Catatan Kecil: 9-10 Aug 2009

Standard

09.08.2009 Ga ke gereja hari ini. Jam 10 pagi meluncur ke Brastagi untuk menghadiri acara ngelegi gelang untuk Ghia. Bapak dan Mamak kompak gitu masuk angin, Bapak bahkan sampe muntah. Ghia yang baru berumur 4 bulan malah fine-fine aja, dan ga tidur sepanjang perjalanan.

Ghia nangis

Ghia menangis sejadi2nya😀

Acara ngelegi gelang berjalan lancar, dipenuhi dengan tangisan Ghia yang ‘marah’ karena tidur-nya diganggu. Apalagi pas liat bulang Biring-nya, tangisannya membahana ke langit ke tujuh, wkwkwkw…

Tiba di Medan lagi dah jam 7 malam.

Nonton zona 80 di Metro bareng Mamak. Tema-nya malam itu tentang pelawak di era 80-an, dam sedang menampilkan Mang Us Us dari d’ Bodors yang bilang tahun 2009 ini sudah lebih dari 50 tahun mereka melawak. Mamak tertawa saat mendengar kata 50 tahun itu. Terus aku bilang ‘Mamak juga dah 50 tahun lebih berdagang, dan masih dengan profesi itu hingga sekarang’. Beliau tersadar, dan kembali tertawa. Ya, waktu itu tak terasa terlewati.

Menjelang tidur, mengirimkan sms, say happy birthday.

10.08.2009 menerima sms yang menanyakan bagaimana kabar Medan. Kujawab ‘mendung, termasuk juga hatiku😦 ‘ *sedih*.

Siang, belanja buku di Gramed, 3 untuk Bapak, 1 untuk Mamak dan 2 untuk aku :D Pulang dari Gramed singgah ke Peringgan, makan siang Mie Pangsit rebus.. Yummy… Lanjut ke tempat Bi Uda, ngobrol2 bentar, terus ke rumah Ghia. Liat Ghia dimandiin, duh lucu banget deh ponakanku itu.

Malam hari, ada kakak sepupu sekeluarga datang. Kesempatan bagi Bapak untuk bisa merokok karena suami kakak sepupu perokok berat. Kalo dipikir-pikir susah juga bagi para pria yang tinggal di Brastagi sana untuk tidak merokok karena udaranya sangat dingin. Apakah ini boleh menjadi pembenaran?

11.08.2009 pergi melihat rumah masa depanku diantar Bapak Ghia. Bertanya-tanya saat melihat beberapa perabot yang dijanjikan dari pihak property sudah berada dalam rumah. Dapat kunci-nya dari mana ya? Secara kunci utama dan 3 serep-nya ada padaku😦. Ada tukang taman dan pagar yang datang menawarkan jasanya. Ukur sana sini..and deal. Abis uang tabungan untuk renovasi. Hmm.. sayang banget kalo bukan aku orang pertama yang akan menempati rumah ini.

Jam 2.30 siang check in di Bandara Polonia. Terasa seperti ada exodus besar-besaran melihat nyaris semua penumpang LA tujuan Jakarta membawa tas yang besar-besar dan kayaknya berat banget. Jangan sampe kelebihan beban nih pesawat, doaku dalam hati.

Telat 30 menit dari yang dijadwalkan, pesawat mendarat di Jakarta dengan selamat. Rasa letih justru tidak bisa membuatku tertidur. Terjaga sampai tengah malam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s