Thank you for being my friend

Standard

Hari ini, pak Anthony Chang menutup khotbahnya dengan satu lagu yang sudah lama banget tidak aku dengar lagi. Sebuah lagu yang menguatkan saat mengalami keputusasaan.

Apa yang kau alami kini, Mungkin tak dapat engkau mengerti. Satu hal tanamkan di hati, Indah semua yang Tuhan beri. Tuhanmu tak akan memberi ular beracun pada yang minta roti, Cobaan yang engkau alami, Tak melebihi kekuatanmu.

Tangan Tuhan sedang merenda, Suatu karya yang agung mulia, Saatnya kan tiba nanti, kau lihat pelangi kasihNya.

Saat menyanyikan lagu itu, aku mengganti kata kau/engkau dengan kata ku/aku, hasilnya membuat aku semakin gimana gitu🙂

Pulang ke kost, mampir ke meja makan, trus sambil makan malam nonton Mario Teguh di MetroTV, salah satu acara kesukaan Ibu kost. Aku tidak tahu apa isi golden ways untuk minggu ini, tapi soundtrack yang dipilih adalah lagu ‘A shoulder to cry on’ yang dinyanyikan dengan apik oleh Heidi Yunus. Lagi-lagi, saat mendengar reff lagu ini, aku membayangkan Dia Sang Pemilik Jiwa bernyanyi.

And when you need a shoulder to cry on, When you need a friend to rely on, When the whole world is gone, You won’t be alone, cause I’ll be there, I’ll be your shoulder to cry on, I’ll be there, I’ll be a friend to rely on, When the whole world is gone, you won’t be alone, cause I’ll be there.

 

Jadi, apapun hal terburuk yang sedang terjadi, selalu ada Dia, sahabat sejati,  yang selalu siap menerima aku apa adanya. Juga kamu, asal kamu mau :) 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s