Jakarta

Standard

Berapa lama lagikah aku akan tinggal di Jakarta? Kota yang (mungkin) paling jarang mati listrik dibanding kota-kota lain di Indonesia, kota yang infrastruktur-nya dianakemaskan karena merupakan ibukota Negara,  kota yang menawarkan segalanya bila kamu punya uang, kota yang di jalan-jalan besar nya bisa ditemukan beragam kendaraan bahkan yang harga per unitnya bisa bikin orang geleng-geleng kepala, kota metropolitan. Kota yang bagi sebagian besar orang tidak nyaman untuk ditinggali namun menjadi kota utama yang dituju untuk mengadu nasib.

Belakangan ini aku sering kepikiran bahwa aku beruntung bisa tinggal nyaman di kota Jakarta. Ini adalah suatu hal yang menjadi dambaan semua orang yang mengadu nasib di Jakarta, dan aku mendapatkannya.

Kalo aku bilang hidup nyaman di Jakarta, jangan bayangkan kalo gaji aku sangat besar :) Dengan status-ku yang belum menikah, penghasilan bulananku cukup untuk biaya hidup nyaman di Jakarta. Cukup karena aku ga suka clubbing, ga suka shopping (tapi doyan makan), tidak merokok, tidak minum alkohol/anggur (kecuali pas perjamuan kudus, itu pun cuma bbrp milli doank, heheh..) dan tidak nge-drugs *berusaha menimbulkan kesan  hidup sederhana*.

Selain itu aku kost dekat dengan kantor sehingga bisa hemat di ongkos, bahkan macetnya Jakarta di jam pulang kantor menginspirasi aku untuk berjalan kaki saja. Fasilitas kantor juga membuat aku tidak pernah kehabisan pulsa untuk berkomunikasi, baik melalui telpon, sms, maupun browsing internet.

Seperti apa sih hidup nyaman di Jakarta? Bisa tinggal di rumah/kost/lingkungan yang aman, bisa nonton di bioskop anytime you want to, bisa ngopi di coffee shop bersama teman-teman, bisa beli buku yang diinginkan, ga punya tunggakan kartu kredit, bisa kemana-mana meski ga punya kendaran pribadi. Itu adalah beragam contoh nyaman tinggal di Jakarta, menurut aku😀

Sudah hampir 7 tahun aku tinggal di Jakarta dan aku merasa baik-baik saja. Kadang aku bertanya, bila aku tidak bekerja di Jakarta, misal aku memutuskan untuk kembali ke Medan setelah lulus kuliah, apakah aku akan tetap bisa merasakan kenyamanan seperti ini?  Mungkin saja bisa, bahkan mungkin juga sudah menikah dan punya bontot, but I doubt it, hehehe…

Aku beruntung bisa tinggal nyaman tinggal di Jakarta, namun aku tetap berharap bisa keluar dari Jakarta. Secepatnya ^_^

One response »

  1. “Aku beruntung bisa tinggal nyaman tinggal di Jakarta, namun aku tetap berharap bisa keluar dari Jakarta. Secepatnya”

    Persis seperti yang kupikirkan. Selama dua tahun ini aku belajar mencintai hidup di Jakarta, namun sampai dengan saat ini belum ada alasan yang “pas” untuk aku bisa keluar dari Jakarta. Sambil menunggu segala sesuatunya “siap dan tersedia” aku terus berharap semoga aku tidak “terpeleset” hidup di Jkt ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s