Busway vs P20

Standard

Sudah hampir 2 minggu ini aku naik P20 atau busway ke kantor. Tujuan utamanya biar aku lebih banyak gerak dan bonusnya ongkos transportasi berkurang drastis. Kembali ke kost pun diusahakan naik angkutan umum juga.

Dengan mempertimbangkan pengalaman di minggu pertama mencoba busway dan kopaja baik saat pergi ke kantor maupun pulang dari kantor, panjangnya jarak yang harus ditempuh dengan jalan kaki, kemacetan dan kenyamanan saat dalam angkutan umum, maka aku memutuskan untuk naik busway saat ke kantor dan naik kopaja saat kembali ke kost.

Seminggu terakhir ini malah lebih seru, aku jalan kaki dari kantor sampe kost, hehehe.. Butuh waktu 40 menit, cukup lama ya… namun tidak terasa karena ¾ dari waktu itu aku bareng dengan Aida, teman kantorku.

Mengapa aku memilih busway di saat pagi?

  • Jalur busway cenderung lebih lancar dibanding jalan di luar jalur busway.
  • di dalam busway masih agak dingin AC-nya meskipun penumpangnya sangat padat
  • (Agak) aman juga dari copet.
  • (Masih) wangi-wangi penumpangnya
  • Aku harus berjalan lebih jauh untuk mencapai halte busway

Yang namanya jalanan di Jakarta ya kagak bisa ditebak. Seperti pagi ini. Aku berangkat lebih cepat 10 menit dari biasanya dengan harapan tidak telat ke kantor. Namun apa daya, pagi tadi jeda nongol satu busway dengan busway lainnya cukup lama, penumpangnya sangat padat sehingga hanya 2-3 orang saja yang bisa masuk, sehingga aku harus menghabiskan waktu 20 menit menunggu giliran di halte busway.

Aku memilih untuk mendengarkan lagu-lagu dari ipod di saat-saat penantian itu, dan harus melihat (dan menerima) kenyataan kalo arus lalin di luar jalur busway cukup lancar, bahkan lebih lancar dari jalur busway karena jalur busway disusupi ratusan motor dan puluhan mobil, dan yang lebih menyesakkan dada adalah P20 yang lewat tidak terlalu padat penumpangnya bahkan ada yang kursinya masih kosong. Salah strategi!!

Akhirnya satu busway yang ditunggu-tunggu tiba (setelah melewatkan 2 busway sebelumnya), pintu samping belakangnya terbuka di hadapanku. Dua orang keluar dari busway, dan tiba-tiba seorang cowok dengan jaket hitam menyabot masuk dari samping. Aku melongo. Mau marah, tapi ekspresi yang muncul hanya tatapan mata tak percaya. Selain itu, aku juga sedang dengar lagu rohani saat itu. Hahhaha… salah strategi lagi.

Harus menunggu busway berikutnya karena busway yang diserobot sudah sangat penuh.Untuk meredam emosi jiwa, aku berkata dalam hati ‘tuh cowok terpaksa menyabot antrian, karena dia harus ke kantor tepat waktu. Kalo dia sampe telat sedetik aja, gajinya dipotong setengah ama kantornya’. Cukup meyedihkan keadaannya dalam imajinasi-ku, sehingga aku jatuh iba dan emosiku pun berlalu, hehehhe…

Akhirnya aku tiba di kantor. Telat 15 menit.

Kesimpulan: Khusus hari Jumat, naik P20 aja ke kantor. 

One response »

  1. Pingback: Efek 40% « Ndepurba

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s