Work

Standard

work-11Dulu waktu duduk di semester akhir, aku membayangkan kerja di sebuah kantor dengan jam kerja teratur, pagi sampe sore, punya PC + meja kerja sendiri. Dan apa yang aku dapatkan sekarang? Persis sama seperti yang aku sebutkan di atas, sejak dari pertama aku kerja di kantor pertama (aku baru kerja di dua perusahaan, secara aku kan wanita yang setia, kekekkek..). Tapi ada satu hal yang aku lupa bayangkan dulu : take home pay. Agak ‘menyesal’ karena lupa membayangkan hal ini dulu😦

Mungkin tidak banyak orang yang seberuntung aku, langsung mendapatkan pekerjaan seperti yang dibayangkan di kesempatan pertama. Ada teman yang bolak balik pindah kerja untuk bisa menemukan pekerjaan apa yang paling nyaman menurutnya. Ada yang butuh banyak tahun untuk finally mengakui pekerjaan yang dia geluti sekarang adalah yang sebenarnya paling sesuai dengan dia. Namun, ada juga yang setelah sekian lama lulus dari kuliah belum menemukan pekerjaan yang sesuai bahkan menganggur.

Ada yang setengah mati mencari pekerjaan, ada yang luarbiasa mudahnya mendapatkan pekerjaan, bahkan dicari-cari oleh head hunters. Ada konsultan yang harus kerja 24 jam memikirkan bagaimana mendapatkan client, sisi lain ada consultant yang menolak (calon) client karena sudah overloaded.

Seorang teman belakangan ini intense kontak denganku, bercerita dia sudah lebih 1 tahun menganggur. Keputusannya untuk balik ke kota asalnya ternyata tidak membuat keadaan lebih baik karena di sana juga ga ada pekerjaan. Beban semakin terasa berat karena banyaknya pertanyaan ‘kok susah sih dapat kerja?’ mengingat dia almamater dari perguruan tinggi ternama.

‘Apa yang harus aku lakukan?’ tanyanya padaku.

Untuk setiap kondisi yang aku belum pernah mengalaminya, aku susah untuk bisa memberi pendapat yang menyejukkan hati. Lebih tepatnya aku tidak mau memberi comment or pendapat yang mendalam. Karena aku tidak mau apa yang aku sampaikan dianggap menggurui ataupun sok tau, dan akhirnya ditanggapi dengan ‘hey. You have never been there’.

Jika ada diantara kalian yang pernah mengalami situasi sulit mendapatkan pekerjaan, bagaimana response kalian saat itu untuk keluar dari keputusasaan? Mungkin pengalaman yang sama bisa membantu temanku ini meresponse positif apa yang dia alami saat ini.

Aku tunggu ya..

One response »

  1. Aku pernah melihat ada beberapa judul buku, diantaranya ” Jangan Mau Jadi Orang Gajian Terus ” dan ” Menjadi Boss Bagi Diri Sendiri “.
    Dengan kata lain, berbisnis dong …
    Semoga terinspirasi ya ..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s