Rezeki

Standard

22.08.09 Hari pertama puasa. Jalanan pagi tadi sangat lengang. Berbeda sekali dengan keadaan 12 jam sebelumnya, macet parah dimana-mana, yang mengakibatkan aku dan tim nobar harus jalan kaki hampir 45 menit dari kantor menuju halte busway Karet tadi malam.

Pagi tadi aku latihan renang. Puasa tidak menjadi halangan bagi Pak pelatih untuk terjun ke kolam melatih aku dan Kak D. Hari ini belajar gaya punggung, syuussaah rekkk. Tapi, at least dah mulai bisa mengapung dengan wajah menghadap ke atas. Ada hal baru yang bisa dilatih untuk satu minggu ke depan di pool Susan Waine🙂

taxiKembali ke kost dengan taxi E, Pak Supir sangat semangat bercerita. Dia merasa menjadi supir taxi paling beruntung pagi tadi, karena belum jam 10 pagi dia sudah mendapatkan uang setoran untuk hari ini. Sangat beruntung karena di saat jalanan yang sangat sepi, dia bisa mendapatkan penumpang dengan tujuan ke Bandara, dan keluar dari Bandara pun membawa penumpang. Aku adalah penumpang ketiganya pagi tadi.

Kadang kita tidak bisa menolak rezeki. Dari sekian berpuluh taxi kosong yang berseliweran pagi tadi di daerah Slipi yang sangat lengang, si Bapak bertanya mengapa harus taxi-nya yang aku pilih untuk dinaiki. Tidak ada jawaban yang pasti.

Bapak taxi melanjutkan ceritanya, tetap dengan semangat yang terdengar dari volume suaranya yang besar :D Beliau memilih untuk tetap nyupir hari ini meski dia tahu akan sangat susah mendapatkan penumpang. ‘Saya malah bingung kalo di rumah saja, Mbak. Kalau di jalan kan saya harus konsentrasi cari penumpang, konsentrasi bawa kendaraan. Jadi, ga terasa waktu berjalan, eh tau-tau udah mo maghrib. Jadi malah ga terasa kalo lagi puasa’. Aku tersenyum mendengar ceritanya.

Benar, memang kadang rezeki tidak bisa kita tolak kedatangannya, namun rezeki tidak akan pernah datang kalo kita tidak pernah mengusahakannya. Sepertinya Tuhan ingin memberikan semangat kepadaku melalui Bapak taxi ini, melalui ceritanya, (mungkin) itu sebabnya aku ‘memilih’ taxi-nya pagi tadi.

Selamat berpuasa *jadi pengen ikutan puasa juga*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s