First Time – 2

Standard

Kali ini pengalaman pertama berkaitan dengan kaki🙂

16 Oct 2009 Lagi-lagi mengalami gempa. Meskipun tidak sekencang gempa 2 bulan yang lalu, namun lebih terasa paniknya karena semuanya membayangkan Padang yang porak poranda karena gempa  lebih dari 2 minggu yang lalu. Aku segera menyambar HP dan dompet *di mana hartamu berada di situ hatimu berada* dan segera turun tangga 12 lantai. Laptop ditinggal tanpa terkunci *aset kantor kok, ga terlalu peduli kalo sampai hilang* Sandal hak tinggi yang menjadi alas kaki andalan hari-hari pun harus ditenteng agar evakuasi tidak menyakiti kaki.

Pusat gempa ada di daerah Ujungkulon, Banten, dengan kekuatan 6.5 SR. Aku melihat ada beberapa teman yang sudah turun dengan membawa laptop dalam tas-nya. Silahkan pulang, euy..:D

Cloudy With a Chance of Meatballs

Cloudy With a Chance of Meatballs

Hari itu, Tim Nobar sudah berencana untuk menonton ‘Cloudy With a Chance of Meatballs’ di Setiabudi Building. Aku dan Irma berjanji mentraktir tim Nobar karena ultah kami bulan September yang lalu. Tiket nonton pun sudah dibeli dari sejak siang. Jadi, meskipun gempa kami tetap melanjutkan niat kami untuk menonton.

Seperti biasa, efek dari gempa di Jakarta adalah jalanan yang macet dan susahnya mendapatkan taxi. Akhirnya, kami memutuskan untuk berjalan kaki. Pengalaman pertama bagiku. Akibat pilihan yang tak direncanakan ini, aku terpaksa tetap mengenakan sandal hak tinggi selama kurang lebih 20 menit di jalanan yang tidak selalu mulus. Hanya dua puluh menit, karena kami melalui jalan-jalan tikus yang tidak pernah terpikirkan olehku selama ini.

Berjalan kaki dari kantor – Setiabudi Building, bukan pilihan yang buruk. Hmm.. bahkan aku berpikir untuk melakukannya lagi kalo tim Nobar berencana nonton di Setiabudi Building lagi.

17 Oct 2009 Bangun tidur, merasa ada yang salah. Kedua kakiku terasa sakit. Ini pasti gara–gara kemaren turun 12 lantai dan jalan kaki dari kantor ke Setiabudi Building. Menghabiskan waktu di Sabtu pagi dengan belanja sayur buah (stock 1 minggu) ke pasar dan berberes dapur.

waxingMenjelang sore aku menuju ke salon langganan dekat kost. Kali ini mau mencoba waxing. Dah lama aku berpikir untuk menghilangkan bulu-bulu di kaki-ku. Sebenarnya sih bulu kakiku ga lebat, tapi aku merasa perlu mengalami sensasi punya kaki tanpa bulu, hehhee..

Menurut informasi hasil googling, waxing itu sakit. Tapi aku yakin, waxing kaki tidak sesakit facial sehingga aku pasti akan menikmati treatment ini. Dan benar, ‘kesakitan’ hanya terasa di cabutan pertama. Setelah itu biasa aja.. bahkan aku bisa melewati proses itu sambil baca novel😉

Ga sampe 1 jam proses waxing selesai. Wah, tanpa bulu-bulu itu kulit kaki-ku kelihatan lebih cerah dan aku merasa lebih sexy, hihihi…. *masukkan waxing jadi kegiatan rutin*

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s