16.10.2010

Standard

Ada 2 hal menarik hati mata gw yang terjadi di tanggal pada judul. Mungkin hal biasa, tapi gw pengen sharing.. *ga ada yang minta*

Sejak liat trailernya bulan lalu, gw pengen banget nonton ‘Step Up 3’ versi 3D, tapi dari kemaren ga ada teman gw yang tertarik nonton film ini. Akhirnya Sabtu siang itu, gw pede aja nonton film ini sendirian. HTM 3D di Epic xxi pada hari biasa kena 25rb, jadi gw dengan pedenya yakin pas wiken harganya maksimal 35rb. Ternyata gw salah sodara2, harganya mencapai 50rb, glekk..

Demi azas hemat (sebenarnya karena merasa ‘ketipu’ dengan kepedean gw sendiri), maka gw memutuskan untuk membeli minuman dan snack di supermarket yang ada di gedung Epic. Keliling sana sini, akhirnya gw pilih roti gambang dan sekaleng kopi siap minum. Pas lagi bayar di kasir, di belakang gw ada cowok bule yang antri. Sambil nunggu gilirannya dilayani kasir, nih cowok mengeluarkan satu persatu barang dari keranjang belanja hingga keranjangnya kosong. Peristiwa seperti ini mah biasalah terjadi, gw juga sering buat seperti gitu. Tapi yang ga biasa adalah, setelah keranjangnya kosong, dia mengembalikan keranjang tersebut ke tempatnya semula, yaitu di dekat pintu masuk, lalu kembali ke antrian. Pengen nanya deh ke cowok itu alasan dia melakukan itu. Sayangnya telat, karena pertanyaan itu terlintas di kepala gw setelah gw berlalu dari tempat itu. Mungkin cowok itu lagi program berjalan sebanyak mungkin, sehingga kalo ada kesempatan dimanfaatkan untuk bergerak. Atau memang itu adalah karakternya yang senang menolong orang lain?

Tentang film Step Up yang gw idam-idamkan itu, ternyata efek 3D-nya tidak seperti yang diharapkan. Rugi kuadrat.

—-//—-

Pernah dengar istilah ababil? Ini sebutan untuk anak-baru-gede yang masih labil. Mungkin untuk menjelaskan sikap ABG yang masih suka berubah-ubah keinginannya, masih mencari jati diri. Sikap labil ternyata juga sering terjadi pada orang dewasa, dan ini gw alami sendiri. Biasalah, labil dalam soal memutuskan sesuatu.

Sabtu sore, gw lanjut nonton ‘The Other Guys‘ di Platinum xxi bareng dengan 3 orang teman. Sebenarnya sikap labil ini sudah dari awal kami ber-4 tunjukkan. Yang awalnya mau nonton jam 5 sore, berubah jadi jam 3 sore, dan yang akhirnya terjadi malah nonton jam 7 malam, hehehe..

Kelabilan lainnya terjadi saat menentukan mau nongkrong di mana selepas nonton. Kami sudah mendaratkan diri di sofa SB, ketika kami merasa udara di dalam SB terlalu hangat (panas maksudnya). Lagian, mumpung di FX Mall, ngapain juga sih harus di SB lagi, SB lagi. Akhirnya secara sepihak, pihak cewek memutuskan untuk nongkrong di Coldstone. Emang sih, harga minumannya cukup merogoh kantung, seperti di SB juga, tapi setidaknya dapat nuansa baru. Minum es krim di penghujung hari, hehehe..

Mendekati pergantian hari, seorang teman merasa lapar, yang ternyata menulari semuanya. Hmm…pengen nyoba roti bakar Bang Edy. Kelabilan kami muncul lagi, gara-gara seorang teman bilang ntar susah dapat taksi untuk pulang, karena lokasinya bukan di jalan besar. Mana udah hampir tengah malam lagi. Bagaimana kalo ke Menteng aja? Tapi di Menteng harga makananya lebih mahal daripada di Bang Edy😀. Setelah debat sana sini, akhirnya diputuskan naik taksi ke Bang Edy, sambil lihat keadaan di sana, kalo ternyata ntar taksi susah, langsung lanjut aja ke Menteng. Saat kami tiba di roti bakar Bang Edy, kami melihat taksi bukanlah barang langka. Akhirnya kami pun mengisi perut di Bang Edy.

Ampun dah, sungguh kami debil, orang dewasa yang labil ^_^.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s