Kelingking

Standard

Rasanya sudah lama aku tidak menangis. Eh, ga juga dink. Airmata-ku sering keluar pas nonton film yang adegannya lagi sedih atau bikin terharu. Tadi malam, kurang lebih jam 1-an malam, aku menangis tersedu-sedu. Kali ini bukan karena nonton film sedih atau lagi merenungkan kondisi hidupku yang lagi gimana gitu, tapi karena rasa nyut-nyutan hebat di jari kelingking kaki kananku. Kenapa bisa nyut-nyutan? Aku terpeleset di depan pintu kamar mandišŸ˜¦ Kakiku masih basah dan ternyata lantainya licin.

Aku baru saja selesai menjemur pakaian dan kembali ke kamar mandi untuk beberes peralatan mencuci. Saat keluar dari kamar mandi sambil membawa ember kosong, di momen itulah aku terpeleset. Tidak ada orang lain yang melihat kejadian itu, secara sudah tengah malam.

Dengan tertatih-tatih aku masuk kamar mandi lagi untuk membasuh kaki dan tanganku yang kotor. Kaki kiri ga sakit, tapiĀ  kaki kananku terasa nyeri. Lebih dirasakan lagi, nyeri itu berasal dari jari kelingking. Berusaha keras berjalan menuju kamar, aku sampai menggigil menahan nyeri yang terasa. Airmata ga terbendung.

Jam 1 malam begini, aku harus hubungi siapa untuk menanyakan gimana cara menghilangkan nyeri ini. Berharap seorang teman masih terjaga, maka sebuah sms aku kirimkan padanya. Harapan yang sia-sia. Mau telepon Bapakku, takutnya malah bikin Bapak khawatir terima telepon dari aku tengah malam begini. Akhirnya googling. Intinya jangan diurut. Disarankan dikompres dengan air es.

Aku tahu pasti yang ada di kulkas lantai atas hanyalah bunga es. Ga jaminan juga es batu ada di kulkas dapur Ibu kost. Kayaknya aku tidak mampu deh untuk turun ke dapur Ibu. Di kamarku hanya ada balsem, tapi aku ga yakin untuk mengoleskan itu di kelingkingku yang mulai bengkak.

Aku coba untuk tidur. Mengatur posisi kaki supaya nyeri-nya tidak begitu terasa. Berbagai posisi sudah dicoba, ga ada posisi yang pas, nyeri-nya makin menjadi-jadi. Aku menangis tersedu-sedu. Mellow-nya kambuh, merasa jadi orang paling menderita sedunia, sendirian lagi. Makin banjir deh airmatanya.

Aku mencoba berpikir positif. Nyeri ini pasti bisa aku tahan. Perintahkan otak untuk menyuruh si kelingking berhenti nyut-nyutan. Ga berhasil. Makin stress. Gimana kalau semalaman ini ga bisa tidur? Gimana kalo besok pagi bengkaknya makin besar dan ga bisa jalan? Ga mungkin ga ke kantor, banyak deadline.

What should I do?

Tiba-tiba sebuah ide terlintas. Mungkin kandungan mint yang ada di pasta gigi bisa sedikit mendinginkan bengkak di jarišŸ˜€ Aku ingat ada stock pasta gigi di laci kamarku. Bangkit dari tempat tidur dengan susah payah, mengambil pasta gigi dari laci. Sentuhan sedikit aja dengan kulit langsung menimbulkan rasa sakit. Dengan pelan aku oleskan cukup banyak pasta gigi itu hingga jari kelingkingku jadi putih semua tertutup pasta gigi. Aku menutupinya dengan sehelai tisu agar pasti gigi itu tidak mengotori seprei.

O my Lord, please make it works.

Aku kembali membaringkan badan di atas tempat tidur. Sudah jam 2 pagi. Aku coba lagi tidur dengan posisi meringkuk, di mana badan miring ke kiri dan kaki kanan menimpa kaki kiri. Semenit berlalu, rasa nyeri dari kelingking jauh berkurang. Aku terjatuh lelap hingga pagi.

–//–

Saat bangkit dari tempat tidur pagi tadi, nyeri itu datang lagi, tapi tidak separah beberapa jam sebelumnya. Terpaksa deh ke kantor naik ojek, hiks..šŸ˜¦ Beberapa teman menyarankan obat oles Thrombopop untuk mengurangi bengkak dan rasa nyerinya. Harganya lumayan mahal untuk ukurannya yang cuma 20 ml, tapi tetap harus dibeli, soale besok Sabtu mau kunjungan Natal ke panti asuhan.

O my Lord, please make it works.

2 responses »

  1. Duh…kasihan kali adikku yang satu ini. Malam-malam alami musibah. Bagaimana sekarang? Moga kunjungan Natalnya nggak batal ya. Btw, koq cepat kunjungan natalnya? Jadi nggak sabar menanti bulan Desember. Hi..hi..

    • jangan sampe batal Kak, soale aku akan jadi kakak asuh selama kunjungan. Obatnya lumayan mujarab. Semoga besok pagi setelah dioles 3-4x lagi, nih kelingking sudah normal kembali ^-^
      Sekarang mah Natal ga harus di bulan desember, hehehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s