Senyum Mahal

Standard

Tiba di halte busway setelah berjalan 15 menit. Keringat terasa mengalir di punggung mencetak tanda basah di kemeja bagian belakang. Menunggu lima menit. Akhirnya pintu busway terbuka di hadapanku. Menunggu lagi sejenak, mendahulukan penumpang yang hendak keluar. Masih saja isi busway ini sangat padat. Namun ini masih lebih baik dibanding harus naik kopaja dengan di luar jalur busway sangat macet.
Halte tujuanku sudah disebutkan. Bersiap keluar dari busway. Banyak juga yang turun di halte ini. Orang-orang berjalan menyusuri jembatan yang cukup panjang itu. Ada yang tergesa, tapi ada juga yang santai saja. Udara pagi terasa kering dan panas.
Sepanjang menuju ujung bawah tangga jembatan, aku melihat beberapa orang sedang menjemput rejekinya. Ada yang menjual panganan kecil untuk sarapan, ada yang jual pernak-pernik penghias rambut di kepala wanita. Ada juga seorang pengemis di situ. Pria yang sepertinya berusia di ujung kepala tiga. Sudah puluhan kali aku melewati dia selama ini, sekalipun aku tak pernah memberikan uang padanya. Hatiku tak tergerak, merasa tak sudi. Pengemis itu memiliki badannya sempurna, kelihatan sehat.
Hembusan angin yang menerbangkan debu menyambutku ketika tiba di anak tangga paling bawah. Gerah sekali. Keringat ini tak berhenti mengucur. Bising klakson yang menggema karena kopaja yang berhenti seenaknya di tengah jalan untuk menurunkan penumpangnya. Beragam wajah pagi itu, senyum menjadi barang langka.
Empat puluh menit. Itu jumlah waktu yang aku butuhkan untuk bisa mencapai kantor dari kost. Aku bersungut pada jalanan yang macet, udara yang panas, jembatan yang panjang, keringat yang mengalir. Mereka membawa pergi senyum dari wajahku untuk memulai hari.
Bagaimana dengan mereka yang butuh lebih dari satu jam untuk mencapai tempat kerja mereka? Adakah sungut mereka lebih kencang dari yang aku punya? Atau justru di wajah mereka senyum mahal itu berada?
Jakarta oh Jakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s