Senang Sembilan Puluh Delapan Persen

Standard

Sebuah perenungan akibat iseng

couple liontinKemarin sepulang gereja, aku mampir ke C4, iseng pengen ngider aja, males pulang cepat-cepat ke kost. Lihat sana sini, tak sengaja melihat satu pasangan yang sepertinya lagi berantem. Si cewek terlihat merengut dan berjalan cepat-cepat sengaja menjauh dari cowoknya. Wajah si cowok juga terlihat kesal dan memutuskan untuk tidak menyusul wanitanya, menunggu saja di counter sayur-sayuran dengan trolley belanjaan mereka yang masih terisi sedikit. Melihat adegan tadi, dalam hati sejenak bersyukur ga punya masalah seperti itu *wong masih single..xixiixi..*

Ada yang pernah membagikan, bahwa pasangan itu harus diterima dalam satu paket. Tidak mungkin hanya menerima senyum manisnya, tapi menolak kebiasaan mendengkur-nya. Tidak bisa hanya menerima kata-kata lembutnya pas merayu, tapi menolak suka telat-nya. Yaahh.. hal-hal kontradiksi seperti itulah.. Termasuk wajah merengut pasangan seperti kejadian yang aku ceritakan di atas tadišŸ˜€

Seorang Kakak juga pernah bilang, kaum wanita sering terpengaruh dengan adegan sinetron ataupun film-film romantis Hollywood. Dan akhirnya jadi ilfil ketika yang dialami berbeda dengan yang dibayangkan. Kenyataan bahwa ngobrol dengannya saat kopdar tidak seseru kata-katanya di SMS atau YM atau email, itu saja sudah bisa bikin sangat ilfil.

Di satu web yang belakangan ini sering (setiap hari, malah!) aku kunjungi, banyak topik tentang (bagaimana) memahami wanita dan pria. Ada yang punya pendapat sangat liberal, ada yang konservatif, ada yang in between (seperti aku ini). Aliran in between ini bagiku rasanya lebih seperti aliran tidak punya prinsip, soale aku mudah terpengaruh, hehehe..

Sebenarnya aku mo nulis apa ya, kok jadi lost focus ginišŸ˜€

Intinya adalah punya ataupun belum punya pasangan, ada senang sedihnya. Mana komposisi rasa yang lebih besar, kembali kepada setiap individunya. Aku bisa memutuskan membuat diriku 98% senang tanpa pasangan, dan memberi sisanya pada rasa sedih hanya di saat-saat tertentu, misal pas nonton film romantis di tengah malam seorang diri, hehhe..

*tetapmenantikanpangeranhatiku*

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s