Pengusir Rasa Bosan

Standard

Sabtu malam yang lalu, saat lagi makan malam, aku bertanya pada Ibu kost yang sedang bersih-bersih di dapur, di sebelah ruang makan.

                ‘Ibu, pernah tidak Ibu merasa bosan?’ tanyaku.

                ‘Pernah’ jawabnya.

                ‘Dan apa yang Ibu lakukan ketika merasa bosan?’ tanyaku lagi.

Sepertinya Ibu merasa ini isu penting, karena dia langsung berhenti dari kegiatan bersih-bersihnya, menarik kursi di sebelahku, duduk di situ, dan mulai membagikan pendapat dan pengalamannya.

Bukankah rasa bosan itu, rasa jenuh itu seperti sebuah ujian? Untuk menguji bagaimana kita merespon. Rasa bosan itu juga sebuah tanda bahwa kita adalah manusia lemah dan itu artinya kita tidak bisa mengatur hidup selalu berjalan sesuai dengan keinginan kita. Ada kekuatan di luar kita, dan kekuatan itu adalah Tuhan. Saat bosan datang, bisa jadi itu teguran untuk datang kepada Tuhan.

Kalo Ibu merasa jenuh, buntu, merasa tidak ada jalan keluar, yang Ibu lakukan adalah mengambil waktu khusus, mengosongkan pikiran dan datang pada Tuhan. Menyerah padaNya, mengakui bahwa Ibu hanyalah manusia yang lemah, dan yakin Tuhan punya jalan terbaik. Setelah itu ya tidur saja. Biasanya setelah moment ‘menyerah’ itu, selalu ada jalan, dan seringkali jalannya kelihatan aneh menurut pemikiran manusia, banyak yang sepertinya kebetulan.

Jadi, yakinlah kalau kita menyerah kepada Tuhan dan kita tidak ada niat buruk, pasti akan ada jalan keluar, rasa bosan itu akan hilang.

Pesan yang sederhana dan indah.

==========================================

Tadi pagi, saat lagi merapikan diri untuk pergi ke kantor, aku mendengar pintu kamarku diketuk. Aku membuka pintu, dan melihat Ibu berdiri sambil tersenyum menyodorkan roti isi kelapa. Semenjak Ibu tahu kalo aku doyan dengan roti isi kelapa, maka setiap kali Ibu membeli roti untuk sarapan pagi, Ibu selalu berusaha menyisihkan satu roti isi kelapa khusus untuk aku.

Waktu aku bilang ‘aduh Ibu, mengapa harus repot-repot?’, Ibu hanya menjawab ‘ga selalu ada loh roti isi kelapa’.

Aku tersentuh sekali..

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s