Teknologi

Standard

From: EFTPS Tax Payment [mailto:customers@eftps.gov]
Sent: Tuesday, 12 October, 2010 8:56 PM
To: A. Sandler ; D. Sastro; C. Laura
Subject: LAST NOTICE: Your EFTPS Tax Payment has been rejected. Report ID: 0103xxxxx

Your Federal Tax Payment ID: 0103xxxxx has been rejected.
Return Reason Code R21 – The identification number used in the Company Identification Field is not valid.
Please, check the information and refer to Code R21 to get details about your company payment in transaction contacts section: http://eftps.gov/R21. In other way forward information to your accountant adviser.

— // —

Berhubung yang menerima email di atas adalah Mr. Sandler*, seorang petinggi bule di kantor, dan dia terusik karena ga mengerti nih email tentang apa, maka email tersebut dia forward ke Janet*. Berhubung isi emailnya menyangkut pajak perorangan, maka Janet pun mem-forward email tersebut ke tax consultant yang mengurus laporan pajak penghasilan Mr. Sandler, dan tax consultant tersebut menduga ada error dengan sistem pembayaran pajak yang dilakukan kantorku.
Berhubung ini mengenai pembayaran pajak, maka Janet kembali mem-forward email pertama dan jawaban tax consultant tersebut ke Finance dan bos gw. Berhubung bos gw belum datang pagi itu, maka gw lah yang ketiban tugas untuk mencari tahu kenapa laporan pajak Mr. Sandler bisa ditolak.
Mulai jadi detektif. Tanya sana sini, konfirmasi begini begitu.
Ok.. pembayaran pajak ga ada masalah, ga ada error. Berarti ada masalah di laporannya. Laporan Pajak PPh 26 karyawan yang tahu datanya ya staf si Janet, namanya McGyver*. Telepon McGyver. Akhirnya dapat info ada SPT PPh 21/26 yang belum dilaporkan pembetulannya. Mungkin ini sebabnya kenapa email itu muncul.
Tim-ku langsung bergerak cepat, bagaimanapun caranya, by system atau manual, harus hari ini juga SPT pembetulan masuk ke KPP. Account Representative di KPP pun dihubungi, mohon bantuan doi agar SPT Pembetulan dapat diterima.
Sebelum jam makan siang, semuanya sudah teratasi. Well done. Plok..plok..plok..😀

Jam 3 sore, karena butuh surat keterangan kantor untuk mengurus visa, gw ke lantai tempat HR berada. Yang ngurusi surat keterangan sedang online, jadi gw berbincang-bincang dulu dengan McGyver yang kebetulan duduk dekat situ. Sambil senyum-senyum gw membicarakan lagi kasus tadi pagi dan bilang terima kasih karena dia langsung cepat membantu untuk membetulkan SPT. Si McGyver bilang sebenarnya kami ga perlu grasak grusuk kayak tadi pagi karena email yang diterima Mr. Sandler itu adalah hoax. Hah??
Rupanya si McGyver penasaran, kok bisa ya Mr. Sandler dapat email seperti itu, padahal Mr. Sandler kan bukan warga Negara USA. Jadi, dia baca lagi pelan-pelan email yang diterima Mr. Sandler, dan akhirnya dia melihat bahwa selain Mr. Sandler, email itu juga ditujukan kepada Diana Sastro* dan Cintia Laura* yang adalah pegawai di divisi Finance, dan mereka adalah WNI. Semakin penasaran, McGyver coba googling, dan menemukan email itu adalah hoax. Atas temuan tersebut, McGyver sudah mengirimkan email klarifikasi ke berbagai pihak, termasuk tax consultant yang big five itu, hihihi..
Dalam hati, gw ngedumel sekaligus ngakak. Spam filter di laptop Mr. Sandler mungkin sudah out of date. Dan sialnya, tak ada dari kami yang teliti dalam membaca email itu. Pajak itu benar-benar menakutkan ya? Hahahha..

— // —

Selain bisa menyusahkan, teknologi ternyata bisa juga dipakai untuk memudahkan hidup, khususnya mengatasi gangguan dari hal-hal ataupun orang-orang yang punya bakat annoying dalam dirinya.
Sejak dua minggu lalu, gw akhirnya bisa merasakan terbebas dari seseorang yang 3 bulan belakangan ini intense banget menghubungi. Nyaris putus asa karena orang ini menelpon tidak lihat waktu. Bisa tengah malam, subuh, dan jam kerja. Benar-benar ga ada kerjaan dia. Sudah gw bilang lebih dari satu kali kalo gw tidak tertarik dengan cinta yang dia tawarkan *mau muntah*. Akhirnya gw melakukan aksi diam, berusaha untuk tidak merespon telepon, sms, email dan fesbuk yang dia pakai untuk menghubungi gw. Tapi gw masih tersiksa dengan suara dering telepon, sms masuk dan juga notifikasi email dan fesbuk yang masuk ke BB gw.
But finally, the technology saves me. Gw dah bisa tenang sekarang. Tidak ada lagi telepon, sms, email bahkan fesbuk dari dia. Di fesbuk, gw pake aplikasi ‘block this user’, sehingga dia tidak bisa lagi masuk ke profil gw. Di BB, gw pasang ‘calls blocker’ dan ‘sms blocker’ sehingga untuk nomor-nomor telepon yang masuk dalam block list tidak akan bisa telepon dan sms gw. Dan untuk email, gw pakai rulespermanently delete it’ untuk email yang datang dari orang-orang tertentu. Email yang ga akan pernah gw baca karena langsung ter-delete sebelum sampe ke gw. Bagaimana kalo dia datang langsung? Ajak Bapak security untuk menemuinya karena gw merasa terancam.
Kejam? Biarlah.. because I love my life more🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s