depan. Meringiss…

Udara di Genting Highland cukup dingin, mengingatkanku pada Brastagi🙂 Di tempat ini dibangun berbagai wahana permainan indoor dan outdoor seperti di Dufan. Dan tidak ada di antara kami yang tertarik untuk mencoba satu wahana pun, heheh..

Genting Highland juga dikenal dengan kasino-nya. Moslem Malaysian tidak diijinkan masuk ke dalam kasino ini. Tentu saja kami masuk (gretong gitu looohhh). Kamera-kamera dengan patuh kami titipkan ke petugas. Ternyata di dalam ramai sekali. Mbak Toots mencoba peruntungannya dalam kasino ini. Dia menukarkan RM100 menjadi beberapa chip dan mulai bermain. Putaran pertama, hilang deh RM25. Namun di putaran kedua, dia mendapatkan RM250. Aku langsung berinisiatif menyelamatkan 1 chip senilai RM100 dan memberikan sisanya untuk dimainkan lagi oleh Mbak Toots.

Dalam kasino, softdrink seperti teh, milo panas, kopi diberikan gratis. Siapa aja boleh ambil, peduli main atau ngga. Sambil menikmati segelas milo panas, aku dan teman-teman lain berkeliling kasino, meninggalkan Mbak Toots, melihat berbagai permainan yang ada. Banyak loh yang main, dan kayaknya orang Indonesia juga banyak. Aku sih masih ogah membelanjakan uangku untuk permainan semacam ini karena untuk mendapatkan uang itu juga susah.

Puas berkeliling kasino, kami kembali ke Mbak Toots. Begitu melihatku, dia langsung menagih chip RM100 yang aku simpan tadi untuk ditukarkan kembali menjadi duit. Ternyata chip yang dia mainkan tadi sudah habis. See, untung aku simpan satu chip tadi, jadi Mbak Toots mendapatkan ’kesenangan’ bermain tanpa ada uang yang terbuang, heheh..😀

Keluar dari kasino, kami makan siang di salah satu foodcourt. Selintas, harganya sih ga beda jauh dengan mal-mal di Jakarta. Tapi, kalo sampe salah pilih, ya perih juga. Seperti aku😦 Dengan pede mengambil sepotong ikan goreng. Ternyata untuk ikannya saja harganya RM10, glekkk… padahal teman yang laen dengan RM10 sudah dapat paket lengkap nasi+sayur+lauk dan minuman. Ck..ck..ck..

Selesai makan siang, kami berkeliling lagi dan memuas-muaskan diri dengan berfoto-foto😀 Setelah merasa cukup puas, akhirnya kami memutuskan untuk berlalu dari Genting. Menuju ke parkiran, ada tempat orang yang berjualan durian. Kami bertujuh ternyata semua penikmat durian. Akhirnya kami membeli satu buah durian, jenis MosaKing, dan rasanya enakkk banget. Masing-masing orang cuma dapat maksimal 2 butir. Untuk satu buah durian itu kami harus membayar mahaaaalll banget, yaitu RM56. Buah durian termahal yang pernah dimakan, hehehhe… Masih merasa kurang puas karena cuma makan dua butir durian, akhirnya aku, Vonny, Olin dan Dina urunan lagi beli durian jenis lain, jenis D24. Rasanya sih tetap enak, tapi kalah enak dibanding MosaKing. Bagaimanapun, bagiku durian Medan masih the best, karena murah, wakakaka..

Turun dari Genting, semua peserta kelelahan dan akhirnya ketiduran. Tentu saja Mbak Toots jadi pengecualian, karena dia yang nyetir..he he he..

Bersambung

One response »

  1. Pingback: Kilas Sebentar Trip 2011 « Ndepurba

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s