Mengasihiku

Standard

Sejak belajar bahasa Jerman di kelas 2 SMA, maka Jerman menjadi negara di dunia ini yang paling ingin aku kunjungi. Bahasa Jerman cenderung mudah untuk dipelajari, mungkin karena cara bacanya yang hampir mirip dengan Bahasa Indonesia, sehingga aku pun bisa cepat nangkap bahasa Jerman. Sayangnya, selepas dari SMA aku tidak memperdalam lagi bahasa Jerman, akibatnya saat ini yang masih bisa kuucap dengan lancar dalam bahasa Jerman hanyalah angka satu sampai dengan sepuluh dan ich liebe dich😉

eropa

Negara Jerman berada di benua Eropa, sebuah benua yang di dalamnya banyak terdapat negara maju. Benua yang ingin sekali dikunjungi oleh kakakku.

Bulan September yang lalu, ketika lagi exploring facebook, aku melihat tawaran trip hemat ke Eropa di ujung tahun 2010 dari sebuah Trip Organizer. Ada Jerman dalam daftar negara yang akan dikunjungi🙂 Aku langsung menghubungi kakakku, menanyakan apakah dia mau ikut trip ini. Pas aku bilang tripnya dilakukan pada akhir tahun, dia agak bimbang. Maklumlah pemilik toko. Akhir tahun pasti menjadi moment sibuk bagi seluruh pemilik toko di dunia ini. Tapi akhirnya, dia meng-iya-kan.

Perjuangan dimulai. Aku di Jakarta dan kakak di Medan mulai mengurus seluruh dokumen dan data yang diperlukan untuk pengurusan visa. Mulai dari buat dan perpanjang paspor, surat keterangan dari kantor, surat referensi bank, cetak rekening koran, sampai kakakku harus datang 2x ke Jakarta karena tidak bisa diwakilkan. Visa yang di-apply adalah visa Inggris dan Visa Schengen yang diurus melalui Kedutaan Italia.

Kami terlebih dahulu mengurus visa Inggris karena pengalaman TO menunjukkan visa Inggris lebih sulit didapat dibanding visa Schengen. Puji Tuhan, seminggu setelah aplikasi dimasukkan, visa Inggris kami disetujui.

Aku ingat hari di saat kami mengurus visa Schengen di kedutaan Italia. Hari itu hari Selasa, 9 November 2010, hari yang sama dengan kedatangan Barack Obama ke Indonesia. Setelah menghabiskan waktu selama 4 jam untuk antri, memasukkan berkas permohonan dan mencari taxi untuk kakak yang akan mengantarkan dia ke Bandara, aku kembali ke kantor dengan lelah. Ketika berada di rest room aku menemukan flek di pantyliner yang aku pakai. Flek seperti darah menstruasi di hari-hari terakhir menstruasi. Flek itu tetap muncul di hari berikutnya, dan hilang di hari ketiga. Lalu muncul lagi di hari berikutnya. Kadang ada kadang tidak, begitu terus sekitar 10 hari. Aku bingung dan sedikit takut😦

Sejak candu nge-trip, aku rajin menandai tanggal menstruasi di kalender. Itu aku lakukan supaya bisa memperkirakan jadwal menstruasi berikutnya, agar jangan sampai memilih trip di period menstruasi *rempong soale*. Berdasarkan catatan di kalender, hari pertama aku dapat flek cuma berjarak sepuluh hari dari menstruasi terakhir. Dan ini tidak pernah terjadi sebelumnya.

Setelah 10 hari flek itu kadang muncul kadang tidak, akhirnya aku benar-benar datang bulan. Itu berarti 20 hari hari sejak menstruasi terakhir. Biasanya siklus menstruasi-ku adalah antara 25-28 hari. Sedikit parno aku menghubungi temanku yang pernah operasi mioma untuk menanyakan gejala yang dia alami sebelum divonis punya mioma. Tidak ada gejala yang mirip dengan yang aku alami. Temanku sarankan untuk periksa ke dokter SpOG biar lebih pasti. ’Jangan-jangan lo cuma stress aja’, ujar temanku.

Stress? Mungkinkah? Kayaknya stress terparah yang aku alami adalah saat mengejar deadline tesis kemaren, dan efeknya tidak sampai muncul flek seperti ini. Tapi kalau bukan stress, apa pemicu flek dan menstruasi yang kecepatan ini? Aku putuskan untuk mendatangi dokter SpOG apabila durasi menstruasi yang kecepatan ini berlangsung tidak seperti biasanya.

Ternyata durasi menstruasiku berlangsung normal seperti biasa, sehingga aku tidak jadi ke dokter SpOG. Puji Tuhan. Sukacita semakin bertambah karena akhirnya mengetahui permohonan visa Schengen kami disetujui (2 minggu setelah permohonan visa dimasukkan). Aku dan kakakku akan mengunjungi Eropa!!

Aku melingkari tanggal di mana aku mendapat menstruasi yang kecepatan, juga tanggal di mana aku akan trip ke Eropa di bulan Desember. Aku melihat kembali tanggal di mana aku mendapatkan menstruasi di bulan Oktober, dan terdiam menyadari sesuatu. Bila siklus menstruasi-ku berjalan normal seperti biasanya, maka jadwal menstruasi di bulan Desember akan berlangsung di saat aku menjalani trip di Eropa.

Elohim-ku tidak ingin aku repot ketika berada di Negara yang cuacanya sangat berbeda dengan cuaca Indonesia. Dia mengatur jadwal menstruasiku sebegitu detailnya. Satu lagi cara unik Kau buat untuk menunjukkan betapa Engkau mengenal dan mengasihi aku begitu dalam. Terima kasih Elohim.

I’ll be in Europe for Christmas!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s