CatatanKecil 08.08.09

Standard

Terminal 3 Bandara SoeTa

Terminal 3 SoeTa

Terminal 3 SoeTa

Tiba di Bandara jam enam pagi kurang sedikit, terkantuk-kantuk. Saat check-in, aku antri di belakang dua pria ‘sekota halaman’. Barang bawaan mereka banyak banget, dan alhasil mereka harus bayar 500rb untuk kelebihan bagasi. Memakan waktu lebih dari 15 menit hanya untuk mendengarkan pria tersebut ‘berdiskusi’ apakah tetap membayar 500rb atau mencari solusi lain untuk mengirimkan barang mereka itu. Wajahku dah manyun banget menunggu selama itu.

Sengaja tidak mengenakan ikat pinggang meski celana agak longgar, maksud hati agar bisa melewati detector tanpa bunyi. Apa daya, ternyata tetap bunyi. There’s something in my sandal. Lepas sandal deh..😀

Nyaris ketinggalan pesawat, padahal aku sangat yakin tidak ada mendengar woro-woro untuk boarding. Bertanya ke counter AA karena merasa aneh saat menyadari 10 menit menjelang jam terbang kok belum ada pengumuman, dan ternyata sudah boarding dari tadi. Waakkkkss… Aku termasuk salah satu dari 4 orang yang terakhir masuk pesawat. Pesawat hanya terisi setengah.

Dalam Pesawat

Perjalanan yang agak membosankan, suara mesin sangat terdengar dan panas. Tiga puluh menit menjelang mendarat, seorang anak batita di baris depan menangis tanpa henti. Wah, salut untuk tenaga luarbiasa sang anak, dan ‘kasihan’ untuk ortu-nya yang ga ngerti kenapa si anak menangis terus, secara si anak belum bisa ngomong dengan kata-kata yang bisa dimengerti. Dulu pernah baca artikel memahami tangisan anak. Hmm, karena belum punya anak, jadi isi artikel tersebut pun sudah menguap entah ke mana.

Lima belas menit menjelang mendarat, terdengar suara dering HP berkali-kali. Si pemilik seperti-nya memasukkan HP itu di tas dan menyimpannya dalam kabin di atas kepala. Ihhh.. kadang-kadang pengen deh something happen untuk membuat ‘kapok’ para penumpang yang tidak peduli dengan keselamatan mereka. Apa sih susahnya mematikan HP ketika masuk pesawat?

@ Medan

Polonia

Polonia

Mendarat dengan sempurna. Medan yang panas. Abang-ku telat menjemput. Rada miris melihat Bandara Polonia, bertanya-tanya dilihat dari sisi mana ya Bandara ini sampai berhak menyandang gelar internasional di namanya. Orang lagi rame-rame menonton drama penyerbuan Noordin M Top.

Singgah di BPK Tesalonika, beli 2 porsi BPK untuk lauk makan siang, karena menduga nyokap pasti tidak menyediakan menu khusus menyambut putri bungsunya ini. Dan dugaanku benar.

Selesai makan siang, nyokap minta dilakukan ritual nyabut uban. Ritual ini baru berjalan 5 tahun terakhir menggantikan ritual pijat badan masa sebelumnya. Ritual ini dipakai nyokap juga untuk curhat tentang itu lagi itu lagi. Rada trenyuh waktu nyokap bilang ‘kayaknya Cuma Ima ya yang ga ada masalah’ Oh Mak, biarlah kutanggung sendiri masalah ini *lebay*

Menjelang malam hujan turun sangat deras, membatalkan niat maen ke Tj. Sari. Di rumah saja membunuh waktu dengen nonton TV sambil ngobrol dengan Bapak tentang apa saja. Nanya ke Bapak apa arti angka 88 pada ‘Densus 88’. Beliau ga tau 88 itu refer ke apa, hehehe… Ada yang tau? 

2 responses »

  1. Buku Intel II Medan Tempur Kedua by Ken Conboy, hal. 241 Footnote:

    “Densus 88 dibiayai Departemen Dalam Negeri, program Bantuan Anti-Terorisme (Anti-Terrorist Assistance-ATA) AS. Bagaimana mereka memperole namanya adalah akibat salah komunikasi yang menggelikan. Pada pertemuan singkat perwira ****** senior program ATA, para perwira ****** -mendengar pengulangan terus menerus “A-T-A”- mengira sang perwira mengatakan Eighty Eight (88). Nomor delapan dianggap beruntung di beberapa budaya Asia, perwira tersebut menyatakan angka delapan yang diulang dua kali dapat membawa keuntungan dan menganggap itu nama yang tepat untuk unit baru ini. Karena bawahannya enggan mengoreksi kesalahan atasannya, nama itu digunakan…”

    Begituuu…🙂

    PS: Karena belum yakin kebebasan berekspresi sepenuhnya dilindungi di negeri ini, maka nama institusi terpaksa disensor, hehehe…:P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s