Tidak Tahu

Standard

senggigi di sore hariKamu bilang, rasanya seperti melihat dunia dalam warna sephia. Hanya di waktu siang kadang pikiranmu lepas dari dia yang pernah kau simpan senyumnya hanya untuk dirimu sendiri. Ketika malam turun dari langit sore yang kemerahan, kamu bertanya-tanya apa yang ada di hatinya, ketika kamu menceritakan rasa yang telah lalu.

Semenjak tadi kamu menatapku, manusia yang kamu anggap temanmu.  Dan akhirnya kamu bertanya, ‘Seperti apa rasanya melepas sesuatu yang tak pernah dimiliki?

Aku tersenyum, pahit kopi masih tertinggal di lidahku. Terpekur sejenak, lalu aku menggeleng pelan, tidak tahu.

Dan kita pun terdiam hingga di ujung malam.

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s