Tanya

Standard
the way you hold my hand, thanks..

the way you hold my hand, thanks..

Mengapa aku tak juga merindukanmu?

Tidak… tidak mungkin aku membencimu. Aku cinta padamu. Kamu tahu itu, meskipun beda 180 derajat dengan apa yang kulakukan. Aku munafik ya.

Kadang, kalo tidak bisa dibilang sering, aku ingin jauh darimu. Tapi, kamu ga pernah mau, malah selalu datang mendekat, memaksa tetap ada di situ. Di hatiku.

Aku seharusnya berterima kasih karena kamu tak pernah mau pergi. Seharusnya..

Aku, yang sering tak bisa mengerti siapa aku, tapi kamu selalu berhasil memahamiku.

Kala hatiku terasa sepi, beberapa ucapanmu terlintas. Menghiburku, meskipun setelah itu aku suka lupa dan sedih lagi.

Sudah lama aku tidak berbagi denganmu, karena aku pikir ga ada bedanya. Meski aku tahu aku bisa mengandalkanmu, tapi ya itu tadi, ini salah satu contoh saat di mana aku tak bisa mengerti diriku sendiri.

Jangan pernah bosan padaku ya, meskipun sering diriku hanya mampu melukaimu.

Mengapa aku tak juga merindukanmu?

*sigh*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s