Bibi

Standard

09Nov09 jam 3 sore lebih dikit, aku terima sms dari nomor yang tak dikenal. Isi sms-nya cukup sopan, menanyakan apakah benar aku si x anaknya si y. Yang agak lucu karena dia menambahkan bibi di depan namaku.

Dari total 4 SMS hari itu, aku sampai pada kesimpulan: pengirim sms ini, si B, adalah saudara ku😀

 Malam hari, telpon Bapak, menanyakan apakah benar beliau memberi nomor hp-ku pada si B, mengapa, dan gimana jalan ceritanya sampe si B panggil aku dengan sebutan ‘bibi’ alias tante. Mendapat penjelasan singkat dari Bapak. Si B sekitar 5-6 tahun lebih muda dari aku, keluarganya tinggal di Bogor, dan dia adalah cucu dari impal (pariban) Bapak🙂

10Nov09 Dapat notifikasi dari fesbuk kalo ada friend request dari B😀  Ber-sms-an lagi dengan B. Aduh, rasanya geli kali dipanggil Bibi *lol* Aku kan aku masih muda *ditimpuk treadmill*. Pengen deh bilang ke B untuk panggil aku dengan sebutan ‘kakak’ saja, tapi pasti ditolak demi alasan adat istiadat. Huuuhhh.. adat yang tidak mempertimbangkan usia😦

 Kak Nirma. Bibi Nirma.

 Lebih enak terdengar kak Nirma kan? *cari pendukung*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s