Berenang ke Tepian

Standard

gaya dadaAku masih ingat, pertama kali belajar berenang itu pas duduk di SMP sebagai kegiatan wajib untuk mendapatkan nilai tambahan di mata pelajaran Olahraga. Namun, karena lokasi berenangnya terasa sangat jauh dari rumah, aku sering bolos. Yang paling aku senangi dari belajar berenang kala itu adalah kegiatan meluncur. Aku termasuk ‘lumayan’ lama bisa menahan nafas di dalam air. Akibat tidak serius berlatih plus tidak ada yang memberitahuku pentingnya berenang, maka aku hanya bisa berenang gaya dada tanpa bisa mengangkat kepala untuk menarik nafas dan melanjutkan berenang.

Walau begitu, sudah lama aku memendam keinginan menyewa pelatih renang agar aku bisa belajar bagaimana menarik nafas saat berenang. Seorang teman sudah pernah mencoba mengajari, hasilnya nol besar. Setiap dia melepaskan pegangannya, saat itu juga aku ‘ketakutan’ akan tenggelam dan akhirnya tidak bisa menarik nafas. Keinginan menyewa pelatih inipun timbul tenggelam begitu saja, lebih sering tenggelam karena malu segede ini nggak bisa berenang, ditambah lagi tidak punya teman yang mau belajar bersama.

Hingga pada bulan lalu, aku mendapatkan info kalo seorang teman di kantor sedang belajar berenang dengan seorang pelatih. Aku segera menghubungi pelatih tersebut, bertanya berapa fee-nya, dan kapan bisa latihan. Tak disangka, beberapa temanku yang lain juga ada yang ingin belajar berenang. Banyak juga ternyata yang ‘senasib’ dengan aku soal berenang ini, tidak tahu bagaimana menarik nafas. I am not alone, actually :))

Alhamdulilah, setelah 3 kali bertemu pelatih, aku sudah menemukan cara yang pas bagi aku untuk menarik nafas, horeee..!! Aku juga sudah mulai berani berenang sendiri di luar jadwal dengan pelatih. Targetku setidaknya aku bisa gaya bebas saat kuota bertemu pelatih berakhir di pertemuan ke-8. Rasanya minggu-minggu ke depan akan lebih suka berada di kolam renang daripada di atas stepper ataupun melakukan aerobik dalam kelas.

Selain alasan kesehatan, motivasi utamaku HARUS bisa berenang adalah agar kelak bisa menemani my Daniel/Daniella bermain bersama di kolam renang. Alasan yang baik dan masuk akal, bukan? ;))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s