OB, MK, ART

Standard

Dari seluruh Office Boy (OB) yang ada di kantor-ku, OB di lantai tempat aku berada yang paling capek. Capek membersihkan meja pantry dan berbagai alat makan dan minum yang sepertinya ga pernah berhenti dipakai.

Divisi-ku berisi orang-orang yang doyan makan, jumlahnya pun nyaris mencapai 40 orang. Makanan apapun yang datang, jangan sampai menunggu, 5 menit pasti ludes. Dah gitu rajin banget bikin acara makan-makan, misalnya sarapan pagi bareng. Masing-masing orang terserah mau bawa makanan apa untuk sarapan, nanti saling share. Pernah di satu pagi beberapa waktu yang lalu, menu sarapanku terdiri dari 3 sendok lontong sayur + 2 kue basah + 2 dimsum😀

Di lain waktu, para pria ‘tiba-tiba’ dimintai duit untuk berpartisipasi acara rujakan bareng. Para wanitanya wajib bawa buah-buahan, dan dua orang lain ditugaskan untuk membuat sambal rujak. Hasilnya, di satu sore yang adem, meja pantry nyaris tidak mampu menampung semua buah-buahan yang dibawa, mulai dari mangga, bengkoang, jambu air, kedondong, timun, semangka sampe melon.

Sudah habis pesta makan begini, tinggallah meja kotor dan alat makan yang menjadi bagian OB.

Seperti pagi ini..

Big Boss ulangtahun Jumat kemaren, dan dia memutuskan untuk memberi sarapan para staff-nya hari ini dengan lontong sayur spesial. Ini bukan menu sembarangan, karena emang maknyuss banget. Spesial karena pake rendang. Sayurnya pun terasa lemak banget karena santan kental yang menjadi kuahnya. Selama 2 jam, 2 orang OB ga berhenti-henti mencuci peralatan makan yang memang jumlahnya terbatas itu untuk bisa dipakai bergantian oleh lebih dari 60 orang.

ARTKemaren, aku melihat Mbak Kost (MK) tidak kelar-kelar dengan pekerjaan menyetrika-nya karena terus-terusan ‘diganggu’ dengan berbagai permintaan. Bersihin kamar yang itulah, bayar tukang sampah lah, angkat kasur yang sanalah, nyuci baju, nyiram tanaman, dlsb. Dan, untuk sesaat muka MK terlihat emosi. Sepertinya tidak ada waktu yang boleh dia nikmati sejenak dengan diam untuk memulihkan tenaga.

Aku jadi malu.

Sebagai pekerja di kantor, berapa banyak waktu yang aku curi di jam-jam kerja untuk buka fesbuk, email pribadi, maen game, pergi ke luar untuk urusan pribadi (misal beli kopi di café sebelah), dll? Banyaaakkk..😦

Misal saat ini aku pake asisten rumah tangga (ART), pantaskah aku ‘marah’ bila melihat ART-ku leha-leha di siang hari? Kalo aku sampai marah, sungguh aku adalah orang yang malu-maluin!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s