Merah – Kuning – ??

Standard

 

celana motivasi gwSenin sore yang lalu, aku janji ktemuan dengan Anse di Amol. Sebenarnya sih pengen nonton, tapi karena dia males nonton, ya sudah akhirnya kita jalan ke Amol aja. Kebetulan ada dua teman kost juga yang pengen ke Amol, so kita sepakat pergi bareng, Lumayan bisa irit taxi, hehehe…

Sore itu aku pake kaos Nav berwarna kuning terang. Ini baju dah lama banget ga dipake karena kesempitan. Mumpung bentuk badan dah agak menyempit, tentu kesempatan pake baju ini tidak disia-siakan🙂

Setelah mengunci pintu kamar, aku ke kamar Reni yang pas di sebelah kamarku. Oalah, dia pake baju merah menyala. Aku langsung nyeletuk ‘mudah-mudahan Di ga pake baju ijo ya. Bisa kayak lampu lalu lintas kita, kalo dia pake baju ijo’.

Secara Di masih agak lama, aku memutuskan untuk menunggu di teras rumah di bawah sambil baca-baca majalah. Baru aja baca beberapa baris, tiba-tiba kedengaran suara tawa Ren dari atas. Ada apa ya?

Ternyata oh ternyata, celetukanku jadi kenyataan, si Di pake baju warna ijo, hahaha… kayaknya mulai dari kami keluar kost, sepanjang menuju jalan besar untuk cari taxi, seperti-nya semua orang memikirkan hal yang sama saat melihat kami bertiga jalan beriringan, lampu lalu lintas atau tiga partai jaman orde baru, hahaha…

Ngomong-ngomong soal baju, ada satu kejadian di hari Sabtu lalu yang menimbulkan usikan dalam pikiran. Ceritanya saat itu aku lagi menunggu teman-teman Kamakris yang mungkin masih datang di luar ruangan. Kebetulan aku bertemu dengan rcdp yang ternyata saat itu mo PA di lt.7. Setelah ngobrol sebentar dia pamit ke lantai 7, dan kemudian aku menyadari satu hal. Tiga kali bertemu dengan rcdp di tempat dan waktu yang berbeda, tiga kali itu juga aku menggunakan baju yang sama :))

Ternyata ya, selalu ada baju favorit yang ingin kita pake. Alasannya pasti beragam, mulai dari karena baju itu enak dipake, atau karena membuat kita lebih menarik dipandang atau mungkin karena ada sejarah dibalik perolehan baju itu.

Minggu malam, akhirnya aku membuka buka lemari pakaian dan membongkar koleksi pakaian ku. Hasilnya lebih banyak jumlah pakaian yang jarang dipake dibanding yang sering dipake. Akibat badanku yang sudah agak menyusut ini, jumlah celana panjang ku tiba-tiba jadi banyak, karena celana-celana lama sudah bisa dipake kembali, sedangkan celana yang kedodoran sudah diungsikan ke taylor untuk dikecilin.

Kalo pada akhirnya hanya beberapa saja baju yang jadi favorit dan akan sering dipake, mengapa ya kita jarang sekali bisa mengendalikan diri untuk tidak membeli pakaian baru saat lagi cuci mata di mall. Apalagi kalo ada sale.. bisa lupa daratan. Masih ingat kebiasaanku untuk tetap membeli pakaian yang sempit karena pemikiran mana tau beberapa bulan lagi badanku lebih kurus? Untunglah saat ini kebiasaan itu dah agak di-rem😉

Aku jadi ingat seorang kakak angkatan-ku yang punya cara bijak kalo dia ingin beli pakaian baru. Setiap beli 1 kaos baru itu berarti 1 kaos lama harus keluar dari lemari pakaian. Pengen beli 2 kemeja baru, berarti 2 kemeja lama pensiun untuk disumbangkan. Dengan demikian lemari tidak sumpek, pahala bertambah. Kira-kira si kakak masih pake cara bijak itu nggak ya? *wondering*

Sudahkan kamu mengendalikan diri hari ini?😀

One response »

  1. Alhamdulilah aku bisa mengendalikan diri ketika liat barang2 bagus di mol. Karena kalaupun ke mol, aku cuma beli barang yg betul2 aku butuhkan. Setelah barang2 terbeli, paling mampir makan, habis itu pulang deeeeeh … Soale kalo ngga gitu ya bangkrut.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s