Uang Dalam Sepotong Permen

Standard

Pernah donk mengalami kejadian menerima permen sebagai pengganti kembalian saat belanja di warung/minimarket. Bagaimana respon kamu?🙂

uang dan permen

Beberapa kali aku sempat ngobrol dengan beberapa teman tentang kegunaan baru permen ini. Ada yang bisa menerima tapi ada juga yang benar-benar tidak bisa terima. Aku termasuk yang tidak bermasalah dengan metode permen sebagai pengembalian. Bagiku jumlahnya tidak material (Rp 50 – Rp 400), dan dari sisi harga masih tetap masuk akal.  Menurut teman-teman yang tidak bisa menerima trend ini, seharusnya penjual bertanggungjawab dengan uang kecil untuk pengembalian. Seorang teman bahkan ada yang langsung frontal bertanya sama kasir-nya, ’kalo nanti saya belanja lagi, boleh ga saya bayar pake permen?’. Dan tentu saja jawabannya tidak boleh, hehehe..

Kalau lagi mudik, aku sering berubah profesi menjadi kasir di toko yang dikelola oleh orangtuaku. Keadaan di lapangan memang membuktikan bahwa uang bernilai Rp 25, Rp 50, Rp 100 dan Rp 200 susah dimiliki oleh para pemilik toko. Di sisi lain, tidak mungkin juga bagi pemilik toko untuk membuat harga dengan kelipatan limaratus rupiah. Tapi, sering loh, percakapan di bawah ini terjadi ketika aku jadi kasir:

Aku: *itung..itung..* total semuanya Rp 29.600,- ya Pak.

Pembeli: Ini Dek *menyerahkan selembar uang Rp 50.000*

Aku: Ada seratus rupiah Pak? Biar saya kembalikan Rp 20.500 *senyum manis*

Pembeli: Kembali Rp 20.000 aja, empat ratusnya minta permen aja.

See? Pembeli-nya sendiri yang minta permen sebagai pengganti kembalian😀

Pasti akan tetap selalu muncul perbedaan pendapat mengenai pengembalian dalam bentuk permen ini. Menurut aku, beberapa hal di bawah ini bisa dilakukan oleh penjual ataupun pembeli untuk setidaknya meminimalkan resiko munculnya masalah ini.

Penjual:

  • Berilah pemberitahuan di pintu masuk atau di area kasir bahwa stok uang kecil lagi langka. Dengan demikian dari awal pembeli sudah tahu kemungkinan mendapatkan permen sebagai pengganti kembalian.
  • Bila memang terpaksa mengganti kembalian uang kecil dengan permen, gunakan permen dengan merk yang dikenal baik masyarakat luas.
  • Kalo memungkinkan, pesan permen dengan kemasan khusus bernama toko Anda, dan tentukan harga jual per unitnya. Dengan demikian, permen tersebut di kemudian hari boleh digunakan pelanggan Anda sebagai alat pembayaran di toko Anda.
  • Berilah alternatif lain pengganti kembalian, misalnya dijadikan sumbangan. Untuk ini, Anda harus bekerjasama dengan yayasan/pihak tertentu dan tampilkan jumlah sumbangan pembeli di-struk penjualan. Jangan lupa juga memberikan laporan berkala tentang total sumbangan yang berhasil dikumpulkan dari pelanggan Anda dan kemana disumbangkan.

Pembeli:

  • Ikhlas saja. Hidup tidak perlu dipusingkan dengan hal kecil seperti ini. Apalagi sampai memikirkan berapa keuntungan toko itu karena menjadikan permen sebagai pengganti uang kembalian. Dijamin Anda malah makin sakit kepala😀
  • Kalo belum bisa ikhlas, jangan lagi belanja di toko yang Anda tahu memiliki kebijakan  mengganti uang kembalian dengan permen.
  • Selalu bawa koleksi lengkap uang kecil mulai dari pecahan Rp 25 – Rp 200.
  • Bayar pake debit card atau kartu kredit.

 Aku jadi kepikiran, kira-kira teman-temanku yang kesal dengan permen sebagai ganti uang kembalian, kalo bayar taxi apakah minta kembalian sampai nilai ratusan rupiahnya? Atau membayar argo Rp 23.750,-  dengan uang Rp 25.000,- sambil tersenyum dan berkata, ‘ambil saja kembaliannya Pak, terima kasih’.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s