Bengkulu – Hari Kedua

Standard

Lelap benar tidur kami semalam. Ellen juga tidak rewel. Mendekati subuh sepertinya aku mendengar Ellen terbangun dan Mak Ellen langsung menyusui dia. Hening. Kembali terlelap.

Akhirnya bangun malas-malasan jam 8 kurang. Kami memutuskan ’gereja’ di pantai saja😉 Sebelum ke pantai, kami sarapan dulu. Kali ini sarapan mengambil lokasi di sebuah pasar. Menunya ada mie sop, bubur kacang ijo, lupis dan berbagai macam panganan lain. Mengingatkan aku pada menu sarapan di kedai di kampung halaman. Anse mencicipi peyek teri dan rasanya enak. Akhirnya dia memborong satu stoples untuk dijadikan oleh-oleh😀

Dari sejak bangun pagi, Mak Ellen merasa mual-mual, katanya masuk angin. Bisa jadi, mengingat kencangnya angin pantai yang kami rasakan kemaren sore. Akhirnya Mak Ellen cuma sarapan nasi putih dan tinggal di mobil. Ellen dijaga bergantian antara Anse dan Pak Ellen. Untung Ellen ga pakai acara rewel, jadi Mak Ellen bisa istirahat sebentar di mobil.

Selesai sarapan, kami pun menuju pantai. Ombaknya sudah tidak tinggi. Anse langsung berbasah-basahan, Ellen juga ikutan basah ditemani papanya. Anak pantai. Mak Ellen tetap di mobil. Aku sibuk membuat tanda bahwa sudah menginjakkan kaki di Pantai Panjang ini. Kemudian aku naik delman untuk menyusuri pantai dan mengambil foto. Pantai yang indah.

Pantai Panjang - 7 Nov 2010

Setelah puas di pantai, kami pun pulang. Saatnya siap-siap untuk kembali ke Jakarta. Hampir tengah hari. Dapat kabar kalau ada pelayanan Nav Lampung yang lagi main ke Bengkulu. Akhirnya kami mampir ke rumah salah satu alumni yang lokasinya tidak terlalu berjauhan dengan kediaman Mak Ellen.

Kalau sudah ketemuan, maka jadi panjang waktu yang diperlukan untuk ngobrol dan update berita. Direncanakan cuma setengah jam, akhirnya molor sampai 1 jam. Sebenarnya bisa lebih lama lagi, tapi waktu kami tidak tersisa banyak karena pesawat kami akan berangkat jam 3 siang.

Untuk menghemat waktu, jadi diputuskan check in dulu di Bandara baru setelah itu keluar lagi untuk makan siang. Ternyata saat itu printer di bagian check in lagi bermasalah sehingga untuk check in butuh waktu 2x lebih lama. Belum lagi kalo ada yang dapat rejeki men-check in-kan beberapa orang sekaligus. Akhirnya kami putuskan untuk makan siang di Bandara saja.

Sementara aku antri, Anse dan tuan rumah mencari tempat untuk makan dan ngobrol. Sambil nunggu giliran, iseng aku memperhatikan e-ticket yang ada di tanganku. Loh.. kok nama penumpangnya cuma namaku? Nama Anse di mana? Mateee… aku lupa nge-print tiket Anse. Aku pikir nama kami berdua ada di satu tiket karena aku tidak memesan tiket dengan terpisah. Terpaksa keluar dari antrian dan aku berlari ke loket ticketing yang berada di luar ruangan check in. Ada Pak Ellen yang menunggu di luar. Dia lihat aku agak panik dan bertanya ada apa. Tenang..tenang.. katanya. Aku ceritakan secara singkat permasalahanku kepada petugas ticketing. Dia check tiket yang aku punya, dan voila… tiket Anse pun diprint. Sampai sekarang aku bingung, kenapa harus ada dua tiket padahal kode pembelian tiket kami satu.

Sekitar 30 menit kemudian baru aku selesai check in. Biasanya kalo baru mengalami ’krisis panik’ kayak tadi, pasti aku jadi ga lapar😀 Akhirnya aku cuma beli minuman botol untuk menahan haus dan lapar. Kami bahkan tidak sempat beli oleh-oleh karena juga bingung mau beli apa. Welcoming gift dari Aisah akhirnya jadi oleh-olehku untuk Ibu kost, hehehhe..

Waktu berpisah pun tiba. Cipika cipiki dengan Mak Ellen dan Ellen, salaman dengan Pak Ellen, said thank you and goodbye. Dua hari di Bengkulu begitu  cepat berlalu dan kebaikan Mak Ellen sekeluarga membuat kunjungan singkat ini menjadi sangat menyenangkan. Kami belum sempat  mengunjungi tempat wisata di luar kota Bengkulu seperti Curup dan Telaga Tujuh Warna. Ini bisa menjadi alasan kuat untuk kembali mengunjungi Bengkulu di waktu yang akan datang🙂

Pesawat Lion take off telat 30 menit dari waktu yang ditetapkan.Tempat duduknya sempit ga seperti pesawat kami kemaren. Penumpangnya penuh. Satu jam kemudian kami sudah mendarat di Bandara Soetha. Jam 5 lewat sedikit kami sudah keluar dari Bandara Soetha.

Welcome back to Jakarta!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s