Ada di Sana

Standard

Kemaren ada rekan dari dept lain yang resign. Saat ditanya pindah kemana, jawabnya ‘cuti dulu sementara, mungkin nanti akan bekerja dari rumah’. Hmm… that’s one of my dreams.

 Kenyataannnya, aku semakin jauh dari mimpi tersebut.

 Hari ini pas setengah masa terlewati di tahun 2009. Membaca kembali resolusi tahun 2009 yang pernah aku buat, ya semuanya masih dalam proses. Setidaknya masih ada usaha yang dilakukan, meskipun belum ada yang totally 100% achieved.

 Apa ya yang menahan aku dari mengejar mimpi-mimpiku?

 Untuk bisa tinggal dan berkarya di Medan, maka aku harus menyelesaikan sekolahku.

Untuk bisa meraih gelar S2, maka thesis harus rampung.

Untuk bisa bertemu dengan pujaan hati maka harus buka hati, tidak hanya melalui perkataan tapi justru dari tindakan😉

 Ada ketakutan. Takut akan mengambil keputusan yang salah.

 Ketakutan muncul ya kalau dipikirkan. Sering kali ketika aku berada dalam pesawat terbang, tiba-tiba ada pikiran menyelinap gimana seandainya kalo pesawat ini jatuh, dan hasilnya rasa takut menyergap. Takut mati J

Jadi ingat cerita Nde Jazzy di suatu waktu yang lalu melakukan perjalanan ke Bali dengan  Imelda, teman kantornya. Saat itu mereka berada dalam pesawat dan cuaca lagi tidak bersahabat. Goncangan sangat terasa. Seluruh penumpang diam dalam kalut. Nde Jazzy pun mengaku pada Imelda kalo dia ketakutan. Jawab Imelda ‘kayak ga punya Tuhan ajah’

 Setiap hari, ketika aku melangkahkan kaki masuk ke dalam lift kantor yang akan mengantarkan aku  ke lantai 12 di mana ruangan kerja berada, atau naik lift untuk mencapai lantai atas suatu mall, sangat jarang sekali aku berpikiran bahwa lift yang aku naiki akan jatuh. Lima hari dalam seminggu, dalam sehari mungkin aku bisa 4-5x naik turun lift, ketakutan itu jarang datang. Apa karena sudah terlalu terbiasa, atau karena aku yakin bahwa lift ini baik-baik saja karena maintainance yang bagus? 

aman dalam pelukanNya

aman dalam pelukanNya

 

Enam bulan berlalu, penyertaanNya nyata. Tak perlu diragukan lagi Dia juga pasti menyertai di enam bulan ke depan. Bahkan Dia sudah berada di sana, di ujung tahun 2009, membuka tanganNya, menawarkan pertolongan. Ketakutan, apapun itu serahkan padaNya. Aman dalam pelukanNya. Jangan sampai ada teman berujar padaku ‘kayak ga punya Tuhan ajah’.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s